PRABA INSIGHT- Apple akhirnya merilis iPhone 17 Pro. Seperti biasa, hype-nya heboh. Spek gahar, harga bikin jantung dag-dig-dug, dan desainnya… yah, bikin netizen auto nyinyir karena katanya mirip hape Poco. Jadi, kalau beli iPhone sekarang, bonusnya bukan cuma charger yang nggak ada, tapi juga ejekan teman: “Wih, Poco Pro Max ya, Bos?”
Spek: Serius Banget, Bukan Kaleng-kaleng
Mari kita bahas dulu bagian yang bikin ponsel ini layak disebut flagship:
- Chipset A19 Pro dengan fabrikasi 3 nm, dijanjikan lebih ngebut dan hemat energi. Jadi kalau main Genshin Impact di grafik rata kanan, ponsel ini nggak bakal langsung kepanasan kayak gorengan.
- Tiga kamera belakang, semuanya 48 MP. Ada wide, ultra-wide, sampai telefoto periskop buat stalk mantan dari jauh tanpa pecah.
- Layar Super Retina XDR OLED 6,3 inci dengan refresh rate 120 Hz, yang bikin scrolling TikTok lebih mulus daripada jalan tol Trans Jawa.
- Storage mulai 256 GB sampai 2 TB. Jadi, koleksi foto kucing, film bajakan, sama chat grup alumni nggak perlu lagi dihapus.
- Apple juga kabarnya ninggalin titanium dan balik ke aluminium dengan desain baru yang disebut “plateau”. Ditambah ada vapor chamber cooling biar nggak gampang overheat.
Desain: Beda Tipis Sama Poco
Nah, ini yang bikin geger. Modul kamera iPhone 17 Pro sekarang berbentuk camera bar yang agak melebar. Kamera tetap tiga, disusun segitiga di kiri, sementara LED flash, mikrofon, dan LiDAR Scanner dipindah ke kanan dengan susunan vertikal.
Secara visual, sekilas kayak Apple mau bikin desain eksklusif. Tapi apa daya, netizen bilang malah mirip Poco. Yup, hape budget-friendly yang sering dibilang “flagship rasa kantong mahasiswa”.
Biar nggak dibilang plagiat total, Apple kasih aksen bar kamera warna lebih gelap dibanding bodi. Sayangnya, alih-alih kelihatan premium, justru jadi kayak stiker tambahan yang ditempelin buru-buru.
Netizen: Dari Meme Sampai Sindiran
Begitu render resmi muncul, linimasa langsung banjir meme. Ada yang bikin perbandingan “iPhone 17 Pro vs Poco, bedanya cuma harga”. Ada juga yang nyeletuk, “Apple makin rajin magang di Xiaomi, ya?”
Tapi ada juga fans garis keras Apple yang pasang badan. Katanya, “Mirip sih, tapi Poco nggak bakal punya A19 Pro.” Betul juga, sih. Walau mirip luarannya, dalemannya jelas beda kasta.
Kesimpulan: Hape Sultan Rasa Poco
Jadi, apakah iPhone 17 Pro layak dibeli? Kalau buat spek, jelas top-tier. Tapi kalau buat gaya, siap-siap aja teman nongkrong bilang, “Bro, ngapain beli Poco seharga motor?”
Apple mungkin pengen bikin desain revolusioner, tapi ujung-ujungnya malah jadi bahan roasting. Yah, beginilah nasib hape premium: selalu ditunggu, tapi sekalinya meleset dikit, langsung dibandingin sama merek yang jauh lebih murah.
Penulis : Alma K | Editor : Ivan







