PRABAINSIGHT.COM – MEDAN – era ketika promo iPhone bisa bikin orang lupa logika, kisah ini datang seperti tamparan: murah boleh, tapi kalau terlalu murah, ya patut curiga. Tapi sayangnya, kesadaran itu datang belakangan bagi AP (28), seorang perempuan di Medan yang kini justru berurusan dengan polisi setelah emosinya meledak di toko ponsel.
Peristiwa ini viral di media sosial. Dalam video yang beredar, AP terlihat membawa senjata tajam sambil meluapkan kemarahan di dalam toko ponsel PStore. Suasana mendadak tegang. Orang-orang di sekitar panik, sebagian menjauh, sebagian lagi sibuk merekam karena, tentu saja, ini Indonesia.
Berawal dari Promo “Terlalu Indah untuk Nyata”
Cerita klasik: lihat promo, tergiur, transfer. AP awalnya menemukan penawaran iPhone 13 seharga Rp2 juta di media sosial milik toko tersebut. Harga yang, kalau dipikir pakai akal sehat, sebenarnya sudah mencurigakan. Tapi ya begitulah, kadang harapan lebih keras suaranya daripada logika.
Tanpa banyak pikir panjang, AP langsung mentransfer uang sesuai harga promo. Masalahnya, setelah uang dikirim, cerita tidak berhenti. Justru baru dimulai.
Pihak toko kembali meminta tambahan dana sebesar Rp3,5 juta dengan dalih “jaminan”. Setelah itu, permintaan uang terus berlanjut. Sampai akhirnya total uang yang sudah keluar dari rekening AP tembus Rp10 juta.
Sialnya, iPhone yang dijanjikan tak kunjung datang.
“Pelaku mentransfer dan dimintai lagi sampai kerugiannya Rp 10 juta. Tapi, HP yang sudah dipesan tidak kunjung datang,” ujar Kanit Reskrim Polsek Medan Kota, Iptu Poltak Tambunan.
Dari Kecewa Jadi Meledak
Merasa ditipu dan dipermainkan, AP memutuskan datang langsung ke toko untuk meminta pertanggungjawaban. Ia bertemu dengan salah satu karyawan, Adelia Nurhamdah (26).
Yang awalnya mungkin hanya niat klarifikasi, berubah jadi adu argumen. Dan seperti banyak konflik lain yang tak selesai dengan kepala dingin, situasi pun memanas.
Dalam kondisi emosi memuncak, AP mengambil parang dari dalam tasnya. Kalimat yang keluar pun tak lagi bisa ditarik kembali.
“Pelaku mengambil parang di dalam tasnya dan mengancam korban dengan berkata ‘penipu kalian semua, kembalikan uang aku’,” sebut Poltak.
Di titik ini, cerita berubah dari soal dugaan penipuan jadi urusan kriminal baru: pengancaman.
Diamankan Sebelum Keadaan Makin Kacau
Beruntung, aksi tersebut tidak berujung lebih buruk. Petugas keamanan bersama warga sekitar bergerak cepat mengamankan situasi sebelum ada korban.
AP kemudian diserahkan ke pihak kepolisian. Kini, ia diamankan di Polsek Medan Kota untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
“Pelaku mengaku mengancam korban karena merasa tertipu dengan toko Ps Store,” kata Poltak.











