Menu

Mode Gelap
Ngopi Nggak Harus Serius: MILKLAB Ajak Coffee Lovers Keliling Kafe sambil Joget dan Berburu Hadiah Gusi Berdarah Bisa Berkaitan dengan Penyakit Kronis, dari Diabetes hingga Jantung Rumah Kontrakan Bakal Dipajaki 2027, Pengamat Minta Pemerintah Tak Samakan dengan Properti Komersial Temuan Senjata di YHI-PP Bermula dari Ruangan Terkunci, Kuasa Hukum: Kunci Masih Dipegang IWD Iran Belum Buka Selat Hormuz, Ajukan 5 Syarat ke AS: Sanksi hingga Ganti Rugi Perang Jelang HUT RI ke- 81 Sekjen PATRA Ingatkan Ojol: Jangan Gampang Kepancing, Hormati Bulan Kemerdekaan

Crime

Kampung Bahari Digerebek Lagi: 18 Orang Diciduk, Petasan dan Bong Berserakan di Lapak-Lapak Narkoba

badge-check

BNN dan Brimob gerebek Kampung Bahari, tangkap 18 pelaku narkoba. Petasan, bong, dan sabu ditemukan di lapak-lapak dekat rel.(Foto:Istimewa) Perbesar

BNN dan Brimob gerebek Kampung Bahari, tangkap 18 pelaku narkoba. Petasan, bong, dan sabu ditemukan di lapak-lapak dekat rel.(Foto:Istimewa)

PRABA INSIGHT – JAKARTA – Kampung Bahari, Jakarta Utara, sepertinya belum mau pensiun dari urusan narkoba. Entah sudah berapa kali digerebek, tapi kawasan ini seperti punya semangat hidup yang luar biasa khususnya untuk bisnis gelap. Kali ini, giliran Badan Narkotika Nasional (BNN) yang datang bareng Brimob Polda Metro Jaya, mengobrak-abrik sarang narkoba dengan semangat “bersih-bersih” di bawah panas terik Jakarta.

Penggerebekan ini tidak berjalan mulus. Para pelaku, yang tampaknya lebih siap dari pemain paintball, melawan pakai batu, busur panah, sampai kembang api. “Sempat terjadi perlawanan, tapi bisa dikendalikan tim di lapangan,” ujar Brigjen Roy Hadi Siahaan, Direktur Penindakan dan Pengejaran BNN, Rabu (5/11/2025).

Dari operasi yang penuh drama ini, 18 orang berhasil ditangkap. Ada yang diciduk saat lagi di motor, ada juga yang sedang nongkrong di kos berwarna oranye yang entah kenapa jadi warna favorit pelaku. Barang buktinya? Jangan ditanya. Mulai dari sabu, ekstasi, ganja, bong, timbangan, sampai sedotan warna-warni. Bahkan, ada juga kipas angin di tenda lapak, mungkin biar pelanggan tetap nyaman meski sedang “transaksi”.

BNN menyebut, setidaknya ada lima lokasi penggerebekan, sebagian besar dekat rel kereta api ya, tempat yang jelas tidak butuh banyak papan nama. Dari satu lapak saja, petugas menemukan sabu seberat 51,80 gram, ekstasi bergambar Transformer dan LV masing-masing 25 butir, serta puluhan alat isap yang seolah jadi perabot standar di sana.

“Seluruh tersangka dan barang bukti sudah diamankan di kantor BNNK Jakarta Utara,” kata Roy.

Di lokasi, petugas juga menemukan catatan rekening dan tenda biru besar yang diduga jadi markas transaksi. Mungkin tenda itu dulunya niat buat jualan kopi, tapi akhirnya jadi “warung” versi lain.

Kepala BNN Komjen Suyudi Ario Seto menjelaskan bahwa perang melawan narkoba bukan cuma urusan hukum, tapi kemanusiaan. “Narkoba adalah isu kemanusiaan, bukan sekadar kriminalitas. Pengguna narkoba harus disembuhkan melalui rehabilitasi, bukan penjara,” ujarnya.

Menurutnya, langkah BNN ini juga bagian dari Asta Cita Presiden Prabowo Subianto tepatnya poin ketujuh yang menekankan reformasi hukum dan ketahanan bangsa. Singkatnya, memberantas narkoba bukan cuma soal menangkap, tapi soal menyelamatkan.

Kampung Bahari mungkin belum bersih sepenuhnya, tapi hari itu, setidaknya, satu tenda biru lapak narkoba sudah tumbang. Satu langkah kecil untuk Jakarta, satu harapan besar untuk bebas dari candu.(van)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Chat WhatsApp Terakhir Terduga Mutilasi Depok Terungkap, Sehari Kemudian Resign dari Tempat Kerja

7 Agustus 2026 - 20:39

Bau Busuk yang Dikira Bangkai Hewan Ternyata Jenazah Pria Tanpa Kepala, Warga Depok Syok Bukan Main

4 Agustus 2026 - 22:43

Lapor Hilang ke Polisi Disebut “Sudah Dewasa”, Feni Ere Akhirnya Ditemukan Tinggal Tulang Belulang

31 Juli 2026 - 18:05

Pilot Malaysia Airlines Jadi Tersangka, Bawa 25,1 Kg Ekstasi dan Sabu ke Soekarno-Hatta

31 Juli 2026 - 15:23

16 Kali Kemalingan Ayam, Kini Suami dan Anak Pemilik Ditahan Usai Kasus Maling Tewas di Tabanan

30 Juli 2026 - 16:04

Trending di Crime