Menu

Mode Gelap
Kisah Skandal Sum Kuning: Dari Korban Jadi Tersangka, Saat Hukum Tunduk pada Kuasa Daycare yang Harusnya Aman, Justru Jadi Mimpi Buruk: Dugaan Kekerasan di Little Aresha Yogya Bikin Orang Tua Datangi Polisi Dulu Kejar Bandar, Kini Diduga Jadi “Bos” dari Balik Jeruji: Aipda Robig Dipindah ke Nusakambangan Akhir 22 Tahun “Zona Abu-Abu”: UU PPRT Resmi Disahkan, Pekerja Rumah Tangga Kini Punya Perlindungan Nyata Kemenpan RB Tegur Keras DLH Bekasi, Putusan PTUN Kok Dicuekin? Viral di Media Sosial: Drama Calon Pengantin di Salon Madiun, Dari Fitting Baju Jadi Ajang Banting HP

Crime

Daycare yang Harusnya Aman, Justru Jadi Mimpi Buruk: Dugaan Kekerasan di Little Aresha Yogya Bikin Orang Tua Datangi Polisi

badge-check


					Puluhan orang tua lapor ke Polresta Yogyakarta usai dugaan kekerasan di Daycare Little Aresha Yogya terungkap. Anak disebut diikat dan ditelantarkan, kasus masih didalami polisi. Perbesar

Puluhan orang tua lapor ke Polresta Yogyakarta usai dugaan kekerasan di Daycare Little Aresha Yogya terungkap. Anak disebut diikat dan ditelantarkan, kasus masih didalami polisi.

PRABAINSIGHT.COM – DIY –  Daycare seharusnya jadi tempat paling “aman kedua” setelah rumah. Tempat orang tua menitipkan anak dengan harapan: pulang kerja, anak baik-baik saja.

Tapi harapan itu runtuh di Daycare Little Aresha Yogya.

Sabtu (25/4), puluhan orang tua mendatangi Polresta Yogyakarta. Mereka datang bukan untuk konsultasi biasa, tapi menuntut kejelasan atas dugaan kekerasan dan penelantaran anak yang terjadi di daycare tersebut.

Salah satu orang tua, Choi, datang dengan emosi yang sulit disembunyikan. Suaranya bergetar, air matanya tak terbendung.

Padahal, anaknya baru kurang dari sebulan dititipkan di sana.

Momen paling menghancurkan datang saat ia hendak menjemput anaknya pada Jumat (24/4). Bukannya disambut suasana normal, ia justru mendapati lokasi daycare sudah didatangi polisi.

Dan apa yang ia lihat di dalam, jauh dari kata wajar.

Anaknya ditemukan dalam kondisi yang disebutnya tidak manusiawi: ditidurkan di lantai, tanpa pakaian, dengan tangan dan kaki diikat menggunakan kain.

“Dan itu nggak dikasih baju. Barusan saya lihat kenapa nangis, karena melihat kondisi anak saya tangannya diborgol (diikat). Bukan dibedong, diikat,” ujar Choi saat ditemui Pandangan Jogja, Sabtu (25/4).

Yang membuat situasi ini makin pahit: selama ini, menurut Choi, pemilik daycare terlihat seperti sosok yang baik-baik saja. Tidak ada tanda-tanda mencurigakan di permukaan.

Meski begitu, ia mengakui sempat merasakan kejanggalan kecil—yang belakangan terasa jadi potongan puzzle yang terlambat disadari.

Salah satunya soal CCTV. Tidak ada akses pemantauan real-time untuk orang tua. Selain itu, setiap orang tua diminta memberi kabar 30 menit hingga satu jam sebelum menjemput anak.

“Yang saya curiga itu karena setiap mau menjemput dia itu pokoknya 30 menit atau 1 jam sebelumnya harus di-WA. Jadi misalnya mau OTW jemput itu harus WA dulu setengah jam,” jelasnya.

Hal-hal kecil yang dulu terasa biasa, kini justru terlihat seperti “alarm” yang sempat diabaikan.

Kini, Choi bersama puluhan orang tua lainnya menuntut agar kasus ini tidak berhenti di penangkapan semata. Mereka ingin proses hukum berjalan sampai tuntas.

“Pelaku usut tuntas sampai dia masuk penjara,” tegas Choi.

Sementara itu, dari pihak kepolisian, Ipda Anton Budi Susilo menyampaikan bahwa keterangan resmi masih dalam proses pendalaman.

“Secepatnya (kami informasikan), lagi dibuat lebih detail dari Bu Kanit PPA. Mohon waktu nggih,” ujarnya, Sabtu (25/4).

Kasus ini jadi pengingat yang agak menyesakkan: kepercayaan orang tua adalah hal yang mahal dan sekali rusak, dampaknya bukan cuma trauma, tapi juga rasa bersalah yang mungkin akan dibawa seumur hidup.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Dulu Kejar Bandar, Kini Diduga Jadi “Bos” dari Balik Jeruji: Aipda Robig Dipindah ke Nusakambangan

26 April 2026 - 23:25

Karyawan Tambang di Konawe Utara Diduga Dianiaya Rekan Kerja, Lapor Polisi Malah Diancam PHK

22 April 2026 - 20:02

iPhone Rp2 Juta Berujung Parang: Drama Emosi Pembeli di Toko HP Medan yang Viral

21 April 2026 - 16:39

Ketua Golkar Malra Nus Kei Tewas Ditusuk di Bandara, Salah Satu Pelaku Diduga Atlet MMA

21 April 2026 - 16:28

Tolak Permintaan Rp500 Ribu untuk Miras, Tuan Rumah Hajatan di Purwakarta Tewas Dikeroyok Preman

5 April 2026 - 10:49

Trending di Crime