Menu

Mode Gelap
3 Surpres Meluncur dari Istana ke DPR, Kursi Strategis Mulai Jadi Rebutan? GOR Terpadu Kota Bekasi Rp121 M Diduga Bermasalah, NCW Lapor KPK Ngopi Nggak Harus Serius: MILKLAB Ajak Coffee Lovers Keliling Kafe sambil Joget dan Berburu Hadiah Gusi Berdarah Bisa Berkaitan dengan Penyakit Kronis, dari Diabetes hingga Jantung Rumah Kontrakan Bakal Dipajaki 2027, Pengamat Minta Pemerintah Tak Samakan dengan Properti Komersial Temuan Senjata di YHI-PP Bermula dari Ruangan Terkunci, Kuasa Hukum: Kunci Masih Dipegang IWD

Crime

Tragedi Jalan Jawa: Istri Tewas Dibekap Suami karena Penolakan Intim di Medan

badge-check

Seorang wanita berinisial SW tewas dibekap suaminya sendiri di Medan Helvetia setelah menolak ajakan berhubungan intim. Pelaku Asrizal mematikan CCTV, tidur di samping jenazah korban, lalu berpura-pura kaget di hadapan mertua. Kasus ini menyoroti potret kelam kekerasan dalam rumah tangga(Foto:Istimewa) Perbesar

Seorang wanita berinisial SW tewas dibekap suaminya sendiri di Medan Helvetia setelah menolak ajakan berhubungan intim. Pelaku Asrizal mematikan CCTV, tidur di samping jenazah korban, lalu berpura-pura kaget di hadapan mertua. Kasus ini menyoroti potret kelam kekerasan dalam rumah tangga(Foto:Istimewa)

PRABAINSIGHT.COM – MEDAN – Di Medan Helvetia, sebuah rumah di Jalan Jawa mendadak berubah jadi panggung tragedi. Bukan thriller Hollywood, bukan juga drama Korea. Ini kisah tentang seorang suami bernama Asrizal  atau AS  yang sakit hati karena… ajakan “enak-enak” ditolak istrinya, SW.

Ya, sesederhana dan seseram  itu.

Dalam dunia normal, orang yang ditolak biasanya paling banter diem dua jam sambil rebahan, atau update status “wanita memang misterius”. Tapi di kepala AS, skripnya beda jauh. Alih-alih move on, ia malah menyiapkan rencana yang bikin merinding.

Cerita bermula pada Kamis (30/10). SW sedang memijat suaminya. Lagi pijat, AS minta jatah biologis. SW menolak. Bagi manusia pada umumnya, ini cuma episode kecil dalam rumah tangga. Bagi AS, ini apparently season finale.

Ia lalu mematikan CCTV. Bukan karena listrik hemat paket irit  tapi karena ia benar-benar ingin memastikan aksinya tak terekam. Di titik ini, nalar sudah pamit, empati sudah gugur, dan sisanya tinggal amarah yang salah alamat.

Jumat dini hari (31/10), tragedi itu terjadi. SW dibekap bantal hingga napasnya habis. Di rumah itu sebenarnya ada saksi paling getir: anak kandung SW  yang juga anak tiri pelaku. Ia mendengar teriakan, tapi tak berani keluar kamar. Bukan karena tak peduli, melainkan karena sudah terlalu lama hidup bersama figur ayah tiri yang katanya kerap kasar.

Ketakutan bisa jadi juga ikut terkunci di kamar malam itu.

Yang bikin bulu kuduk tambah dingin: setelah semuanya berakhir, AS bukannya panik atau lari. Ia malah tidur. Di sebelah jenazah istrinya. Dengan santai. Tenang. Seolah dunia baik-baik saja dan besok masih ada sarapan.

Pagi harinya, skenario sinetron dimulai. Ia menjemput ibu mertuanya ke pasar. Lalu pulang dengan wajah penuh pura-pura cemas dan berkata:

“Bu, kok SW nggak bangun-bangun ya?”

Kalimat yang terdengar pedih, kalau saja kita tidak tahu siapa dalang yang membuat SW “tak bangun selamanya”.

Kasus ini bukan sekadar kriminal. Ia adalah gambaran betapa berbahayanya ego yang memaksa cinta tunduk, betapa ngeri ketika tubuh istri dianggap hak milik, bukan keputusan bersama.

Kini AS tak lagi bersembunyi di balik drama. Ia harus mempertanggungjawabkan semuanya di balik jeruji tempat di mana bantal kembali jadi bantal, bukan senjata, dan “kejantanan” diuji tanpa korban.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Chat WhatsApp Terakhir Terduga Mutilasi Depok Terungkap, Sehari Kemudian Resign dari Tempat Kerja

7 Agustus 2026 - 20:39

Bau Busuk yang Dikira Bangkai Hewan Ternyata Jenazah Pria Tanpa Kepala, Warga Depok Syok Bukan Main

4 Agustus 2026 - 22:43

Lapor Hilang ke Polisi Disebut “Sudah Dewasa”, Feni Ere Akhirnya Ditemukan Tinggal Tulang Belulang

31 Juli 2026 - 18:05

Pilot Malaysia Airlines Jadi Tersangka, Bawa 25,1 Kg Ekstasi dan Sabu ke Soekarno-Hatta

31 Juli 2026 - 15:23

16 Kali Kemalingan Ayam, Kini Suami dan Anak Pemilik Ditahan Usai Kasus Maling Tewas di Tabanan

30 Juli 2026 - 16:04

Trending di Crime