Menu

Mode Gelap
Rumah Dokter Tua di Pakem Orderan yang Tidak Pernah Selesai 4 Prajurit BAIS TNI Jadi Terdakwa, Motif Penyiraman Aktivis KontraS Diduga Dendam Pribadi Bongkar Kelicikan Ade Armando, Potong Ceramah JK Demi Adsense dan Balas Dendam Politik. Ketegangan Ibadah di Yerusalem: Israel Perketat Akses Minggu Palma, Pemimpin Gereja Protes Proyek Motor Listrik Rp1,2 Triliun untuk BGN Disorot, Kantor Pemenang Tender Mendadak Dijaga Aparat Ahmad Luthfi Kampanye Hemat Energi Naik Sepeda Ratusan Juta, Publik: Ini Hemat atau Gaya?

Regional

Ahmad Luthfi Kampanye Hemat Energi Naik Sepeda Ratusan Juta, Publik: Ini Hemat atau Gaya?

badge-check


					Gubernur Jateng Ahmad Luthfi jadi sorotan usai gowes pakai sepeda listrik seharga ratusan juta. Benarkah kampanye hemat energi atau sekadar gaya?(Istimewa) Perbesar

Gubernur Jateng Ahmad Luthfi jadi sorotan usai gowes pakai sepeda listrik seharga ratusan juta. Benarkah kampanye hemat energi atau sekadar gaya?(Istimewa)

PRABAINSIGHT.COM – SEMARANG – Kalau biasanya kampanye hemat energi identik dengan matiin lampu atau cabut charger yang nggak dipakai, di Jawa Tengah ceritanya agak naik level. Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, memilih cara yang lebih “niat”: berangkat kerja naik sepeda listrik gunung. Masalahnya, ini bukan sepeda biasa yang kamu parkir di depan warung.

Ini sepeda yang harganya bisa bikin motor matic langsung minder.

Di media sosial, aksi gowes sang gubernur langsung jadi bahan obrolan. Bukan karena sepedanya dikayuh pelan atau cepat, tapi karena jenisnya: Specialized Turbo Levo sebuah e-MTB (electric mountain bike) yang desainnya futuristik, full suspension, dan tentu saja… mahal.

Di pasar Indonesia, sepeda ini disebut-sebut punya harga mulai dari Rp130 juta sampai Rp190 juta. Kalau kamu tipe yang nggak mau setengah-setengah, varian tertingginya bahkan bisa tembus di atas Rp250 juta. Iya, ini sepeda, bukan DP rumah.

Secara teknologi, memang nggak kaleng-kaleng. Motor listriknya sudah terintegrasi di rangka, baterainya disembunyikan rapi, dan yang paling penting: dia bisa bantu ngedorong tenaga saat dikayuh. Jadi kalau capek sedikit, tinggal biarkan teknologi bekerja. Cocok buat segala medan, dari jalur gunung sampai jalanan kota yang penuh drama.

Nah, di sinilah netizen mulai terbelah. Di satu sisi, kampanye hemat energi pakai sepeda tentu patut diapresiasi. Tapi di sisi lain, muncul pertanyaan sederhana: kalau alatnya sendiri pakai barang premium, ini masih kampanye hemat atau sudah masuk kategori flexing ramah lingkungan?

Menanggapi ramainya obrolan, Ahmad Luthfi buru-buru meluruskan. Katanya, sepeda itu bukan miliknya. Ia hanya meminjamnya saat kegiatan gowes bareng jajaran OPD pada Kamis pagi (9/4).

Jadi, ini bukan soal koleksi pribadi, tapi lebih ke properti dadakan buat acara.

Meski begitu, cerita ini tetap menyisakan satu pelajaran menarik: di era sekarang, bahkan niat baik seperti hemat energi pun bisa berubah jadi bahan debat publik tergantung alat yang dipakai.

Karena ya, jujur saja, kalau kamu kampanye hidup sederhana tapi alatnya setara harga mobil bekas, wajar kalau orang jadi mikir dua kali.(van)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Niat Lunasi Utang Rp2,5 Miliar, Nasabah Ini Malah Dipersulit Bank Data OJK Cuma Rp330 Juta

16 April 2026 - 20:06

Pasien di Karawang Alami Cacat Permanen, Dokter RSU Fikri Medika Dilaporkan

15 April 2026 - 20:16

Oknum Kadis Pertanian Labuan Bajo Diduga Nikah Siri, Istri: Habis Manis Sepah Dibuang

14 April 2026 - 11:39

Oknum DPRD Kabupaten Bekasi Jadi Tersangka Pengeroyokan, Korban: Kok Belum Ditahan?

13 April 2026 - 23:11

Keren! Perumda Tirta Patriot Borong Penghargaan TOP BUMD Awards 2026

13 April 2026 - 23:02

Trending di News