Menu

Mode Gelap
Charma Afrianto Minta KPK Dalami Pengelolaan Anggaran Palembang Usai Geledah BPK Sumsel Terungkap! Kronologi Taufik Diduga Sekap dan Aniaya YTR, Semua Berawal dari Kenalan di Tinder Jokowi Turun Gunung demi PSI. Lampung Jadi Etape Pertama, Mesin Politik Sedang Dipanaskan Kepercayaan Publik ke Polri Naik, Sandri Rumanama Bilang Perubahan Itu Nyata 82,4 Persen Publik Masih Percaya Polri. Barangkali, Ini Memang Bukan Cuma Soal Angka Telepon dari Gerbong Wanita Bekasi Timur

Internasional

Kantor Berita VOA Resmi Tutup, Ribuan Karyawan dan Jurnalis Kehilangan Pekerjaan

badge-check


					Voice of America (VOA) resmi ditutup setelah 80 tahun mengudara. Ribuan karyawan termasuk 1.000 jurnalis kehilangan pekerjaan. (Foto:Istimewa) Perbesar

Voice of America (VOA) resmi ditutup setelah 80 tahun mengudara. Ribuan karyawan termasuk 1.000 jurnalis kehilangan pekerjaan. (Foto:Istimewa)

PRABA INSIGHT- Kabar mengejutkan datang dari Washington, D.C. Sabtu (15/3/2025), Voice of America (VOA) resmi menutup pintu operasionalnya. Lembaga penyiaran yang selama delapan dekade jadi “jendela Amerika” ke dunia ini bubar jalan.

Tak ada seremoni. Tak ada pidato perpisahan. Yang ada hanya surat pemutusan kerja yang mendarat di meja karyawan, dari reporter, editor, sampai manajer senior. Semua diberi waktu cuma 60 menit untuk mengosongkan meja kerja lebih cepat dari waktu promo diskon online yang sering bikin orang panik checkout.

Jurnalis VOA, Eva Mazrieva, mengunggah suasana haru itu lewat video singkat. Para pegawai tampak buru-buru memasukkan dokumen, foto keluarga, dan mug favorit ke dalam kardus. “Setelah 157 hari dirumahkan, hari ini kami diberi waktu satu jam untuk mengambil barang. End of Us? #savevoa,” tulis Eva.

Dampaknya tak main-main: sekitar 1.300 orang kehilangan pekerjaan, termasuk 1.000 jurnalis. Untuk pertama kalinya sejak 1942, dunia harus menerima kenyataan bahwa VOA tidak lagi bersiaran.

Dari Radio Perang Dunia ke Layar Kosong

VOA lahir pada masa Perang Dunia II, tumbuh menjadi corong resmi Amerika Serikat di era Perang Dingin, dan sempat dianggap simbol kebebasan pers oleh sebagian negara berkembang. Kini, semuanya berakhir begitu saja, dalam waktu hanya sejam.

Banyak yang menyebut tutupnya VOA sebagai akhir sebuah era: era ketika informasi dari radio berlogo elang itu dianggap “suara otoritatif” tentang dunia. Pertanyaannya sekarang, siapa yang akan mengisi kekosongan ruang itu?

Apakah BBC, Al Jazeera, atau justru media sosial yang sudah lebih dulu jadi medan tempur informasi?

Yang jelas, untuk para mantan pegawai VOA, kenangan tentang 80 tahun siaran harus muat dalam satu kardus.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Trump Sebut Israel Bisa Tamat dalam Hitungan Jam Jika Iran Punya Nuklir, Ancaman atau Jurus Negosiasi?

18 Juni 2026 - 18:44

Viral! Polisi Florida Tilang Perempuan Tanpa Tangan Kanan karena Diduga Main HP Saat Nyetir

2 Juni 2026 - 12:49

Edoardo Agnelli: Pewaris Juventus yang Masuk Islam, Dicoret dari Keluarga, lalu Tewas Misterius

26 Mei 2026 - 20:24

Patung Yesus Dirusak di Lebanon Selatan, Militer Israel Akui dan Janji Investigasi

22 April 2026 - 20:30

Dana Rp263 Triliun untuk Gaza Diduga Dialihkan ke Israel, Nama Donald Trump Disorot

20 April 2026 - 16:41

Trending di Internasional