Menu

Mode Gelap
Mantan Kasat Narkoba Bima Bongkar Dugaan Permintaan Alphard dan Rp 1 M ke Bandar Utang Kereta Cepat 97 Tahun, Warisan Ambisi yang Dibayar Generasi Mendatang Rakernas HAI dan Bintang Mahaputera: Isyarat Kepercayaan Presiden pada Kapolri Eksekusi Lahan di Pulogebang Diprotes Keras, Warga Ungkap Dugaan Mafia Tanah Sandri Rumanama Menilai Peran Polri dalam Program Gizi Layak Diganjar Bintang Mahaputra Bersih-bersih Seragam: 34 Personel Polri Di-PTDH, Nama Konten Kreator Ikut Terseret

News

Macetnya Tanjung Priok: Episode Paling Horor di Dunia Logistik

badge-check


					Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi (foto:Ist) Perbesar

Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi (foto:Ist)

PRABA INSIGHT- Di negeri yang katanya maritim ini, pelabuhan utama justru nyaris tumbang karena kebanyakan kontainer. Tanjung Priok, si nadi logistik nasional, minggu ini mendadak berubah jadi sarkasme berjalan: truk antre sampai mengular kayak utang rakyat yang nggak kelar-kelar.

Terminal NPCT-1 overload, aktivitas receiving dan delivering kontainer kacau-balau, dan para sopir cuma bisa ngelus dada sambil nunggu nasib di balik setir. Barang nggak gerak, ekonomi ikut seret. Dan yang paling panik? Bukan pemerintah, tapi pelaku usaha yang tiap hari deg-degan takut telat kirim.

Abdullah Kelrey, founder Nusa Ina Connection (NIC), nggak bisa lagi tahan emosi. Ia langsung ngegas ke Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi. “Pak Menhub ini kayaknya butuh pelatihan ulang. Masa pelabuhan sebesar Tanjung Priok bisa macet kayak pasar malam?” ujarnya dalam pernyataan keras.

Tapi Kelrey nggak berhenti di situ. Ia langsung layangkan seruan ke Presiden terpilih, Prabowo Subianto. Bukan buat jaga jarak politik, tapi karena masalah ini udah kelewatan. “Pak Prabowo harus turun tangan. Kalau perlu, copot Menhub sekarang juga. Jangan sampai krisis kontainer ini jadi batu sandungan awal pemerintahan baru,” tegasnya.

Sebagai pembanding, India pernah mengalami hal serupa di tahun 2021. Waktu itu pelabuhan JNPT mereka kelebihan muatan kontainer dan minim koordinasi. Hasilnya? Rugi miliaran dolar, industri ketar-ketir, dan nama negara jadi bahan meme internasional.

“Kalau Indonesia nggak mau masuk grup negara dengan logistik setengah matang, ya ini harus dibenahi sekarang juga. Bukan besok, bukan bulan depan,” lanjut Kelrey.

Solusinya? Menurut NIC, pemerintah harus segera bentuk satgas khusus buat ngurusin pelabuhan—bukan satgas yang cuma duduk di rapat sambil ngopi, tapi yang kerja nyata: digitalisasi manajemen pelabuhan, jadwal bongkar-muat yang transparan, dan alur distribusi yang masuk akal.

Karena kalau pelabuhan sebesar Tanjung Priok bisa lumpuh hanya gara-gara kontainer numpuk, maka jangan salahkan publik kalau suatu hari nanti menyamakan Kemenhub dengan… ya, aplikasi ojek online yang sering nyasar.

Indonesia mau jadi negara logistik kelas dunia? Mimpi boleh, tapi ya minimal pelabuhan utamanya jangan kayak lelucon.

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Eksekusi Lahan di Pulogebang Diprotes Keras, Warga Ungkap Dugaan Mafia Tanah

14 Februari 2026 - 06:30 WIB

Sandri Rumanama Menilai Peran Polri dalam Program Gizi Layak Diganjar Bintang Mahaputra

13 Februari 2026 - 08:48 WIB

Bersih-bersih Seragam: 34 Personel Polri Di-PTDH, Nama Konten Kreator Ikut Terseret

10 Februari 2026 - 09:41 WIB

KAUP Gelar PentaSeni 2026 di Kampus Pancasila, Jadi Momen Perpisahan Kepengurusan Dasco

9 Februari 2026 - 17:48 WIB

Rakernas Perdana Haidar Alwi Institute di Tengah Dinamika Politik Nasional

9 Februari 2026 - 17:38 WIB

Trending di News