Menu

Mode Gelap
BHR Ojol Naik 100%, Aplikator Rogoh Rp220 Miliar: Lebaran Tahun Ini Lebih “Nendang” buat Mitra? Di Balik Framing Negatif Polri, Sandri Rumanama Buka Suara Heboh! Ledakan di Kauman Ponorogo Terdengar hingga Kilometeran, Satu Rumah Rusak Parah Rudal Balistik Iran Hantam Kantor Perdana Menteri Israel, ini kata PM Netanyahu Blok M Mendadak Mistis: Luna Maya Perkenalkan Film “Santet Dosa di Atas Dosa” In Memoriam Try Sutrisno, Mantan Panglima ABRI dan Wapres RI ke-6

News

Kudeta Ala Alumni: Ketika Jabatan Ketua PB IKA-PMII Mau Direbut Tanpa Rapat

badge-check


					Tiga petinggi PB IKA-PMII, yakni Akhmad Muqowam, Slamet Ariyadi, dan Sudarto SM, menyampaikan klarifikasi soal status hukum kepengurusan periode 2025–2030.(Foto:doc.Istimewa)

Perbesar

Tiga petinggi PB IKA-PMII, yakni Akhmad Muqowam, Slamet Ariyadi, dan Sudarto SM, menyampaikan klarifikasi soal status hukum kepengurusan periode 2025–2030.(Foto:doc.Istimewa)

PRABA INSIGHT- Dunia alumni memang penuh kejutan. Tapi yang ini agak kebangetan. Di tengah semangat musyawarah mufakat Musyawarah Nasional (Munas) VII IKA-PMII yang berjalan sah dan formal, tiba-tiba muncul oknum yang ngaku-ngaku sebagai pengurus baru. Bukan lewat pemilu, bukan lewat konsensus, tapi langsung nembak lewat SK Kemenkumham. Keren, tapi sayangnya nggak sah.

Tiga tokoh utama IKA-PMII, yakni Sahabat Drs. H. Akhmad Muqowam (Ketua Majelis Pertimbangan), Sahabat H. Slamet Ariyadi, S.Psi., M.Sos (Ketua Umum Terpilih), dan Sahabat H. Sudarto SM, S.Pd.I., M.M (Sekretaris Jenderal), pun akhirnya buka suara. Intinya: nggak usah ngaku-ngaku kalau bukan hasil Munas.

Kronologi Munas: Serius, Tertib, dan Penuh Proses

Munas VII IKA-PMII bukan ajang kumpul alumni yang cuma isinya nostalgia dan foto bareng. Digelar pada 21–23 Februari 2025 di Hotel Grand Sahid Jaya Jakarta, forum ini membahas banyak hal serius—dari tata tertib sidang, laporan pertanggungjawaban pengurus sebelumnya, hingga pembahasan AD/ART dan program kerja.

Puncaknya adalah Sidang Pleno IV yang mengatur mekanisme pemilihan Ketua Umum dan Formatur. Tapi karena suasana agak “memanas” (mungkin karena debatnya lebih seru dari debat capres), sidang diskors. Lanjutannya digelar pada 27 Mei 2025 di Hotel Pomelotel Jakarta.

Dan hasilnya? Lewat musyawarah mufakat, Sahabat H. Slamet Ariyadi resmi ditetapkan sebagai Ketua Umum PB IKA-PMII masa khidmat 2025–2030. Semua sesuai mekanisme, bukan ngasal, apalagi ngaku-ngaku.

Tiba-tiba Ada SK: “Perubahan Akta” yang Bikin Dahi Berkerut

Masalah muncul ketika ada pihak yang mencatut nama PB IKA-PMII dan mendaftarkan perubahan akta ke Kementerian Hukum dan HAM. SK itu terbit dengan nomor AHU-0000589.AH.01.08 Tahun 2025 tertanggal 11 April 2025. Ini ibarat main Monopoli tapi tiba-tiba ada yang ngaku-ngaku punya rumah di semua petak.

Langkah itu dinilai bertentangan dengan AD/ART organisasi dan disebut sebagai tindakan ilegal. Dalam dunia organisasi, ngotot jadi pengurus tanpa proses sah itu seperti masuk bioskop tanpa tiket—bisa ditertawakan atau dikeluarkan.

Jalur Hukum Ditempuh, Negara Harus Tahu

PB IKA-PMII tak tinggal diam. Mereka mengajukan surat keberatan ke Menteri Hukum dan HAM serta banding administratif ke Presiden Republik Indonesia. Tak cukup di situ, mereka juga menggugat keputusan tersebut ke PTUN Jakarta. Harapannya? SK yang dianggap ilegal itu dibatalkan, dan organisasi kembali berjalan sesuai jalur.

Penulis: Deny Darmono | Editor; Ivan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

BHR Ojol Naik 100%, Aplikator Rogoh Rp220 Miliar: Lebaran Tahun Ini Lebih “Nendang” buat Mitra?

3 Maret 2026 - 14:12 WIB

Di Balik Framing Negatif Polri, Sandri Rumanama Buka Suara

3 Maret 2026 - 13:08 WIB

In Memoriam Try Sutrisno, Mantan Panglima ABRI dan Wapres RI ke-6

2 Maret 2026 - 13:36 WIB

Video Balap Liar di Lampu Merah Berujung Kecelakaan, Pengendara Tabrakan

1 Maret 2026 - 18:50 WIB

Ini Penjelasan Status AKBP Didik: PTDH, Non-Job di Yanma, tapi Gaji Pokok Masih Dibayar

1 Maret 2026 - 18:43 WIB

Trending di News