PRABA INSIGHT- MAKASSAR – Kalau hidup ini sinetron, kisah Bilqis mungkin sudah jadi episode yang bikin satu Indonesia nangis. Seorang balita empat tahun, hilang dari taman di Makassar, lalu ditemukan hampir sepekan kemudian di pedalaman Jambi. Bukan karena nyasar, tapi karena jadi korban jaringan penculikan lintas provinsi model kejahatan yang bahkan Netflix pun mungkin ogah nulis karena terlalu absurd.
Semua bermula Minggu, 2 November 2025. Bilqis, si kecil lugu, lenyap dari Taman Pakui Sayang, Makassar. Orang tuanya panik, warga geger, dan media sosial ramai dengan tagar #CariBilqis. Lima hari kemudian, harapan muncul dari arah tak terduga: Kabupaten Merangin, Jambi ribuan kilometer jauhnya dari tempat ia hilang.
Polisi Turun Gunung (Secara Harfiah)
Operasi gabungan dilakukan oleh Resmob Polda Jambi, Polrestabes Makassar, dan Polres Merangin. Hasilnya? Sabtu malam, 8 November 2025, sekitar pukul 20.00 WIB, Bilqis ditemukan selamat di kawasan pemukiman Suku Anak Dalam (SAD), Desa Gading Jaya, Kecamatan Tabir Selatan, Kabupaten Merangin.
Kapolres Merangin, AKBP Kiki Firmansyah Efendi, memastikan bahwa Bilqis dalam kondisi baik.
“Polres Merangin hanya membackup rekan-rekan dari Polda Jambi dan Polrestabes Makassar. Syukur alhamdulillah, saat ditemukan, ananda Bilqis dalam keadaan sehat,” ujar Kapolres.
Yang menarik, proses penemuan Bilqis bukan lewat baku tembak atau kejar-kejaran film aksi. Polisi justru menggunakan pendekatan persuasif ke beberapa Tumenggung (kepala suku) dari komunitas SAD. Dan hasilnya, Bilqis diserahkan dengan baik-baik. Di tengah hutan Jambi, ternyata negosiasi masih lebih ampuh dari peluru.
Benang Merah Sindikat
Kasus ini mulai terurai setelah dua orang terduga pelaku, Meryana dan Adefriyanto Syaputera, ditangkap di Sungai Penuh, Kerinci, Jambi, pada Jumat siang, 7 November 2025. Dari hasil interogasi, keduanya mengaku bahwa Bilqis sempat dibawa oleh seorang perempuan bernama Lina ke wilayah SAD. Polisi pun bergerak cepat ke lokasi dan menemukan sang balita.
Kini, Polres Merangin bersama Polda Jambi dan Polrestabes Makassar tengah menelusuri lebih jauh soal jaringan penculikan anak lintas provinsi ini.
“Masih kami dalami, termasuk kemungkinan jaringannya beroperasi di wilayah hukum Merangin,” kata AKBP Kiki.
Pesan Penting untuk Orang Tua
Kapolres juga mengingatkan, agar masyarakat tetap waspada terhadap modus penculikan anak.
“Kalau melihat hal-hal mencurigakan, segera lapor ke pihak berwajib,” tegasnya.
Untuk saat ini, Bilqis sudah dibawa ke Makassar dan kembali ke pelukan keluarganya. Tapi kisah ini belum selesai karena para penyidik masih membongkar siapa sebenarnya dalang di balik jaringan perdagangan anak yang tega menculik bocah empat tahun hanya untuk dijadikan komoditas.(van)











