Menu

Mode Gelap
GOR Terpadu Kota Bekasi Rp121 M Diduga Bermasalah, NCW Lapor KPK Ngopi Nggak Harus Serius: MILKLAB Ajak Coffee Lovers Keliling Kafe sambil Joget dan Berburu Hadiah Gusi Berdarah Bisa Berkaitan dengan Penyakit Kronis, dari Diabetes hingga Jantung Rumah Kontrakan Bakal Dipajaki 2027, Pengamat Minta Pemerintah Tak Samakan dengan Properti Komersial Temuan Senjata di YHI-PP Bermula dari Ruangan Terkunci, Kuasa Hukum: Kunci Masih Dipegang IWD Iran Belum Buka Selat Hormuz, Ajukan 5 Syarat ke AS: Sanksi hingga Ganti Rugi Perang

Regional

Tri Taruna, Kasi Datun Kejari HSU yang Disebut Menabrak Petugas KPK dan Kabur Saat OTT

badge-check

Kasi Datun Kejari Hulu Sungai Utara, Tri Taruna Fariadi, disebut kabur dan menabrak petugas KPK saat OTT di Kalimantan Selatan. Berikut profil dan rekam jejaknya.(Istimewa) Perbesar

Kasi Datun Kejari Hulu Sungai Utara, Tri Taruna Fariadi, disebut kabur dan menabrak petugas KPK saat OTT di Kalimantan Selatan. Berikut profil dan rekam jejaknya.(Istimewa)

PRABA INSIGHT – KALSEL – Nama Tri Taruna Fariadi mendadak nongol bukan karena prestasi, melainkan karena kisah kejar-kejaran yang bikin dahi berkerut. Kepala Seksi Perdata dan Tata Usaha Negara (Kasi Datun) Kejaksaan Negeri Hulu Sungai Utara (HSU), Kalimantan Selatan itu, dilaporkan kabur saat Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK.

Bukan cuma kabur, Tri Taruna juga disebut sempat menabrak petugas KPK ketika berusaha meloloskan diri. Adegan yang biasanya cuma muncul di film kriminal, kini mampir ke dunia penegakan hukum kita.

Lalu, siapa sebenarnya Tri Taruna?

Sebagai jaksa, rekam jejak Tri Taruna terbilang panjang. Ia sudah malang melintang di sejumlah daerah. Kariernya tercatat dimulai sebagai jaksa fungsional di Kejaksaan Negeri Martapura, Kalimantan Selatan, pada 2010.

Delapan tahun kemudian, tepatnya periode 2018–2019, Tri Taruna dipercaya menjabat sebagai Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus (Kasi Pidsus) di Kejaksaan Tinggi Kalimantan Selatan. Setelah itu, pada 2020, ia kembali menduduki posisi yang sama, kali ini di Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara.

Kariernya berlanjut hingga akhirnya ia menjabat sebagai Kasi Datun Kejari Hulu Sungai Utara sejak 2022 hingga sekarang.

Soal urusan harta kekayaan, Tri Taruna tercatat telah melaporkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) sebanyak delapan kali selama menjadi abdi negara. Semua laporan itu tercatat di laman resmi LHKPN.

Namun, ada catatan kecil yang tak bisa diabaikan. Dalam rentang waktu 2011 hingga 2017, ia tercatat tidak melaporkan harta kekayaannya.

Laporan pertamanya disampaikan pada 28 Oktober 2010, dengan total kekayaan yang dilaporkan sebesar Rp 20 juta. Angka yang, kalau dibandingkan hari ini, terasa seperti uang jajan.

Pasalnya, pada 31 Desember 2024, total harta kekayaan Tri Taruna dilaporkan melonjak drastis hingga mencapai Rp 1,6 miliar.

Kini, nama Tri Taruna bukan lagi sekadar daftar pejabat kejaksaan. Ia menjadi bagian dari cerita OTT KPK yang menyisakan banyak tanda tanya tentang jabatan, kekuasaan, dan bagaimana hukum kadang justru dikejar oleh orang yang seharusnya menegakkannya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

GOR Terpadu Kota Bekasi Rp121 M Diduga Bermasalah, NCW Lapor KPK

10 Agustus 2026 - 14:40

Diduga Provokasi Pedagang Pasar Baru Bekasi, Oknum W Dilaporkan ke Polisi

7 Agustus 2026 - 16:54

Dituduh Pakai Rekening Pribadi, Pengacara MSB Buka Suara Perihal Kasus Perumda Tirta Bhagasasi

5 Agustus 2026 - 17:05

Deni Muhammad Ali Ditunjuk Jadi Ketua Panitia Muaythai Porprov Jabar 2026

3 Agustus 2026 - 21:40

Perumda Tirta Bhagasasi Kena ‘Stroke Berat’, Utang Naik Laba Anjlok

3 Agustus 2026 - 14:52

Trending di News