Menu

Mode Gelap
Aliansi Aktivis 98 Bahas Laporan Jampidsus dalam Diskusi Reformasi 98 Bantah Tuduhan Penipuan, Nancy Fidelia Fatima Tegaskan Korban Transaksi Aset Bermasalah Launching Media Kontra Narasi, Survei HAI Catat Kepercayaan Publik terhadap Polri 78,3 Persen Rizki Juniansyah Naik Pangkat Jadi Kapten dan Pindah dari TNI AL ke AD Sidang Brigadir Nurhadi, Jaksa Ungkap Petunjuk Motif dari Kesaksian MALAM JUMAT KLIWON: YANG BANGKIT DARI KUBUR TIDAK SELALU MAYIT

Regional

Tri Taruna, Kasi Datun Kejari HSU yang Disebut Menabrak Petugas KPK dan Kabur Saat OTT

badge-check


					Kasi Datun Kejari Hulu Sungai Utara, Tri Taruna Fariadi, disebut kabur dan menabrak petugas KPK saat OTT di Kalimantan Selatan. Berikut profil dan rekam jejaknya.(Istimewa) Perbesar

Kasi Datun Kejari Hulu Sungai Utara, Tri Taruna Fariadi, disebut kabur dan menabrak petugas KPK saat OTT di Kalimantan Selatan. Berikut profil dan rekam jejaknya.(Istimewa)

PRABA INSIGHT – KALSEL – Nama Tri Taruna Fariadi mendadak nongol bukan karena prestasi, melainkan karena kisah kejar-kejaran yang bikin dahi berkerut. Kepala Seksi Perdata dan Tata Usaha Negara (Kasi Datun) Kejaksaan Negeri Hulu Sungai Utara (HSU), Kalimantan Selatan itu, dilaporkan kabur saat Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK.

Bukan cuma kabur, Tri Taruna juga disebut sempat menabrak petugas KPK ketika berusaha meloloskan diri. Adegan yang biasanya cuma muncul di film kriminal, kini mampir ke dunia penegakan hukum kita.

Lalu, siapa sebenarnya Tri Taruna?

Sebagai jaksa, rekam jejak Tri Taruna terbilang panjang. Ia sudah malang melintang di sejumlah daerah. Kariernya tercatat dimulai sebagai jaksa fungsional di Kejaksaan Negeri Martapura, Kalimantan Selatan, pada 2010.

Delapan tahun kemudian, tepatnya periode 2018–2019, Tri Taruna dipercaya menjabat sebagai Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus (Kasi Pidsus) di Kejaksaan Tinggi Kalimantan Selatan. Setelah itu, pada 2020, ia kembali menduduki posisi yang sama, kali ini di Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara.

Kariernya berlanjut hingga akhirnya ia menjabat sebagai Kasi Datun Kejari Hulu Sungai Utara sejak 2022 hingga sekarang.

Soal urusan harta kekayaan, Tri Taruna tercatat telah melaporkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) sebanyak delapan kali selama menjadi abdi negara. Semua laporan itu tercatat di laman resmi LHKPN.

Namun, ada catatan kecil yang tak bisa diabaikan. Dalam rentang waktu 2011 hingga 2017, ia tercatat tidak melaporkan harta kekayaannya.

Laporan pertamanya disampaikan pada 28 Oktober 2010, dengan total kekayaan yang dilaporkan sebesar Rp 20 juta. Angka yang, kalau dibandingkan hari ini, terasa seperti uang jajan.

Pasalnya, pada 31 Desember 2024, total harta kekayaan Tri Taruna dilaporkan melonjak drastis hingga mencapai Rp 1,6 miliar.

Kini, nama Tri Taruna bukan lagi sekadar daftar pejabat kejaksaan. Ia menjadi bagian dari cerita OTT KPK yang menyisakan banyak tanda tanya tentang jabatan, kekuasaan, dan bagaimana hukum kadang justru dikejar oleh orang yang seharusnya menegakkannya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Usai Bantuan Pemprov Dihentikan, Operasional Masjid Agung Bandung Bergantung pada Donasi

13 Januari 2026 - 06:56 WIB

Polisi Tipu Polisi: Polwan Gadungan Tipu Kapolres Pontianak

8 Januari 2026 - 08:56 WIB

Kepala Sekolah Gasak Dana BOS, Mobil Mewah dan Bus Jadi Bukti di Ponorogo

8 Januari 2026 - 08:44 WIB

Kisah Nenek Berlindung di Tanah Sendiri, Dianiaya Penambang Ilegal di Pasaman Timu

8 Januari 2026 - 05:41 WIB

Kematian Alfarisi di Rutan Medaeng: Sorotan KontraS atas Dugaan Kelalaian Negara

2 Januari 2026 - 10:13 WIB

Trending di Regional