Menu

Mode Gelap
Ramai Program MBG, Pelajar Sumsel Justru Soroti Hal yang Jarang Dibahas Waduh! Pasien Puskesmas Rawa Tembaga Diduga Terima Obat Kedaluwarsa, Dinkes Kota Bekasi Turun Tangan! Kapolri Angkat Tangan soal Penangguhan Penahanan Roy Suryo dan dr Tifa: “Sudah Bukan Kewenangan Polri” Garuda di Dadaku Ramaikan Jakarta Fair 2026, Keanu Azka dan Quinn Salman Diserbu Penggemar Cilik MILKLAB Ajak Pecinta Kopi Keliling Kafe Jakarta, Berburu Signature Drink Sambil Koleksi Hadiah Demo Dukung MBG di Monas: Dapat Wajan Baru dan Uang Transport 100 ribuan, Uangnya dari Mana?

News

Hari Purwanto Soroti Dugaan Kriminalisasi Dirjen Bea Cukai, Singgung Dampaknya ke Citra Presiden Prabowo

badge-check


					Hari Purwanto menilai dugaan kasus yang menyeret Dirjen Bea Cukai Djaka Budhi sarat kepentingan politik dan berpotensi memengaruhi citra Presiden Prabowo.(istimewa) Perbesar

Hari Purwanto menilai dugaan kasus yang menyeret Dirjen Bea Cukai Djaka Budhi sarat kepentingan politik dan berpotensi memengaruhi citra Presiden Prabowo.(istimewa)

PRABAINSIGHT.COM – JAKARTA – Direktur Eksekutif Studi Demokrasi Rakyat (SDR), Hari Purwanto, menyoroti langkah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait dugaan kasus yang menyeret Dirjen Bea Cukai Djaka Budhi Utama. Ia menilai proses tersebut sarat kepentingan politik dan berpotensi memengaruhi citra pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Menurut Hari, KPK sebagai lembaga adhoc dinilai mencampuradukkan persoalan hukum dengan isu politik. Ia menduga kasus yang menyeret Dirjen Bea Cukai digunakan untuk mengalihkan perhatian publik dari dugaan persoalan lain yang disebut melibatkan sejumlah tokoh nasional.

“KPK RI sebagai lembaga adhoc ternyata telah membangun modus dengan mencampuradukkan persoalan politik dengan persoalan hukum,” kata Hari dalam keterangannya, Sabtu (09/05).

Ia juga menyinggung kembali munculnya isu penculikan aktivis 1998 yang belakangan ramai diperbincangkan. Menurutnya, pengungkitan kembali isu lama tersebut berpotensi membuka luka lama di tengah situasi nasional yang membutuhkan persatuan.

“Persatuan dibutuhkan saat negara sedang mencari tambahan lewat pemasukan bea cukai,” ujarnya.

Hari menilai kepemimpinan Djaka Budhi di Direktorat Jenderal Bea dan Cukai seharusnya diukur dari kontribusinya terhadap penerimaan negara dan dukungan terhadap perekonomian nasional.

“Tujuan Djaka Budhi memimpin Bea Cukai adalah keberhasilan organisasi tidak hanya diukur dari capaian angka, tetapi juga dari kontribusi dalam menjaga stabilitas penerimaan negara dan mendukung perekonomian nasional,” katanya.

Ia pun mengajak masyarakat mendukung upaya pemberantasan mafia di pelabuhan dan memperkuat sektor penerimaan negara melalui bea cukai.

“Saatnya rakyat bersatu mendukung Dirjen Bea Cukai melawan mafia-mafia di pelabuhan, maka saatnya revolusi dimulai dari pelabuhan,” ucapnya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak KPK terkait pernyataan tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Ramai Program MBG, Pelajar Sumsel Justru Soroti Hal yang Jarang Dibahas

23 Juni 2026 - 21:03

Waduh! Pasien Puskesmas Rawa Tembaga Diduga Terima Obat Kedaluwarsa, Dinkes Kota Bekasi Turun Tangan!

23 Juni 2026 - 12:16

Kapolri Angkat Tangan soal Penangguhan Penahanan Roy Suryo dan dr Tifa: “Sudah Bukan Kewenangan Polri”

23 Juni 2026 - 11:26

Demo Dukung MBG di Monas: Dapat Wajan Baru dan Uang Transport 100 ribuan, Uangnya dari Mana?

23 Juni 2026 - 10:48

Kadisporapar Tanjungbalai Gandeng Aktivis KAMMI, Ini Tujuannya

23 Juni 2026 - 10:48

Trending di News