Menu

Mode Gelap
Hari Purwanto Desak Aparat Usut Dugaan Fitnah terhadap Megawati, Minta Diselesaikan Lewat Jalur Hukum Mengapa Status Febrie Adriansyah Berubah Jadi Saksi di Sprindik Kejagung? Ini Penjelasan Resminya Wasekjend Depinas SOKSI Nilai Serangan Deddy Sitorus ke Bahlil Cerminkan Kemunduran Etika Politik PDIP Aktivis 98 Agung Dekil: Komitmen Prabowo Berantas Korupsi Wujud Nyata Amanat Reformasi 1998 Sahabat MUI Kota Bekasi Gelar Raker I, Desak Pengawasan LGBT dan Narkoba Tak Cukup Mundur? Bandot DM Sebut Febrie Masih Sah Jadi Jampidsus karena Keppres Belum Dicabut

Ekonomi

Presiden Prabowo Bakal Ngulik Utang Kereta Cepat Whoosh, Ini yang Bakal Dibahas

badge-check

Presiden Prabowo akan menggelar rapat khusus membahas utang proyek kereta cepat Bandung-Jakarta (Whoosh). (Foto:Istimewa) Perbesar

Presiden Prabowo akan menggelar rapat khusus membahas utang proyek kereta cepat Bandung-Jakarta (Whoosh). (Foto:Istimewa)

PRABA INSIGHT – JAKARTA – Jika Anda mengira utang proyek kereta cepat Bandung-Jakarta (Whoosh) bakal hilang dengan sendirinya, siap-siap kecewa. Presiden Prabowo Subianto ternyata bakal turun tangan langsung dalam rapat khusus untuk membahasnya. Pernyataan ini disampaikan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto usai bertemu Presiden di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Rabu (29/10).

“(Soal Whoosh) nanti bahas khusus,” kata Airlangga. Singkat, padat, dan bikin penasaran seolah-olah semua masalah bakal beres begitu saja dengan satu rapat.

Airlangga tidak merinci kapan rapat digelar atau siapa yang bakal diundang. Yang jelas, masalah Whoosh akan dibahas “secara khusus.” Jadi, kalau Anda berharap kabar utang ini bakal hilang lewat sihir, siap-siap kecewa lagi.

Sebelumnya, Ketua Dewan Ekonomi Nasional Luhut Binsar Pandjaitan bilang bahwa Presiden Prabowo akan mengeluarkan keputusan presiden soal penyelesaian utang proyek KCIC. Artinya, drama utang ini bakal ada titik terang—atau setidaknya, akan dibahas dengan tanda tangan resmi.

Proyek ini butuh total investasi US$ 7,27 miliar atau hampir Rp 121 triliun, dengan 75 persen berasal dari China Development Bank, berbunga 2 persen per tahun. Angka-angka ini bikin kepala pusing, tapi untungnya kita cuma perlu membacanya, bukan membayarnya langsung.

Pemerintah saat ini menimbang dua opsi: alih kewajiban ke pemerintah atau tambahan dana ke PT Kereta Api Indonesia. Namun, Danantara Indonesia tetap diharapkan memimpin proses restrukturisasi utang. Jadi, jangan heran kalau nanti ada rapat lanjutan yang bikin kita semua menunggu-nunggu.

Chief Operating Officer Danantara, Dony Oskaria, menambahkan bahwa negosiasi restrukturisasi utang masih berjalan. “Danantara akan kembali kirim tim negosiasi untuk ngobrol sama pemerintah Cina soal restrukturisasi utang,” kata Dony di Jakarta, Kamis (23/10/2025).

Negosiasi ini mencakup jangka waktu pinjaman, suku bunga, dan beberapa mata uang. Jadi intinya, urusan Whoosh ini memang ribet tapi tenang, rapat khusus dari Presiden dan Ketua DEN Luhut siap bikin semuanya dibahas… secara khusus. (Van)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Sahabat MUI Kota Bekasi Gelar Raker I, Desak Pengawasan LGBT dan Narkoba

15 Juli 2026 - 13:11

Bukan Cuma Soal Komisi 8 Persen, Ini Alasan Pemerintah Ubah Status Ojol Jadi Pengusaha Mikro

6 Juli 2026 - 19:25

Benny Wullur vs Hotman Paris, Akademisi Pertanyakan Pencabutan Inkracht

18 Juni 2026 - 21:25

Potensi Wakaf RI Rp400 Triliun per Tahun, Berry Kurniawan: Mulai Rp1.000 Sehari Bisa Ubah Nasib Umat

17 Juni 2026 - 11:29

Rupiah Nyaris Rp18.000 per Dolar AS, Sandri Rumanama Minta Pemerintah Berani Naikkan BBM

1 Juni 2026 - 16:03

Trending di Ekonomi