Menu

Mode Gelap
Ramai Program MBG, Pelajar Sumsel Justru Soroti Hal yang Jarang Dibahas Waduh! Pasien Puskesmas Rawa Tembaga Diduga Terima Obat Kedaluwarsa, Dinkes Kota Bekasi Turun Tangan! Kapolri Angkat Tangan soal Penangguhan Penahanan Roy Suryo dan dr Tifa: “Sudah Bukan Kewenangan Polri” Garuda di Dadaku Ramaikan Jakarta Fair 2026, Keanu Azka dan Quinn Salman Diserbu Penggemar Cilik MILKLAB Ajak Pecinta Kopi Keliling Kafe Jakarta, Berburu Signature Drink Sambil Koleksi Hadiah Demo Dukung MBG di Monas: Dapat Wajan Baru dan Uang Transport 100 ribuan, Uangnya dari Mana?

Politik

Beringin Berkarya Bertumbuh Lagi: Munas 2025 Jadi Titik Balik Ideologi Partai

badge-check


					Beringin Berkarya Bertumbuh Lagi: Munas 2025 Jadi Titik Balik Ideologi Partai Perbesar

PRABA INSIGHT- Di tengah peta politik nasional yang didominasi partai besar dan manuver pragmatis, Partai Berkarya memilih jalur berbeda. Lewat Musyawarah Nasional (Munas) I yang digelar pada 14–15 Juli 2025 di Hotel Episode, Gading Serpong, partai ini memulai proses rebranding: bukan sebagai partai warisan, melainkan kendaraan ideologis yang berakar panjang, namun ingin tampil relevan di medan kontestasi politik kekinian.

Sekretaris Jenderal Partai Berkarya, Fauzan Rachmansyah, menegaskan bahwa Munas ini bukan hanya agenda lima tahunan yang wajib digelar, tetapi momentum penting untuk menyusun ulang narasi dan struktur partai.

“Kami tidak sedang mengulang acara lama dengan wajah baru. Kami sedang membangun kembali tubuh partai dari pondasi ideologinya,” kata Fauzan kepada Tempo, di rumahnya di kawasan Jakarta Selatan.

Menghidupkan Kembali Nilai, Bukan Sekadar Nama

Dengan mengusung tema “Berkarya: Pembaharuan dan Kebangkitan”, partai ini menegaskan dirinya tak sekadar membawa nama Soeharto di papan depan, melainkan membawa nilai-nilai yang diyakini masih relevan dalam konteks pembangunan nasional hari ini.

Forum Munas dihadiri lebih dari 400 peserta dari seluruh DPW, melebihi kuorum yang ditetapkan dalam AD/ART. Salah satu keputusan penting dalam Munas adalah penetapan Moch. Ridwan Andreas sebagai Ketua Umum periode 2025–2030 melalui musyawarah mufakat.

“Kami adalah anak-anak ideologis dari Bapak Pembangunan. Kami tidak menjual nostalgia, kami menjaga nilai,” ujar Fauzan, merujuk pada figur Presiden ke-2 RI, HM Soeharto.

Tiga Pilar, Empat Nilai Gerakan

Dalam sidang pandangan umum, sejumlah DPW mengusulkan perlunya konsolidasi struktural dan pembaruan manajemen organisasi. Menanggapi hal itu, Fauzan memperkenalkan tiga kerangka utama pembangunan partai: logistik, estetik, dan dialektik.

  • Logistik: Perluasan struktur hingga ke tingkat akar rumput
  • Estetik: Reposisi wajah partai agar lebih inklusif dan komunikatif
  • Dialektik: Pembangunan narasi politik yang bersandar pada nilai, bukan kontroversi

Tak hanya itu, Partai Berkarya juga memperkenalkan empat nilai gerakan yang diklaim menjadi “roh” internal partai:

  • Kejernihan diplomatik
  • Energi kinetik
  • Etik moral
  • Authentik nilai

Logo Baru, Makna Lama: Akar Beringin dan 45 Mata Rantai

Dalam forum Munas, Partai Berkarya juga meluncurkan logo baru: pohon beringin berakar kuat dengan 45 mata rantai yang melingkar. Logo itu diyakini merepresentasikan kekuatan rakyat menuju Indonesia Emas 2045.

“Simbol itu bukan sekadar estetika visual. Ia menggambarkan akar kekuatan rakyat dan kekokohan nilai,” ujar Fauzan.

“Kami ingin jadi partai yang tidak mudah tumbang karena akarnya tertanam dalam.”

Usulan tentang pentingnya “akar yang kuat” banyak disuarakan oleh perwakilan dari wilayah Indonesia Timur, yang menekankan perlunya penguatan basis daerah dalam menghadapi tantangan politik nasional.

Menatap Verifikasi dan Pemilu: Di Antara Ambisi dan Realitas

Langkah selanjutnya yang dipersiapkan Partai Berkarya adalah menghadapi proses verifikasi KPU 2027 dan berpartisipasi aktif dalam Pemilu 2029. Fauzan menyebut periode ini sebagai masa krusial yang membutuhkan ketekunan administratif dan konsolidasi citra publik.

“Kami menghadapi fase triple-serious: administratif, faktual, dan publik,” kata dia.

“Ini bukan sekadar soal lolos verifikasi, tapi juga membuktikan bahwa kami punya daya hidup politik yang otentik.”

Ketua Umum Baru, Mandat Baru

Penetapan Moch. Ridwan Andreas sebagai Ketua Umum disepakati melalui proses mufakat. Ia langsung diberikan mandat sebagai formatur tunggal untuk menyusun kepengurusan DPP 2025–2030. Langkah ini disebut sebagai awal pembenahan struktural yang lebih sistematis.

Fauzan berharap partainya tidak hanya bertahan dalam arus politik nasional, tetapi mampu menyusun strategi politik yang berdasarkan pada nilai dan prinsip.

“Kami tidak menjual mimpi kosong. Kami menawarkan kerja politik yang berakar dan berangkat dari nilai,” pungkasnya.(van)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Saat Posisi PDIP Dipertanyakan, AHY Ingatkan Oposisi Bukan Tempat Menebar Permusuhan

23 Juni 2026 - 10:40

Yerikho Menurung: Polarisasi Politik Mengancam, Persatuan Nasional Tak Bisa Ditawar

22 Juni 2026 - 20:59

Naik Lebih dari 1.000 Persen, Pertumbuhan Harta Zita Anjani Jadi Sorotan Publik

19 Juni 2026 - 21:06

RUU Polri Dikritik Tertutup dan Tergesa, Sandri Rumanama: “Mengada-ngada Saja Itu”

19 Juni 2026 - 19:48

Dari Jalanan Buruh ke Istana: Said Iqbal Resmi Jadi Penasihat Khusus Presiden Prabowo Bidang Ketenagakerjaan

8 Juni 2026 - 14:43

Trending di Nasional