Menu

Mode Gelap
Jokowi Turun Gunung demi PSI. Lampung Jadi Etape Pertama, Mesin Politik Sedang Dipanaskan Kepercayaan Publik ke Polri Naik, Sandri Rumanama Bilang Perubahan Itu Nyata 82,4 Persen Publik Masih Percaya Polri. Barangkali, Ini Memang Bukan Cuma Soal Angka Telepon dari Gerbong Wanita Bekasi Timur Dari Gedung KPK ke Kementerian Koperasi, Mahasiswa Memburu Jawaban atas Anggaran Rp59 Triliun Ramai Program MBG, Pelajar Sumsel Justru Soroti Hal yang Jarang Dibahas

Politik

Jokowi Turun Gunung demi PSI. Lampung Jadi Etape Pertama, Mesin Politik Sedang Dipanaskan

badge-check


					Jokowi memulai safari politik dari Lampung dengan menghadiri tiga Rakorda PSI. Ia membawa misi memperkuat struktur partai agar berkembang menjadi mesin politik besar sekaligus mendorong kesadaran politik masyarakat.(Istimewa) Perbesar

Jokowi memulai safari politik dari Lampung dengan menghadiri tiga Rakorda PSI. Ia membawa misi memperkuat struktur partai agar berkembang menjadi mesin politik besar sekaligus mendorong kesadaran politik masyarakat.(Istimewa)

PRABAINSIGHT.COM – JAKARTA – Ada satu kebiasaan dalam politik Indonesia yang sulit dihilangkan: ketika seorang tokoh selesai menjabat, panggung belum tentu selesai memanggilnya. Begitu pula dengan Presiden ke-7 RI, Joko Widodo. Kali ini, langkah pertamanya dimulai dari Lampung.

Bukan untuk meresmikan bendungan, mengecek proyek strategis nasional, atau membagikan bantuan sosial seperti ketika masih menjadi presiden. Kali ini, Jokowi datang membawa misi yang jauh lebih politis: menyuntikkan semangat ke tubuh Partai Solidaritas Indonesia (PSI), partai yang kini dipimpin putra bungsunya, Kaesang Pangarep.

Sebelum terbang dari Bandara Adi Soemarmo, Solo, Jumat (26/6/2026), Jokowi memastikan dirinya akan bertemu Kaesang di Lampung.

“Iya ketemu (Kaesang) di sana nanti,” kata Jokowi.

Dengan mengenakan kemeja dan topi berlogo PSI, Jokowi tampaknya tak lagi sekadar menjadi tamu dalam acara partai. Ia datang membawa pesan yang lebih besar: memastikan mesin organisasi PSI segera bekerja penuh.

Menurut Jokowi, pekerjaan rumah terbesar PSI saat ini bukan sekadar menambah popularitas, melainkan memperkuat struktur organisasi hingga ke daerah agar mampu bergerak sebagai partai modern.

“Kalau untuk PSI saya ingin memberikan motivator, kemudian juga memberikan pesan-pesan pentingnya struktural di PSI ini segera komplet, sehingga menjadi sebuah mesin politik yang besar,” ujarnya.

Kalimat “mesin politik” mungkin terdengar teknis. Namun, dalam praktik politik Indonesia, mesin politik adalah napas sebuah partai. Tanpa organisasi yang hidup hingga tingkat akar rumput, elektabilitas sering kali hanya menjadi angka yang ramai di survei, tetapi sepi saat hari pemungutan suara.

Jokowi juga mengingatkan bahwa politik tak cukup hanya menjadi urusan elite partai. Menurut dia, masyarakat juga perlu terus didorong agar memiliki kesadaran politik yang lebih baik.

“Kemudian juga membangkitkan kesadaran berpolitik masyarakat, itu juga penting,” katanya.

Lampung Jadi Panggung Pertama

Lampung dipilih sebagai titik awal safari politik Jokowi. Dalam sehari, ia dijadwalkan menghadiri tiga Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) PSI, yakni di Mesuji, Tulang Bawang, dan Bandar Lampung.

Di Mesuji, atmosfer penyambutan sudah terasa sejak pagi. Aparat keamanan memperketat akses menuju lokasi Rakorda yang digelar di Desa Wirabangun, Kecamatan Simpang Pematang.

Seluruh peserta yang hendak memasuki arena diperiksa menggunakan metal detector. Prosedur itu dilakukan untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman.

Rakorda sendiri dipusatkan di sebuah tenda besar bernuansa merah putih yang telah dipersiapkan lengkap dengan panggung utama dan ratusan kursi peserta.

Namun, safari Jokowi di Lampung tidak berhenti di agenda internal PSI. Mantan Presiden itu juga dijadwalkan menghadiri karnaval budaya, bertemu relawan, mengikuti prosesi pengukuhan adat, bersilaturahmi dengan santri dan kiai pondok pesantren, hingga menyapa masyarakat.

Dengan kata lain, safari ini bukan sekadar perjalanan politik, melainkan juga upaya menjaga hubungan dengan berbagai kelompok masyarakat. Dan memilih Lampung sebagai titik awal jelas bukan keputusan yang lahir tanpa pertimbangan politik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Saat Posisi PDIP Dipertanyakan, AHY Ingatkan Oposisi Bukan Tempat Menebar Permusuhan

23 Juni 2026 - 10:40

Yerikho Menurung: Polarisasi Politik Mengancam, Persatuan Nasional Tak Bisa Ditawar

22 Juni 2026 - 20:59

Naik Lebih dari 1.000 Persen, Pertumbuhan Harta Zita Anjani Jadi Sorotan Publik

19 Juni 2026 - 21:06

RUU Polri Dikritik Tertutup dan Tergesa, Sandri Rumanama: “Mengada-ngada Saja Itu”

19 Juni 2026 - 19:48

Dari Jalanan Buruh ke Istana: Said Iqbal Resmi Jadi Penasihat Khusus Presiden Prabowo Bidang Ketenagakerjaan

8 Juni 2026 - 14:43

Trending di Nasional