Menu

Mode Gelap
Ramadhan Peduli di Depok: Mahasiswa BEM PTAI Bukan Cuma Buka Bersama, Tapi Juga Santuni Anak Yatim Ditegur Saat Apel Pagi, Karyawan di Tojo Una-Una Tewas Diduga Diserang Rekan Kerja Kronologi Tenggelamnya Fregat IRIS Dena: Dari Izin Sandar di India hingga Diduga Ditorpedo di Samudra Hindia Kabar Adik Benjamin Netanyahu Tewas dalam Serangan Rudal Iran Bikin Timur Tengah Makin Panas Update Bantargebang: Longsor Gunungan Sampah Tewaskan 6 Orang, 1 Korban Masih Dicari Pria di Tanjungpinang Diduga Bunuh dan Mutilasi Istri, Baru Bebas 15 Tahun Penjara Kasus Pembunuhan

Ekonomi

Utang Whoosh Jadi Sorotan, DPR Siap Jadi “Masinis Kedua” Urus Proyek Ini

badge-check


					Puan Maharani pastikan utang proyek Whoosh dibahas DPR bersama pemerintah, sementara Presiden Prabowo tegaskan semua dalam kendalinya. Perbesar

Puan Maharani pastikan utang proyek Whoosh dibahas DPR bersama pemerintah, sementara Presiden Prabowo tegaskan semua dalam kendalinya.

PRABA INSIGHT – JAKARTA – Ketua DPR RI, Puan Maharani, akhirnya angkat bicara soal polemik utang proyek Kereta Cepat Jakarta–Bandung alias Whoosh. Ia meminta semua pihak nggak langsung panas dulu. Menurutnya, urusan ini bakal dibahas dengan kepala dingin bareng pemerintah di komisi terkait.

“Hal tersebut akan kita bahas di komisi terkait, dan kita lihat dulu bagaimana sebenarnya keputusan-keputusan di pemerintahan periode yang lalu,” ujar Puan dalam konferensi pers di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (4/11/2025).

Puan menegaskan, pembahasan nanti nggak cuma soal angka dan utang, tapi juga tentang kondisi keuangan negara baik dulu maupun sekarang. Pokoknya, semuanya harus dikupas tuntas biar jelas siapa melakukan apa dan bagaimana nasib proyek kereta cepat yang sempat jadi kebanggaan itu.

“Ini kan harus dibahas bersama pemerintah. Bagaimana secara teknis, dan bagaimana kondisi keuangan dulu dan saat ini,” imbuhnya.

Soal KPK yang kabarnya mulai menyelidiki proyek Whoosh, Puan tetap kalem. Ia nggak mau terburu-buru komentar dan menegaskan, semua akan dibahas secara resmi di komisi DPR.

“Whoosh nanti akan dibahas di komisi terkait dengan pemerintah. Kita akan kaji bersama bagaimana secara teknis di pemerintah, bagaimana sikap pemerintah, dan bagaimana situasi keuangan dulu dan sekarang,” jelasnya.

Yang penting, kata Puan, jangan sampai negara rugi berkepanjangan hanya karena proyek yang seharusnya jadi simbol kemajuan malah berubah jadi beban.

“Kita harus tahu apa yang akan dilakukan pemerintah agar tidak terjadi kerugian negara yang berlarut-larut,” tegasnya.

Menariknya, di hari yang sama Presiden Prabowo Subianto justru terlihat lebih santai soal utang Whoosh. Ia bahkan bilang, nggak perlu khawatir. Semua sudah dalam kendalinya.

“Nggak usah khawatir. Apa itu ribut-ribut Whoosh? Saya sudah pelajari masalahnya. Tidak ada masalah. Saya tanggung jawab nanti Whoosh itu semuanya,” kata Prabowo dalam acara peresmian Stasiun Tanah Abang Baru, Jakarta Pusat.

Presiden juga meminta PT KAI tetap tenang. Menurut perhitungannya, proyek Whoosh aman-aman saja.

“Saya sudah hitung, Whoosh tidak ada masalah,” tegasnya.

Kalau dilihat dari dua pernyataan ini, suasananya jadi mirip pembagian peran: Puan bicara dengan nada hati-hati, penuh prosedur; sementara Prabowo datang dengan gaya “tenang, semua di bawah kendali saya.”

Mungkin memang begitu cara kerja “Whoosh politik” di Indonesia DPR yang hati-hati di relnya, sementara Presiden sudah siap ngebut ke solusi. (Van)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Dua Wajah THR Lebaran 2026: Swasta Dipotong Pajak, Aparatur Negara Utuh 100%

6 Maret 2026 - 10:19 WIB

BHR Ojol Naik 100%, Aplikator Rogoh Rp220 Miliar: Lebaran Tahun Ini Lebih “Nendang” buat Mitra?

3 Maret 2026 - 14:12 WIB

BHR Ojol Tinggal Tunggu Waktu! Ini Bocoran Cair dan Besaran Bonusnya

25 Februari 2026 - 10:25 WIB

THR ASN,TNI, Polri 2026 Cair Awal Ramadan, Negara Gelontorkan Rp 55 Triliun

19 Februari 2026 - 18:25 WIB

NIB Katanya Bikin Mudah, Rakyat Kecil Malah Makin Pusing Tujuh Keliling

30 Januari 2026 - 07:20 WIB

Trending di Ekonomi