Menu

Mode Gelap
Ramai Program MBG, Pelajar Sumsel Justru Soroti Hal yang Jarang Dibahas Waduh! Pasien Puskesmas Rawa Tembaga Diduga Terima Obat Kedaluwarsa, Dinkes Kota Bekasi Turun Tangan! Kapolri Angkat Tangan soal Penangguhan Penahanan Roy Suryo dan dr Tifa: “Sudah Bukan Kewenangan Polri” Garuda di Dadaku Ramaikan Jakarta Fair 2026, Keanu Azka dan Quinn Salman Diserbu Penggemar Cilik MILKLAB Ajak Pecinta Kopi Keliling Kafe Jakarta, Berburu Signature Drink Sambil Koleksi Hadiah Demo Dukung MBG di Monas: Dapat Wajan Baru dan Uang Transport 100 ribuan, Uangnya dari Mana?

Regional

Ahmad Luthfi Kampanye Hemat Energi Naik Sepeda Ratusan Juta, Publik: Ini Hemat atau Gaya?

badge-check


					Gubernur Jateng Ahmad Luthfi jadi sorotan usai gowes pakai sepeda listrik seharga ratusan juta. Benarkah kampanye hemat energi atau sekadar gaya?(Istimewa) Perbesar

Gubernur Jateng Ahmad Luthfi jadi sorotan usai gowes pakai sepeda listrik seharga ratusan juta. Benarkah kampanye hemat energi atau sekadar gaya?(Istimewa)

PRABAINSIGHT.COM – SEMARANG – Kalau biasanya kampanye hemat energi identik dengan matiin lampu atau cabut charger yang nggak dipakai, di Jawa Tengah ceritanya agak naik level. Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, memilih cara yang lebih “niat”: berangkat kerja naik sepeda listrik gunung. Masalahnya, ini bukan sepeda biasa yang kamu parkir di depan warung.

Ini sepeda yang harganya bisa bikin motor matic langsung minder.

Di media sosial, aksi gowes sang gubernur langsung jadi bahan obrolan. Bukan karena sepedanya dikayuh pelan atau cepat, tapi karena jenisnya: Specialized Turbo Levo sebuah e-MTB (electric mountain bike) yang desainnya futuristik, full suspension, dan tentu saja… mahal.

Di pasar Indonesia, sepeda ini disebut-sebut punya harga mulai dari Rp130 juta sampai Rp190 juta. Kalau kamu tipe yang nggak mau setengah-setengah, varian tertingginya bahkan bisa tembus di atas Rp250 juta. Iya, ini sepeda, bukan DP rumah.

Secara teknologi, memang nggak kaleng-kaleng. Motor listriknya sudah terintegrasi di rangka, baterainya disembunyikan rapi, dan yang paling penting: dia bisa bantu ngedorong tenaga saat dikayuh. Jadi kalau capek sedikit, tinggal biarkan teknologi bekerja. Cocok buat segala medan, dari jalur gunung sampai jalanan kota yang penuh drama.

Nah, di sinilah netizen mulai terbelah. Di satu sisi, kampanye hemat energi pakai sepeda tentu patut diapresiasi. Tapi di sisi lain, muncul pertanyaan sederhana: kalau alatnya sendiri pakai barang premium, ini masih kampanye hemat atau sudah masuk kategori flexing ramah lingkungan?

Menanggapi ramainya obrolan, Ahmad Luthfi buru-buru meluruskan. Katanya, sepeda itu bukan miliknya. Ia hanya meminjamnya saat kegiatan gowes bareng jajaran OPD pada Kamis pagi (9/4).

Jadi, ini bukan soal koleksi pribadi, tapi lebih ke properti dadakan buat acara.

Meski begitu, cerita ini tetap menyisakan satu pelajaran menarik: di era sekarang, bahkan niat baik seperti hemat energi pun bisa berubah jadi bahan debat publik tergantung alat yang dipakai.

Karena ya, jujur saja, kalau kamu kampanye hidup sederhana tapi alatnya setara harga mobil bekas, wajar kalau orang jadi mikir dua kali.(van)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Waduh! Pasien Puskesmas Rawa Tembaga Diduga Terima Obat Kedaluwarsa, Dinkes Kota Bekasi Turun Tangan!

23 Juni 2026 - 12:16

Kadisporapar Tanjungbalai Gandeng Aktivis KAMMI, Ini Tujuannya

23 Juni 2026 - 10:48

Hebat! 100 Difabel di Karawang Siap Dobrak Tembok Kaku Dunia Industri

20 Juni 2026 - 16:43

Keren! Kolaborasi LSPR, Kombas dan Lansia Jatiasih Cetak Batik di SAPA Lansia Vol. 2

20 Juni 2026 - 14:06

Dugaan Penipuan Lahan di Bekasi, Kades Sarimukti Dilaporkan ke Polisi

19 Juni 2026 - 15:26

Trending di News