Menu

Mode Gelap
Kantor Pegadaian Wilayah IX Jakarta 2 Tancap Gas Digitalisasi Transaksi Emas Lewat Aplikasi Tring Tragis! Rumah Dijaminkan demi Tolong Orang, YAM Justru Dipenjara Ketika Polri Mau Dipindah ke Kementerian, Alarm Reformasi Ikut Bunyi Kamar 307: Malam Saat Tangan Buntung Keluar dari Kolong Ranjang Kutukan Tuyul Turunan: Kekayaan yang Dibayar dengan Nyawa Anak Sendiri Sebulan Jadi Brimob Palsu: Masuk Mako, Ikut Latihan, dan Pegang Senjata Ketahuan Gara-gara Minta Rokok

Ekonomi

Shell Akhirnya “Kulakan” ke Pertamina: Kabar Baik untuk Kamu yang Trauma Lihat Tulisan ‘Habis’

badge-check


					Shell Indonesia resmi membeli 100 ribu barel BBM dari Pertamina setelah sering mengalami kekosongan stok di SPBU. Kementerian ESDM memastikan pasokan tiba akhir November, menandai babak baru kerja sama energi nasional. Perbesar

Shell Indonesia resmi membeli 100 ribu barel BBM dari Pertamina setelah sering mengalami kekosongan stok di SPBU. Kementerian ESDM memastikan pasokan tiba akhir November, menandai babak baru kerja sama energi nasional.

PRABA INSIGHT – JAKARTA – Ada kabar gembira untuk para pengguna setia SPBU Shell yang belakangan sering diuji kesabarannya oleh papan bertuliskan “Habis”. Setelah drama panjang ala sinetron jam tujuh malam, akhirnya Shell Indonesia memutuskan langkah strategis: membeli pasokan BBM langsung dari Pertamina.

Kabar ini bukan lagi isapan jempol. Kementerian ESDM sudah mengonfirmasi, dan langkah ini resmi menjadi babak baru dalam dunia per-BBM-an nasional.

Shell, yang mungkin sudah bosan melihat tangki di SPBU-nya kering kerontang seperti halaman rumah saat kemarau, akhirnya memutuskan untuk kulakan besar-besaran. Wakil Menteri ESDM, Yuliot Tanjung, membeberkan detailnya dengan sangat lugas: Shell langsung pesan 1 kargo penuh, alias sekitar 100 ribu barel BBM. Tidak nanggung-nanggung.

“Untuk Shell, ini sudah terdapat kesepakatan dengan Pertamina… 100 ribu barel,” ujar Yuliot di Jakarta, Selasa (25/11/2025).

Lebih menarik lagi, pengirimannya tidak pakai lama. BBM murni (base fuel) pesanan Shell dijadwalkan tiba di titik serah akhir November ini bahkan kemungkinan besar sudah nyampe saat berita ini kamu baca. Artinya, stok di SPBU Shell seharusnya segera kembali normal. Tidak ada lagi adegan drama parkir, lihat tulisan “Habis”, lalu langsung putar balik dengan hati hancur.

Dengan masuknya Shell ke daftar pembeli, formasi “pelanggan VIP” Pertamina Patra Niaga akhirnya lengkap. Sebelumnya, dua pemain swasta lain juga sudah lebih dulu mengibarkan bendera putih dan ikut membeli dari Pertamina:

  • BP-AKR: Sudah aman sejak tahap pertama.
  • Vivo: Resmi ikut rombongan tahap kedua, memborong 100 ribu barel.
  • Shell: Peserta terakhir yang akhirnya mantap pesan 100 ribu barel juga.

Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun, menegaskan bahwa kerja sama ini adalah contoh nyata semangat “kerja bersama” demi menjaga ketahanan energi nasional. Pertamina, sebagai BUMN senior yang sudah makan asam garam, siap menolong adik-adiknya di dunia swasta supaya tetap bisa jualan.

Walau terdengar kocak karena biasanya kompetitor itu saling sikut, bukan saling belanja semua proses ini tetap dilakukan dengan mekanisme B2B profesional. Roberth menjelaskan berbagai tahapannya:

  • Tender Supplier sesuai aturan GCG
  • Join Surveyor untuk cek kualitas bareng
  • Open Book alias transparansi harga saat negosiasi

Dengan kata lain: kompetitif, bersih, dan bisa dipertanggungjawabkan.

Jadi untuk kamu yang fanatik pakai “bensin rasa luar negeri”, tak perlu cemas. Meski isinya dari Pertamina, racikan dan standar kualitasnya tetap mengikuti brand masing-masing. Yang paling penting, kamu tidak perlu lagi muter-muter kota cuma buat cari SPBU yang tidak kehabisan stok.

Akhirnya, ada juga kabar yang bikin bensin dan hati sama-sama adem.


Penulis : Ristanto | Editor : Ivan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

NIB Katanya Bikin Mudah, Rakyat Kecil Malah Makin Pusing Tujuh Keliling

30 Januari 2026 - 07:20 WIB

Garda Indonesia Tolak Kenaikan Tarif Ojol, Tuntut Skema Bagi Hasil 90:10

12 Desember 2025 - 14:21 WIB

Bocoran Aturan Baru Kemenhub: Dari Jaminan Sosial, Algoritma Titik Jemput, hingga Kenaikan Tarif Ojol

12 Desember 2025 - 03:44 WIB

Menkeu Purbaya Menutup Pintu Legalisasi Thrifting: ‘Ilegal Tetap Ilegal

21 November 2025 - 11:51 WIB

Haidar Alwi, Swasembada Pangan, dan Dunia yang Mendadak Ikut Riweuh

20 November 2025 - 06:23 WIB

Trending di Ekonomi