Menu

Mode Gelap
Kisah Skandal Sum Kuning: Dari Korban Jadi Tersangka, Saat Hukum Tunduk pada Kuasa Daycare yang Harusnya Aman, Justru Jadi Mimpi Buruk: Dugaan Kekerasan di Little Aresha Yogya Bikin Orang Tua Datangi Polisi Dulu Kejar Bandar, Kini Diduga Jadi “Bos” dari Balik Jeruji: Aipda Robig Dipindah ke Nusakambangan Akhir 22 Tahun “Zona Abu-Abu”: UU PPRT Resmi Disahkan, Pekerja Rumah Tangga Kini Punya Perlindungan Nyata Kemenpan RB Tegur Keras DLH Bekasi, Putusan PTUN Kok Dicuekin? Viral di Media Sosial: Drama Calon Pengantin di Salon Madiun, Dari Fitting Baju Jadi Ajang Banting HP

Crime

Karyawan Tambang di Konawe Utara Diduga Dianiaya Rekan Kerja, Lapor Polisi Malah Diancam PHK

badge-check


					Karyawan PT Putra Perkasa Abdi di Konawe Utara mengaku dianiaya rekan kerja di mess perusahaan dan mendapat tekanan serta ancaman PHK saat menempuh jalur hukum.(Istimewa) Perbesar

Karyawan PT Putra Perkasa Abdi di Konawe Utara mengaku dianiaya rekan kerja di mess perusahaan dan mendapat tekanan serta ancaman PHK saat menempuh jalur hukum.(Istimewa)

PRABAINSIGHT.COM – KONAWE – Kadang yang bikin capek kerja bukan cuma target produksi, tapi juga drama yang datang tanpa aba-aba. Di Konawe Utara, kisah itu dialami Ismail (25), seorang karyawan produksi di PT Putra Perkasa Abdi Site MLT.

Ceritanya bermula pada Jumat (17/04/2026) dini hari, ketika hujan deras memaksa aktivitas produksi berhenti. Sekitar pukul 01.10 WITA, Ismail kembali ke mess. Niatnya sederhana: istirahat. Tapi malam itu ternyata punya rencana lain.

Sempat berada di luar kamar, Ismail kemudian dipanggil oleh rekan kerjanya yang belakangan disebut sebagai terduga pelaku untuk masuk ke dalam. Bukannya ngobrol santai, suasana langsung panas. Ia dimarahi soal pakaian kotor yang disimpan di dalam kamar.

Ismail sebenarnya sudah memberi penjelasan. Katanya, pakaian itu sengaja disimpan agar tidak dipakai orang lain sebagai lap. Tapi rupanya penjelasan itu tidak cukup meredam emosi.

“Namun pelaku tetap emosi, lalu menarik kerah baju saya dan mendorong hingga terjatuh ke ranjang,” kata Ismail, saat dihubungi wartawan Sultrainformasi.id, Sabtu (18/04/2026).

Dari situ, situasi makin liar. Ismail mengaku mengalami dugaan kekerasan fisik dipukul di bagian bibir hingga luka dan berdarah. Ranjang tempat ia terjatuh pun ikut jadi korban, ditendang sampai rusak.

Belum selesai, ia juga disebut diseret keluar kamar. Dalam momen itu, pipi kirinya terbentur pintu hingga membengkak. Malam yang awalnya cuma terganggu hujan berubah jadi rangkaian kejadian yang lebih menyakitkan dari sekadar lembur.

Setelah kejadian, Ismail melapor ke pengawas area. Pihak perusahaan sempat mencoba jalan damai lewat mediasi. Tapi Ismail memilih jalur lain: hukum. Ia melaporkan kejadian tersebut ke kepolisian dan menjalani visum untuk memperkuat bukti luka yang dialaminya.

Masalahnya, keputusan itu tidak datang tanpa konsekuensi. Di tengah proses, Ismail mengaku mendapat tekanan agar mencabut laporan. Bahkan, ia menyebut ada ancaman Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) bukan cuma untuk dirinya, tapi juga pelaku jika kasus ini terus berlanjut.

“Kalau memang di-PHK berdua, lalu apa gunanya aturan dibuat,” ujarnya.

Tekanan itu disebut berlanjut. Pada April 2026, Ismail kembali dipanggil oleh pimpinan departemen produksi. Dalam pertemuan tersebut, ia lagi-lagi diingatkan soal kemungkinan PHK jika tetap memilih menempuh jalur hukum.

Di titik ini, ceritanya jadi bukan sekadar soal dugaan penganiayaan, tapi juga tentang pilihan: diam demi aman, atau bersuara dengan segala risikonya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Daycare yang Harusnya Aman, Justru Jadi Mimpi Buruk: Dugaan Kekerasan di Little Aresha Yogya Bikin Orang Tua Datangi Polisi

26 April 2026 - 23:35

Dulu Kejar Bandar, Kini Diduga Jadi “Bos” dari Balik Jeruji: Aipda Robig Dipindah ke Nusakambangan

26 April 2026 - 23:25

iPhone Rp2 Juta Berujung Parang: Drama Emosi Pembeli di Toko HP Medan yang Viral

21 April 2026 - 16:39

Ketua Golkar Malra Nus Kei Tewas Ditusuk di Bandara, Salah Satu Pelaku Diduga Atlet MMA

21 April 2026 - 16:28

Tolak Permintaan Rp500 Ribu untuk Miras, Tuan Rumah Hajatan di Purwakarta Tewas Dikeroyok Preman

5 April 2026 - 10:49

Trending di Crime