Menu

Mode Gelap
Telepon dari Gerbong Wanita Bekasi Timur Dari Gedung KPK ke Kementerian Koperasi, Mahasiswa Memburu Jawaban atas Anggaran Rp59 Triliun Ramai Program MBG, Pelajar Sumsel Justru Soroti Hal yang Jarang Dibahas Waduh! Pasien Puskesmas Rawa Tembaga Diduga Terima Obat Kedaluwarsa, Dinkes Kota Bekasi Turun Tangan! Kapolri Angkat Tangan soal Penangguhan Penahanan Roy Suryo dan dr Tifa: “Sudah Bukan Kewenangan Polri” Garuda di Dadaku Ramaikan Jakarta Fair 2026, Keanu Azka dan Quinn Salman Diserbu Penggemar Cilik

News

Macetnya Tanjung Priok: Episode Paling Horor di Dunia Logistik

badge-check


					Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi (foto:Ist) Perbesar

Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi (foto:Ist)

PRABA INSIGHT- Di negeri yang katanya maritim ini, pelabuhan utama justru nyaris tumbang karena kebanyakan kontainer. Tanjung Priok, si nadi logistik nasional, minggu ini mendadak berubah jadi sarkasme berjalan: truk antre sampai mengular kayak utang rakyat yang nggak kelar-kelar.

Terminal NPCT-1 overload, aktivitas receiving dan delivering kontainer kacau-balau, dan para sopir cuma bisa ngelus dada sambil nunggu nasib di balik setir. Barang nggak gerak, ekonomi ikut seret. Dan yang paling panik? Bukan pemerintah, tapi pelaku usaha yang tiap hari deg-degan takut telat kirim.

Abdullah Kelrey, founder Nusa Ina Connection (NIC), nggak bisa lagi tahan emosi. Ia langsung ngegas ke Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi. “Pak Menhub ini kayaknya butuh pelatihan ulang. Masa pelabuhan sebesar Tanjung Priok bisa macet kayak pasar malam?” ujarnya dalam pernyataan keras.

Tapi Kelrey nggak berhenti di situ. Ia langsung layangkan seruan ke Presiden terpilih, Prabowo Subianto. Bukan buat jaga jarak politik, tapi karena masalah ini udah kelewatan. “Pak Prabowo harus turun tangan. Kalau perlu, copot Menhub sekarang juga. Jangan sampai krisis kontainer ini jadi batu sandungan awal pemerintahan baru,” tegasnya.

Sebagai pembanding, India pernah mengalami hal serupa di tahun 2021. Waktu itu pelabuhan JNPT mereka kelebihan muatan kontainer dan minim koordinasi. Hasilnya? Rugi miliaran dolar, industri ketar-ketir, dan nama negara jadi bahan meme internasional.

“Kalau Indonesia nggak mau masuk grup negara dengan logistik setengah matang, ya ini harus dibenahi sekarang juga. Bukan besok, bukan bulan depan,” lanjut Kelrey.

Solusinya? Menurut NIC, pemerintah harus segera bentuk satgas khusus buat ngurusin pelabuhan—bukan satgas yang cuma duduk di rapat sambil ngopi, tapi yang kerja nyata: digitalisasi manajemen pelabuhan, jadwal bongkar-muat yang transparan, dan alur distribusi yang masuk akal.

Karena kalau pelabuhan sebesar Tanjung Priok bisa lumpuh hanya gara-gara kontainer numpuk, maka jangan salahkan publik kalau suatu hari nanti menyamakan Kemenhub dengan… ya, aplikasi ojek online yang sering nyasar.

Indonesia mau jadi negara logistik kelas dunia? Mimpi boleh, tapi ya minimal pelabuhan utamanya jangan kayak lelucon.

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Dari Gedung KPK ke Kementerian Koperasi, Mahasiswa Memburu Jawaban atas Anggaran Rp59 Triliun

25 Juni 2026 - 19:13

Ramai Program MBG, Pelajar Sumsel Justru Soroti Hal yang Jarang Dibahas

23 Juni 2026 - 21:03

Waduh! Pasien Puskesmas Rawa Tembaga Diduga Terima Obat Kedaluwarsa, Dinkes Kota Bekasi Turun Tangan!

23 Juni 2026 - 12:16

Kapolri Angkat Tangan soal Penangguhan Penahanan Roy Suryo dan dr Tifa: “Sudah Bukan Kewenangan Polri”

23 Juni 2026 - 11:26

Demo Dukung MBG di Monas: Dapat Wajan Baru dan Uang Transport 100 ribuan, Uangnya dari Mana?

23 Juni 2026 - 10:48

Trending di News