Menu

Mode Gelap
Jelang HUT RI ke- 81 Sekjen PATRA Ingatkan Ojol: Jangan Gampang Kepancing, Hormati Bulan Kemerdekaan Sudah Unggul, Malah Pulang Kampung: Timnas Indonesia Tersingkir dari Piala AFF 2026 usai Ditahan Singapura 1-1 Rumor Jay Idzes Dibidik PSG Bikin Suporter Sassuolo Waswas: Tak Mau Kehilangan Bek Andalan Chat WhatsApp Terakhir Terduga Mutilasi Depok Terungkap, Sehari Kemudian Resign dari Tempat Kerja Isu Kapolri Diganti Keburu Berlari, Istana Malah Bilang: Surpresnya Saja Belum Ada Pasien BPJS Meninggal, Deretan Dokter yang Sempat Mencibir Kini Ramai-Ramai Minta Maaf

Ekonomi

Utang Whoosh Jadi Sorotan, DPR Siap Jadi “Masinis Kedua” Urus Proyek Ini

badge-check

Puan Maharani pastikan utang proyek Whoosh dibahas DPR bersama pemerintah, sementara Presiden Prabowo tegaskan semua dalam kendalinya. Perbesar

Puan Maharani pastikan utang proyek Whoosh dibahas DPR bersama pemerintah, sementara Presiden Prabowo tegaskan semua dalam kendalinya.

PRABA INSIGHT – JAKARTA – Ketua DPR RI, Puan Maharani, akhirnya angkat bicara soal polemik utang proyek Kereta Cepat Jakarta–Bandung alias Whoosh. Ia meminta semua pihak nggak langsung panas dulu. Menurutnya, urusan ini bakal dibahas dengan kepala dingin bareng pemerintah di komisi terkait.

“Hal tersebut akan kita bahas di komisi terkait, dan kita lihat dulu bagaimana sebenarnya keputusan-keputusan di pemerintahan periode yang lalu,” ujar Puan dalam konferensi pers di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (4/11/2025).

Puan menegaskan, pembahasan nanti nggak cuma soal angka dan utang, tapi juga tentang kondisi keuangan negara baik dulu maupun sekarang. Pokoknya, semuanya harus dikupas tuntas biar jelas siapa melakukan apa dan bagaimana nasib proyek kereta cepat yang sempat jadi kebanggaan itu.

“Ini kan harus dibahas bersama pemerintah. Bagaimana secara teknis, dan bagaimana kondisi keuangan dulu dan saat ini,” imbuhnya.

Soal KPK yang kabarnya mulai menyelidiki proyek Whoosh, Puan tetap kalem. Ia nggak mau terburu-buru komentar dan menegaskan, semua akan dibahas secara resmi di komisi DPR.

“Whoosh nanti akan dibahas di komisi terkait dengan pemerintah. Kita akan kaji bersama bagaimana secara teknis di pemerintah, bagaimana sikap pemerintah, dan bagaimana situasi keuangan dulu dan sekarang,” jelasnya.

Yang penting, kata Puan, jangan sampai negara rugi berkepanjangan hanya karena proyek yang seharusnya jadi simbol kemajuan malah berubah jadi beban.

“Kita harus tahu apa yang akan dilakukan pemerintah agar tidak terjadi kerugian negara yang berlarut-larut,” tegasnya.

Menariknya, di hari yang sama Presiden Prabowo Subianto justru terlihat lebih santai soal utang Whoosh. Ia bahkan bilang, nggak perlu khawatir. Semua sudah dalam kendalinya.

“Nggak usah khawatir. Apa itu ribut-ribut Whoosh? Saya sudah pelajari masalahnya. Tidak ada masalah. Saya tanggung jawab nanti Whoosh itu semuanya,” kata Prabowo dalam acara peresmian Stasiun Tanah Abang Baru, Jakarta Pusat.

Presiden juga meminta PT KAI tetap tenang. Menurut perhitungannya, proyek Whoosh aman-aman saja.

“Saya sudah hitung, Whoosh tidak ada masalah,” tegasnya.

Kalau dilihat dari dua pernyataan ini, suasananya jadi mirip pembagian peran: Puan bicara dengan nada hati-hati, penuh prosedur; sementara Prabowo datang dengan gaya “tenang, semua di bawah kendali saya.”

Mungkin memang begitu cara kerja “Whoosh politik” di Indonesia DPR yang hati-hati di relnya, sementara Presiden sudah siap ngebut ke solusi. (Van)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Isu Kapolri Diganti Keburu Berlari, Istana Malah Bilang: Surpresnya Saja Belum Ada

7 Agustus 2026 - 18:14

Pasien BPJS Meninggal, Deretan Dokter yang Sempat Mencibir Kini Ramai-Ramai Minta Maaf

7 Agustus 2026 - 17:48

JakOne Mobile Bikin Bank Jakarta Panen Penghargaan, Bukti Transformasi Digital Bukan Sekadar Gimmick

4 Agustus 2026 - 11:11

Pemerintah Resmi Ubah Status Ojol Jadi Pelaku UMKM, Perpres Masuki Tahap Final

21 Juli 2026 - 18:33

Sahabat MUI Kota Bekasi Gelar Raker I, Desak Pengawasan LGBT dan Narkoba

15 Juli 2026 - 13:11

Trending di Ekonomi