Menu

Mode Gelap
Parliamentary Threshold 7 Persen, OSSO Sebut Demokrasi Bisa Dikuasai Partai Besar Saling Lapor di Jatiasih: Babak Baru Kasus Dugaan Pengeroyokan dan Lemparan Pot Resmi Dimutasi, Kombes Firman Kini Jabat Dirlantas Polda Metro Jaya Hari Purwanto Soroti Dugaan Kriminalisasi Dirjen Bea Cukai, Singgung Dampaknya ke Citra Presiden Prabowo Polda Papua Selatan dan Papua Pegunungan Dinilai Mendesak, Sandri Rumanama: Rakyat Butuh Kepastian Keamanan Ketika Pot Bunga Lebih Cepat Bicara daripada Mulut Tetangga di Jatirasa

Regional

Viral Bupati Bireuen Bahas Sawit Saat Meninjau Banjir, Warganet Geram

badge-check


					Video Bupati Bireuen Mukhlis Takabeya yang membahas sawit saat meninjau banjir viral dan menuai kritik warganet. Pernyataan itu dinilai tidak empatik terhadap warga terdampak.(Istimewa) Perbesar

Video Bupati Bireuen Mukhlis Takabeya yang membahas sawit saat meninjau banjir viral dan menuai kritik warganet. Pernyataan itu dinilai tidak empatik terhadap warga terdampak.(Istimewa)

PRABA INSIGHT – ACEH – Ada video yang belakangan ini sukses membuat warganet mendadak hipertensi tanpa perlu garam tambahan. Isinya? Sebuah momen istimewa ketika Bupati Bireuen, Mukhlis Takabeya, melakukan kunjungan banjir yang entah kenapa malah berubah seperti open house peluang investasi perkebunan.

Dalam video yang diunggah akun @pembasmi.kehaluan, Bupati Mukhlis terlihat didampingi Kapolres Bireuen, sedang menatap tanah pascabanjir dengan ekspresi ilmuwan yang baru nemuin planet baru. Warga sih berharap beliau bakal bilang, “Cepet kirim bantuan! Evakuasi warga! Perbaiki tanggul!” pokoknya kalimat-kalimat yang biasanya keluar dari pejabat saat kamera menyala.

Tapi tidak, saudara-saudara.

Pak Bupati justru memegang tanah berlumpur itu dengan takzim lalu berujar,

“Halus sekali tanahnya, ini paling bagus tanam sawit. Sawit ini kayak pohon rumbia, akarnya bagus menyerap.”

Kalimat yang mungkin maksudnya analisis tanah, tapi terdengar seperti brosur pengembang kebun sawit yang kebetulan tersesat di lokasi bencana. Warga masih sibuk menyelamatkan kasur, sementara Bupati sudah membayangkan hamparan sawit hijau yang menguntungkan.

Tidak heran ucapan “visioner” ini langsung panen komentar pedas dari warganet yang kalau sudah ngamuk, algoritma pun ikut bergetar.

Beberapa komentar bahkan naik level dari nyinyir menjadi stand-up comedy:

  • Ide Reboisasi Ekstrem: “Bapa aja yang di tanam mau? Lebih bagus malah kalo bapa di tanam,” tulis @khlf*****, menawarkan alternatif penghijauan yang… ya begitulah.
  • Prediksi Firaun Mode: “Gaya bicara dan gaya tangannya… aura Fir’aun banget,” kata angga*****.
  • Kamus Ekonomi Bencana: “Bencana = Cuan nih. Tanam pak, biar rumahmu penuh uang. Hatinya isinya uang semuaaa,” komentar @snow.mar***** yang sepertinya sudah ahli membaca niat pejabat.

Sampai saat ini, belum ada klarifikasi resmi dari Pak Bupati apakah ucapannya itu sekadar refleks, analisis agronomi spontan, atau justru kode keras untuk masa depan alih fungsi lahan.

Yang jelas: warga Bireuen butuh sembako, selimut, dan bantuan nyata. Bukan bibit sawit, bukan brosur perkebunan, apalagi seminar motivasi investasi sawit di tengah banjir.


Penulis : Ristanto | Editor : Ivan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Saling Lapor di Jatiasih: Babak Baru Kasus Dugaan Pengeroyokan dan Lemparan Pot

11 Mei 2026 - 18:57

Ketika Pot Bunga Lebih Cepat Bicara daripada Mulut Tetangga di Jatirasa

9 Mei 2026 - 19:56

Terjerat Kasus Penggelapan, Perpanjangan KITAS Bos WNA di Bekasi Dipertanyakan

8 Mei 2026 - 14:27

Bekasi Kota Beracun Nomor 2 Dunia, Bantargebang Hasilkan Gas Metana 6,3 Ton per Jam

6 Mei 2026 - 22:50

Tersangka Kasus Santriwati di Pati Diduga Kabur, Polisi Siapkan Jemput Paksa

6 Mei 2026 - 19:53

Trending di Crime