Menu

Mode Gelap
Menkes Budi Ungkap Ancaman Terbesar TNI-Polri Bukan Peluru, tetapi Stroke dan Penyakit Jantung Terbongkar! Dugaan Bio Solar Disulap Jadi Dexlite di SPBU Medan, Praktik Curang Diduga Berjalan 9 Bulan Viral! Warga Labuhanbatu Pergoki Pria Diduga Oknum TNI, Kasus Hilangnya 16 Ekor Lembu Kini Diselidiki Wafatnya dr. Icha di TTU Jadi Sorotan, Dugaan Tekanan Psikologis Saat Bertugas di IGD Mengemuka Cicilan KPR Subsidi Bakal Mulai Rp500 Ribuan per Bulan, Tapi Tenornya Sampai 40 Tahun. Siap Nyicil Seumur Hidup? Di Usia ke-80, Polri Bukan Lagi Sekadar Soal Seragam. Ada Angka 82,4 Persen yang Jadi Bahan Renungan

Health

Menkes Budi Ungkap Ancaman Terbesar TNI-Polri Bukan Peluru, tetapi Stroke dan Penyakit Jantung

badge-check


					Menkes Budi Gunadi Sadikin mengungkap stroke dan penyakit jantung menjadi penyebab kematian tertinggi anggota TNI-Polri. Ia mengajak masyarakat rutin mengikuti Program Cek Kesehatan Gratis. Perbesar

Menkes Budi Gunadi Sadikin mengungkap stroke dan penyakit jantung menjadi penyebab kematian tertinggi anggota TNI-Polri. Ia mengajak masyarakat rutin mengikuti Program Cek Kesehatan Gratis.

PRABAINSIGHT.COM – JAKARTA – Selama ini banyak orang mengira ancaman terbesar bagi anggota TNI dan Polri berasal dari medan tugas, seperti baku tembak atau serangan senjata tajam. Namun, data yang disampaikan Menteri Kesehatan menunjukkan kenyataan yang justru berbanding terbalik.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan bahwa penyebab kematian tertinggi di kalangan anggota TNI dan Polri bukan berasal dari aksi kriminal ataupun konflik bersenjata, melainkan penyakit tidak menular, terutama stroke dan penyakit jantung.

Pernyataan tersebut menjadi pengingat bahwa ancaman kesehatan sering kali datang secara diam-diam dan berkembang tanpa gejala yang disadari.

Karena itu, Budi menekankan pentingnya pemeriksaan kesehatan secara rutin melalui Program Cek Kesehatan Gratis (CKG). Menurutnya, deteksi dini menjadi langkah penting untuk menemukan faktor risiko sebelum berkembang menjadi penyakit yang lebih serius.

Selain mendorong masyarakat memanfaatkan layanan CKG, Budi juga mengimbau agar setiap orang menjaga kondisi tubuh dengan mengendalikan kadar lemak, gula darah, dan tekanan darah.

Langkah sederhana tersebut dinilai dapat menekan risiko munculnya penyakit tidak menular seperti stroke, penyakit jantung, hingga gangguan ginjal yang masih menjadi penyebab utama kematian di Indonesia.

Budi berharap semakin banyak masyarakat yang rutin memeriksakan kesehatannya sehingga penyakit dapat diketahui lebih awal. Dengan begitu, peluang hidup sehat meningkat dan harapan hidup masyarakat Indonesia dapat mencapai usia sekitar 74 tahun.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

HBTKVI Ungkap Ketimpangan Dokter BTKV dan Akses Layanan Jantung di Daerah 3T

17 Mei 2026 - 20:25

Tangan Kesemutan saat Naik Motor Bukan Sekadar Pegal, Bisa Jadi Alarm Saraf Kejepit

16 Mei 2026 - 20:13

Harga Miring, Risiko Ngeri: Ini Perbedaan Siomai Tenggiri dan Sapu-Sapu Menurut DKPKP

25 April 2026 - 21:22

Kurangi Gadget, Perbanyak Gerak: Betadine Gaungkan Semangat PP Tunas

1 April 2026 - 10:21

Hati-hati Inilah 6 Makanan Berisiko saat Berbuka Puasa, Nomer 2 Bikin Garuk-garuk Kepala

19 Februari 2026 - 08:55

Trending di Health