Menu

Mode Gelap
Aliansi Aktivis 98 Bahas Laporan Jampidsus dalam Diskusi Reformasi 98 Bantah Tuduhan Penipuan, Nancy Fidelia Fatima Tegaskan Korban Transaksi Aset Bermasalah Launching Media Kontra Narasi, Survei HAI Catat Kepercayaan Publik terhadap Polri 78,3 Persen Rizki Juniansyah Naik Pangkat Jadi Kapten dan Pindah dari TNI AL ke AD Sidang Brigadir Nurhadi, Jaksa Ungkap Petunjuk Motif dari Kesaksian MALAM JUMAT KLIWON: YANG BANGKIT DARI KUBUR TIDAK SELALU MAYIT

Crime

Tragedi Jalan Jawa: Istri Tewas Dibekap Suami karena Penolakan Intim di Medan

badge-check


					Seorang wanita berinisial SW tewas dibekap suaminya sendiri di Medan Helvetia setelah menolak ajakan berhubungan intim. Pelaku Asrizal mematikan CCTV, tidur di samping jenazah korban, lalu berpura-pura kaget di hadapan mertua. Kasus ini menyoroti potret kelam kekerasan dalam rumah tangga(Foto:Istimewa) Perbesar

Seorang wanita berinisial SW tewas dibekap suaminya sendiri di Medan Helvetia setelah menolak ajakan berhubungan intim. Pelaku Asrizal mematikan CCTV, tidur di samping jenazah korban, lalu berpura-pura kaget di hadapan mertua. Kasus ini menyoroti potret kelam kekerasan dalam rumah tangga(Foto:Istimewa)

PRABAINSIGHT.COM – MEDAN – Di Medan Helvetia, sebuah rumah di Jalan Jawa mendadak berubah jadi panggung tragedi. Bukan thriller Hollywood, bukan juga drama Korea. Ini kisah tentang seorang suami bernama Asrizal  atau AS  yang sakit hati karena… ajakan “enak-enak” ditolak istrinya, SW.

Ya, sesederhana dan seseram  itu.

Dalam dunia normal, orang yang ditolak biasanya paling banter diem dua jam sambil rebahan, atau update status “wanita memang misterius”. Tapi di kepala AS, skripnya beda jauh. Alih-alih move on, ia malah menyiapkan rencana yang bikin merinding.

Cerita bermula pada Kamis (30/10). SW sedang memijat suaminya. Lagi pijat, AS minta jatah biologis. SW menolak. Bagi manusia pada umumnya, ini cuma episode kecil dalam rumah tangga. Bagi AS, ini apparently season finale.

Ia lalu mematikan CCTV. Bukan karena listrik hemat paket irit  tapi karena ia benar-benar ingin memastikan aksinya tak terekam. Di titik ini, nalar sudah pamit, empati sudah gugur, dan sisanya tinggal amarah yang salah alamat.

Jumat dini hari (31/10), tragedi itu terjadi. SW dibekap bantal hingga napasnya habis. Di rumah itu sebenarnya ada saksi paling getir: anak kandung SW  yang juga anak tiri pelaku. Ia mendengar teriakan, tapi tak berani keluar kamar. Bukan karena tak peduli, melainkan karena sudah terlalu lama hidup bersama figur ayah tiri yang katanya kerap kasar.

Ketakutan bisa jadi juga ikut terkunci di kamar malam itu.

Yang bikin bulu kuduk tambah dingin: setelah semuanya berakhir, AS bukannya panik atau lari. Ia malah tidur. Di sebelah jenazah istrinya. Dengan santai. Tenang. Seolah dunia baik-baik saja dan besok masih ada sarapan.

Pagi harinya, skenario sinetron dimulai. Ia menjemput ibu mertuanya ke pasar. Lalu pulang dengan wajah penuh pura-pura cemas dan berkata:

“Bu, kok SW nggak bangun-bangun ya?”

Kalimat yang terdengar pedih, kalau saja kita tidak tahu siapa dalang yang membuat SW “tak bangun selamanya”.

Kasus ini bukan sekadar kriminal. Ia adalah gambaran betapa berbahayanya ego yang memaksa cinta tunduk, betapa ngeri ketika tubuh istri dianggap hak milik, bukan keputusan bersama.

Kini AS tak lagi bersembunyi di balik drama. Ia harus mempertanggungjawabkan semuanya di balik jeruji tempat di mana bantal kembali jadi bantal, bukan senjata, dan “kejantanan” diuji tanpa korban.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Sidang Brigadir Nurhadi, Jaksa Ungkap Petunjuk Motif dari Kesaksian

16 Januari 2026 - 09:31 WIB

Polisi Colong Motor Polisi: Ironi Kehilangan di Markas Sendiri

10 Januari 2026 - 13:55 WIB

Panik, Utang, dan Pisau: Kronik Pembunuhan Anak Politikus di Cilegon

8 Januari 2026 - 05:06 WIB

Kasus Mahasiswi Unima di Tomohon: Surat Pengaduan, Dugaan Pelecehan, dan Penyelidikan Polda Sulut

4 Januari 2026 - 09:21 WIB

Sidang Etik Bripda Seili: Rekonstruksi Cekikan hingga Pertanyaan soal Niat Fatal

4 Januari 2026 - 09:00 WIB

Trending di Crime