Menu

Mode Gelap
Modus Janji Kredit Miliaran, Dwi Febrie Endaryanto Resmi Dilaporkan ke Polda Metro Jaya Status Febrie Adriansyah Resmi Jadi Tersangka, Ditahan Tanpa Borgol dan Rompi Pink: Privilege atau SOP? DPC PKB Kota Bekasi Patok Target 7 Kursi di Pemilu 2029 di Harlah ke-28 Pidato Prabowo Lagi-Lagi Bikin Ramai: Kali Ini Jurnalis, LSM, dan Pengamat Disebut “Londo Ireng” Video Alphard Terobos Lampu Merah Viral, Pramono Minta Satpam Tak Dipecat dan Polisi Bertindak Tegas Heboh Suzuki Thunder Dilarang Isi BBM, Pertamina Akhirnya Buka Suara

Regional

Senator ARK Minta Papua Barat Daya Stop Bergantung Transferan: “Kalau Mau Maju, Harus Berani Mandiri”

badge-check

Senator Agustinus Robianus Kambuaya (ARK) meminta Papua Barat Daya memperkuat PAD, berhenti bergantung pada transfer pusat, dan fokus pada program ekonomi produktif.(Ist) Perbesar

Senator Agustinus Robianus Kambuaya (ARK) meminta Papua Barat Daya memperkuat PAD, berhenti bergantung pada transfer pusat, dan fokus pada program ekonomi produktif.(Ist)

PRABA INSIGHT- SORONG – Senator Agustinus Robianus Kambuaya, atau yang lebih akrab disebut ARK, muncul dengan pesan yang cukup menohok tapi penting: pemerintah daerah jangan terus-terusan hidup dari “transferan” pusat. Menurutnya, sudah saatnya daerah mulai mikir kreatif, bukan cuma nunggu anggaran turun seperti anak kost menunggu kiriman bulanan.

“Selama ini pemerintah daerah terlalu bergantung dan menengadah ke atas, seolah hanya menunggu belas kasihan transfer,” kata ARK, yang memang dikenal kerap bicara lugas. Ia menegaskan bahwa roh otonomi daerah itu sebenarnya kemandirian terutama dalam urusan pendapatan.

ARK menjelaskan, kemandirian fiskal itu bukan sekadar istilah keren dalam dokumen perencanaan, tapi kemampuan nyata daerah untuk membiayai belanja rutin sampai pembangunan tanpa bergantung penuh pada pusat. Kalau pendapatan daerah kuat, katanya, Pemda bisa menentukan prioritas sesuai keinginan warganya, bukan sekadar ikut program yang “datangnya dari atas”.

Senator muda yang sering disebut brilian itu menyoroti pentingnya Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang stabil dan meningkat. Karena kalau PAD kuat, proyek pembangunan tidak mudah mandek gara-gara pusat tiba-tiba mengubah kebijakan. Apalagi komponen PAD sebenarnya banyak: dari pajak hotel, restoran, hiburan, reklame, sampai parkir dan retribusi layanan publik seperti kesehatan dan kebersihan. Papua Barat Daya, katanya, punya potensi pariwisata yang bisa jadi mesin PAD kalau dikelola serius, bukan cuma dijadikan foto-foto buat brosur.

Dengan kebijakan efisiensi anggaran yang sedang berjalan, ARK mengingatkan Pemda supaya anggaran yang ada jangan dibagi-bagi ke sektor yang tidak produktif. “Menuntut penambahan anggaran dari pemerintah pusat tanpa mendorong pertumbuhan ekonomi sama dengan menipu diri, menipu rakyat, dan menipu pemerintah pusat,” ujarnya sebuah kalimat yang terdengar seperti tamparan halus tapi berisi.

ARK juga menyinggung contoh sukses dari daerah lain. Maluku Utara, misalnya, punya UMKM rempah dan ekspor kelapa yang berkembang pesat tanpa bergantung pada tambang. Jawa Timur pun kuat di peternakan dan pertanian. Artinya, kata ARK, Papua Barat Daya juga bisa menemukan jalannya sendiri kalau mau.

Karena itu, ia meminta Papua Barat Daya menyusun program konkret untuk mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus menjaga inflasi tetap jinak. Belanja akhir tahun, menurutnya, harus diarahkan agar uang benar-benar berputar di tengah masyarakat, bukan sekadar menghabiskan anggaran.

Pesannya sederhana tapi tegas: kalau mau maju, jangan terus menengadah. Bangkit, gali potensi, dan jadilah daerah yang mandiri.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

DPC PKB Kota Bekasi Patok Target 7 Kursi di Pemilu 2029 di Harlah ke-28

25 Juli 2026 - 00:52

Buntut Sidang Tipikor, Kadis SDABMBK Kabupaten Bekasi Dilaporkan ke KPK

14 Juli 2026 - 19:23

Masalah Data Adminduk Bekasi Utara Dibahas, Rizki Topananda Dorong Pemutakhiran

11 Juli 2026 - 15:14

Benteng Keluarga dan Raperda LGBTQ Kota Bekasi ala Chairun Nisa

11 Juli 2026 - 12:09

Kabar Baik: Lulusan BLK Indramayu Siap Gaspol Garap Daihatsu Langsung di Jepang!

2 Juli 2026 - 19:16

Trending di News