Menu

Mode Gelap
Hari Purwanto Soroti Dugaan Kriminalisasi Dirjen Bea Cukai, Singgung Dampaknya ke Citra Presiden Prabowo Polda Papua Selatan dan Papua Pegunungan Dinilai Mendesak, Sandri Rumanama: Rakyat Butuh Kepastian Keamanan Ketika Pot Bunga Lebih Cepat Bicara daripada Mulut Tetangga di Jatirasa Ojol Rayakan Potongan Aplikator Maksimal 8 Persen, APOB: Perjuangan Belum Selesai PLN Gelar Workshop Litigasi, Chorinus Eric Nerokou Soroti Ancaman Pidana Korporasi Sidang Kasus ITE di PN Palu, Tiga Saksi Sebut Tuduhan Pemalsuan AJB Saham terhadap Hong Kah Ing Tidak Terbukti

Ekonomi

Polda Papua Selatan dan Papua Pegunungan Dinilai Mendesak, Sandri Rumanama: Rakyat Butuh Kepastian Keamanan

badge-check


					Ketua Kornas Presidium Pemuda Timur Sandri Rumanama mendesak percepatan definitif Polda Papua Selatan dan Papua Pegunungan demi memperkuat keamanan dan pelayanan hukum di DOB Papua.(Istimewa) Perbesar

Ketua Kornas Presidium Pemuda Timur Sandri Rumanama mendesak percepatan definitif Polda Papua Selatan dan Papua Pegunungan demi memperkuat keamanan dan pelayanan hukum di DOB Papua.(Istimewa)

PRABAINSIGHT.COM – JAKARTA – Pembentukan struktur kepolisian definitif di Provinsi Papua Selatan dan Papua Pegunungan kini dianggap bukan lagi sekadar wacana administratif. Di tengah dinamika Daerah Otonomi Baru (DOB) Papua, kebutuhan menghadirkan institusi keamanan yang kuat justru makin mendesak.

Ketua Koordinator Nasional (Kornas) Presidium Pemuda Timur, Sandri Rumanama, meminta agar proses definitif dua Polda baru tersebut segera dipercepat. Menurutnya, kehadiran Polda definitif akan berdampak langsung terhadap pelayanan keamanan, penegakan hukum, hingga penguatan kinerja Polres dan Polsek di wilayah Papua Selatan maupun Papua Pegunungan.

Sandri menilai, kesiapan infrastruktur dasar sebenarnya sudah tidak menjadi persoalan besar. Ia menyebut lahan seluas 10 hektare di Kecamatan Kurik, Merauke, telah disiapkan untuk pembangunan Markas Komando (Mako) Polda Papua Selatan. Sementara untuk Polda Papua Pegunungan, lahan dengan luas serupa juga disebut telah tersedia di Wamena.

“Ini sangat mendesak, keamanan, ketertiban, dan penegakan hukum ini menjadi kebutuhan utama rakyat, harus diprioritaskan,” jelasnya melalui keterangan resminya (10/05).

Dorongan percepatan itu, kata Sandri, juga berkaitan dengan kebutuhan masyarakat akan kepastian pelayanan hukum di wilayah DOB Papua yang masih terus berkembang. Ia menegaskan, pemenuhan personel hingga penguatan struktur organisasi di dua Mapolda baru merupakan kewenangan Mabes Polri.

Karena itu, ia berharap Kapolri segera merespons aspirasi masyarakat terkait percepatan definitif Polda Papua Selatan dan Papua Pegunungan.

“Harus direspons cepat dua daerah ini. Rakyatnya juga butuh keamanan dan proses penegakan hukum sebagai bentuk pelayanan polisi kepada rakyat,” ujarnya.

Menurut Sandri, keberadaan Polda definitif bukan semata soal pembangunan gedung atau penambahan struktur birokrasi. Lebih dari itu, langkah tersebut dinilai penting untuk menjaga stabilitas keamanan di wilayah Papua, sekaligus memastikan masyarakat dapat menjalankan aktivitas dengan rasa aman dan nyaman.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Ojol Rayakan Potongan Aplikator Maksimal 8 Persen, APOB: Perjuangan Belum Selesai

9 Mei 2026 - 16:46

Prabowo Kumpulkan “Tim Ekonomi Inti” di Istana, Bahas Apa? Rupiah Melemah, Jawabannya Masih Misteri

5 Mei 2026 - 18:42

Rupiah Turun ke Rp17.424, Airlangga-Purbaya: Ini Bukan Krisis 1998

5 Mei 2026 - 17:51

PPN Jalan Tol Kembali Muncul, DJP Siapkan Pajak Baru di Tengah Target Ribuan Kilometer Tol

22 April 2026 - 20:23

Purbaya Ungkap Momen Tolak Pinjaman Rp500 Triliun: “Mereka Sampai Cemberut”

22 April 2026 - 19:55

Trending di Ekonomi