Menu

Mode Gelap
Bersih-bersih Seragam: 34 Personel Polri Di-PTDH, Nama Konten Kreator Ikut Terseret Belajar Ngaji atau Jadi Korban? Dugaan Pelecehan di Ponpes Muna Barat yang Bikin Orang Tua Merinding Menikmati Wagyu hingga Daechang di Gahyo Cikarang, Restoran Korea Favorit Pebisnis KAUP Gelar PentaSeni 2026 di Kampus Pancasila, Jadi Momen Perpisahan Kepengurusan Dasco Rakernas Perdana Haidar Alwi Institute di Tengah Dinamika Politik Nasional Kantor Pegadaian Wilayah IX Jakarta 2 Tancap Gas Digitalisasi Transaksi Emas Lewat Aplikasi Tring

Regional

Solar Langka, Antrean Mengular: Sukma Hidayat Minta Gubernur Sumsel Jangan Tutup Mata

badge-check


					Sandri Rumanama terhadap kinerja Polri 2025 di era Jenderal Listyo Sigit — mulai dari kamtibmas, penegakan hukum, keamanan siber, hingga program ketahanan pangan. Perbesar

Sandri Rumanama terhadap kinerja Polri 2025 di era Jenderal Listyo Sigit — mulai dari kamtibmas, penegakan hukum, keamanan siber, hingga program ketahanan pangan.

PRABA INSIGHT- SUMSEL – Ada yang aneh dengan kehidupan di Sumatera Selatan belakangan ini. Bukan, bukan soal cuaca yang makin galak atau jalanan yang makin penuh lobang. Ini soal antrean Solar yang panjangnya bisa bikin orang bertanya-tanya: ini mau beli BBM atau ikut maraton tengah malam?

Ketua Umum Lintas Aktivis Antar Generasi Indonesia (LAAGI), Sukma Hidayat, akhirnya angkat suara. Ia meminta Gubernur Sumatera Selatan untuk meninjau ulang kebijakan pengisian BBM Solar yang alih-alih memudahkan justru bikin warga makin sengsara.

Menurut Sukma, kebijakan itu seharusnya diarahkan untuk memperjuangkan tambahan kuota Solar. Soalnya, kebutuhan kendaraan di Palembang dan sekitarnya tiap hari bukannya menurun, malah seperti tugas kuliah: makin menumpuk.

“Setelah kebijakan diberlakukan, antrean kendaraan malah makin panjang. Ada yang sampai tiga kilometer antre dari jam 10 malam sampai jam 4 pagi,” kata Sukma. Yang bikin tambah nelangsa, setelah mengantre lama, sering kali Solar sudah habis. Lengkap sudah penderitaannya.

Usulan Anti-Drama dari Sukma

Sukma kemudian mengajukan saran untuk meredam drama Solar ini.

Pertama, empat SPBU yang sebelumnya ditutup diminta kembali buka dan melayani Solar. Tapi khusus kendaraan pribadi, ya truk dan bus silakan minggir dulu.

Kedua, 14 SPBU yang buka tengah malam diusulkan ganti sistem. Biar nggak pada berebut jam 22.00–04.00, Sukma menawarkan pola baru:

  • 06.00–12.00 WIB untuk pelat ganjil,
  • 12.30–17.00 WIB untuk pelat genap,
  • 20.00–00.00 WIB untuk semua kendaraan (silakan datang rame-rame).

Ketiga, tujuh SPBU yang sudah buka sesuai jam normal diminta tetap beroperasi seperti biasa. Jangan ikut-ikutan ribet.

Sukma berharap Gubernur Sumsel tidak membiarkan warga bertarung dengan antrean tiga kilometer tiap malam. “Semoga keputusan ini bisa ditinjau ulang agar masyarakat tidak semakin terbebani,” ujarnya. (Van)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Tragis! Rumah Dijaminkan demi Tolong Orang, YAM Justru Dipenjara

6 Februari 2026 - 15:50 WIB

Sebulan Jadi Brimob Palsu: Masuk Mako, Ikut Latihan, dan Pegang Senjata Ketahuan Gara-gara Minta Rokok

5 Februari 2026 - 14:41 WIB

Diduga Mabuk, Tabrak Lari, lalu Nyemplung: Mobil Oknum Polisi di Karawang Berakhir di Sungai

1 Februari 2026 - 07:56 WIB

Soto MBG SMA 2 Kudus Diduga Basi, 118 Siswa Keracunan Dilarikan ke Rumah Sakit

31 Januari 2026 - 11:12 WIB

Camat Medan Maimun Dicopot, Kartu Kredit Daerah Diduga Dipakai Main Judi Online

28 Januari 2026 - 13:48 WIB

Trending di Regional