Menu

Breaking News

Regional

Jalan Kunti dan Jaringan Narkoba Surabaya: Laporan dari Kampung yang Melawan

badge-check

Jalan Kunti di Sidotopo, Surabaya, mendapat julukan “Medellin Jawa Timur” oleh BNNP Jatim. Kawasan ini disebut menghadirkan perlawanan warga, sistem informasi razia yang rapi, hingga temuan anak-anak terlibat penyalahgunaan narkoba. BNN kini mengubah pendekatan dengan rehabilitasi keliling dan pelatihan vokasi.(Istimewa) Perbesar

Jalan Kunti di Sidotopo, Surabaya, mendapat julukan “Medellin Jawa Timur” oleh BNNP Jatim. Kawasan ini disebut menghadirkan perlawanan warga, sistem informasi razia yang rapi, hingga temuan anak-anak terlibat penyalahgunaan narkoba. BNN kini mengubah pendekatan dengan rehabilitasi keliling dan pelatihan vokasi.(Istimewa)

PRABA INSIGHT – SURABAYA – Ada kalanya satu nama jalan terdengar biasa saja  sampai kemudian ia muncul di konferensi pers BNN dan dibandingkan dengan Medellin, kota yang pernah jadi panggung besar Pablo Escobar. Itulah yang kini menimpa Jalan Kunti, Sidotopo, Semampir, Surabaya.

Kepala BNNP Jawa Timur, Brigjen Pol Budi Mulyanto, memberi label yang bikin bulu kuduk merinding:

“Medellin-nya Jawa Timur.”

Bukan karena arsitekturnya eksotis, tentu saja. Tapi karena aparat yang mencoba masuk ke sana seolah bertabrakan dengan dinding tebal  dinding sosial, dinding perlawanan, dinding kecurigaan.

Setiap operasi bukan hanya berhadapan dengan bandar, tapi juga warga yang diduga melindungi aktivitas gelap tersebut. Ditambah lagi ada sistem informasi cepat ala “cepa-cepa”, yang bikin kabar razia berpindah lebih lincah daripada notifikasi grup WhatsApp RT. Begitu petugas datang, barang bukti sudah keburu menghilang.

Brigjen Budi menyebut situasinya kompleks dan jauh dari cerita fiksi.

Namun bagian paling menyesakkan dada bukan pada cerita jaringan, melainkan pada mereka yang jadi korban paling muda.

Dalam operasi bulan lalu, BNNP menemukan 15 anak-anak tertangkap sedang mengonsumsi narkoba. Angka yang terasa seperti tamparan keras  sekaligus penanda bahwa masalah ini tak lagi soal pelaku dan bandar, melainkan regenerasi yang keliru.

Di titik ini, BNNP Jatim tampaknya sadar bahwa pendekatan keras saja tidak cukup. Yang dihadapi bukan sekadar satu kasus, melainkan ekosistem sosial.

Maka strategi diubah:

Mereka jemput bola dengan layanan Rehabilitasi Keliling, sekaligus membuka pelatihan vokasi agar warga punya pilihan pekerjaan selain terjebak dalam lingkaran bisnis narkotika.

Karena ketika satu kampung sudah terlilit sistem yang menyerupai kartel, persoalannya bukan cuma “siapa ditangkap”, tapi siapa yang masih bisa diselamatkan.

Jalan Kunti kini bukan sekadar nama lokasi. Ia adalah ujian terberat bagi penegak hukum, sekaligus cermin getir bahwa perang melawan narkoba tidak berhenti di pintu rumah bandar tetapi juga di masa depan anak-anak yang tumbuh di dalamnya.

Editor : Ivan 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Soal Iuran SMKN 15 Bekasi Rp700 Ribu, NCW Minta Jangan Asal Cap Pungli

8 Sep 2026 - 20:22 WIB

Soal Iuran SMKN 15 Bekasi Rp700 Ribu, NCW Minta Jangan Asal Cap Pungli

Tak Disangka! Nama Anggota DPR Eva Stevany Rataba Masuk Desil 4 DTSEN, Ada Apa?

7 Sep 2026 - 19:38 WIB

Tak Disangka! Nama Anggota DPR Eva Stevany Rataba Masuk Desil 4 DTSEN, Ada Apa?

Disidak DPRD, PTMP Gratiskan Sewa Kios Pasar Baru Bekasi Satu Bulan

4 Sep 2026 - 09:05 WIB

Disidak DPRD, PTMP Gratiskan Sewa Kios Pasar Baru Bekasi Satu Bulan

Pengajian PAN Bekasi Utara Dibanjiri Habaib dan Artis, 600 Jemaah Membludak

2 Sep 2026 - 22:13 WIB

Pengajian PAN Bekasi Utara Dibanjiri Habaib dan Artis, 600 Jemaah Membludak

Buntut Pura Sanur Dirobohkan, AKAMSI Tuntut HGB Dicabut dan Usut Pidana

2 Sep 2026 - 20:10 WIB

Buntut Pura Sanur Dirobohkan, AKAMSI Tuntut HGB Dicabut dan Usut Pidana
Trending di News