Menu

Mode Gelap
3 Surpres Meluncur dari Istana ke DPR, Kursi Strategis Mulai Jadi Rebutan? GOR Terpadu Kota Bekasi Rp121 M Diduga Bermasalah, NCW Lapor KPK Ngopi Nggak Harus Serius: MILKLAB Ajak Coffee Lovers Keliling Kafe sambil Joget dan Berburu Hadiah Gusi Berdarah Bisa Berkaitan dengan Penyakit Kronis, dari Diabetes hingga Jantung Rumah Kontrakan Bakal Dipajaki 2027, Pengamat Minta Pemerintah Tak Samakan dengan Properti Komersial Temuan Senjata di YHI-PP Bermula dari Ruangan Terkunci, Kuasa Hukum: Kunci Masih Dipegang IWD

Politik

Jokowi Turun Gunung demi PSI. Lampung Jadi Etape Pertama, Mesin Politik Sedang Dipanaskan

badge-check

Jokowi memulai safari politik dari Lampung dengan menghadiri tiga Rakorda PSI. Ia membawa misi memperkuat struktur partai agar berkembang menjadi mesin politik besar sekaligus mendorong kesadaran politik masyarakat.(Istimewa) Perbesar

Jokowi memulai safari politik dari Lampung dengan menghadiri tiga Rakorda PSI. Ia membawa misi memperkuat struktur partai agar berkembang menjadi mesin politik besar sekaligus mendorong kesadaran politik masyarakat.(Istimewa)

PRABAINSIGHT.COM – JAKARTA – Ada satu kebiasaan dalam politik Indonesia yang sulit dihilangkan: ketika seorang tokoh selesai menjabat, panggung belum tentu selesai memanggilnya. Begitu pula dengan Presiden ke-7 RI, Joko Widodo. Kali ini, langkah pertamanya dimulai dari Lampung.

Bukan untuk meresmikan bendungan, mengecek proyek strategis nasional, atau membagikan bantuan sosial seperti ketika masih menjadi presiden. Kali ini, Jokowi datang membawa misi yang jauh lebih politis: menyuntikkan semangat ke tubuh Partai Solidaritas Indonesia (PSI), partai yang kini dipimpin putra bungsunya, Kaesang Pangarep.

Sebelum terbang dari Bandara Adi Soemarmo, Solo, Jumat (26/6/2026), Jokowi memastikan dirinya akan bertemu Kaesang di Lampung.

“Iya ketemu (Kaesang) di sana nanti,” kata Jokowi.

Dengan mengenakan kemeja dan topi berlogo PSI, Jokowi tampaknya tak lagi sekadar menjadi tamu dalam acara partai. Ia datang membawa pesan yang lebih besar: memastikan mesin organisasi PSI segera bekerja penuh.

Menurut Jokowi, pekerjaan rumah terbesar PSI saat ini bukan sekadar menambah popularitas, melainkan memperkuat struktur organisasi hingga ke daerah agar mampu bergerak sebagai partai modern.

“Kalau untuk PSI saya ingin memberikan motivator, kemudian juga memberikan pesan-pesan pentingnya struktural di PSI ini segera komplet, sehingga menjadi sebuah mesin politik yang besar,” ujarnya.

Kalimat “mesin politik” mungkin terdengar teknis. Namun, dalam praktik politik Indonesia, mesin politik adalah napas sebuah partai. Tanpa organisasi yang hidup hingga tingkat akar rumput, elektabilitas sering kali hanya menjadi angka yang ramai di survei, tetapi sepi saat hari pemungutan suara.

Jokowi juga mengingatkan bahwa politik tak cukup hanya menjadi urusan elite partai. Menurut dia, masyarakat juga perlu terus didorong agar memiliki kesadaran politik yang lebih baik.

“Kemudian juga membangkitkan kesadaran berpolitik masyarakat, itu juga penting,” katanya.

Lampung Jadi Panggung Pertama

Lampung dipilih sebagai titik awal safari politik Jokowi. Dalam sehari, ia dijadwalkan menghadiri tiga Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) PSI, yakni di Mesuji, Tulang Bawang, dan Bandar Lampung.

Di Mesuji, atmosfer penyambutan sudah terasa sejak pagi. Aparat keamanan memperketat akses menuju lokasi Rakorda yang digelar di Desa Wirabangun, Kecamatan Simpang Pematang.

Seluruh peserta yang hendak memasuki arena diperiksa menggunakan metal detector. Prosedur itu dilakukan untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman.

Rakorda sendiri dipusatkan di sebuah tenda besar bernuansa merah putih yang telah dipersiapkan lengkap dengan panggung utama dan ratusan kursi peserta.

Namun, safari Jokowi di Lampung tidak berhenti di agenda internal PSI. Mantan Presiden itu juga dijadwalkan menghadiri karnaval budaya, bertemu relawan, mengikuti prosesi pengukuhan adat, bersilaturahmi dengan santri dan kiai pondok pesantren, hingga menyapa masyarakat.

Dengan kata lain, safari ini bukan sekadar perjalanan politik, melainkan juga upaya menjaga hubungan dengan berbagai kelompok masyarakat. Dan memilih Lampung sebagai titik awal jelas bukan keputusan yang lahir tanpa pertimbangan politik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

3 Surpres Meluncur dari Istana ke DPR, Kursi Strategis Mulai Jadi Rebutan?

10 Agustus 2026 - 23:21

KBM UNPAM Dukung Polri Usut Tuntas Dugaan Korupsi Eks Jampidsus, Tegaskan Tak Ada yang Kebal Hukum

19 Juli 2026 - 16:37

Hari Purwanto Desak Aparat Usut Dugaan Fitnah terhadap Megawati, Minta Diselesaikan Lewat Jalur Hukum

16 Juli 2026 - 22:20

Wasekjend Depinas SOKSI Nilai Serangan Deddy Sitorus ke Bahlil Cerminkan Kemunduran Etika Politik PDIP

15 Juli 2026 - 17:07

Aktivis 98 Agung Dekil: Komitmen Prabowo Berantas Korupsi Wujud Nyata Amanat Reformasi 1998

15 Juli 2026 - 15:02

Trending di Nasional