Menu

Mode Gelap
BHR Ojol Naik 100%, Aplikator Rogoh Rp220 Miliar: Lebaran Tahun Ini Lebih “Nendang” buat Mitra? Di Balik Framing Negatif Polri, Sandri Rumanama Buka Suara Heboh! Ledakan di Kauman Ponorogo Terdengar hingga Kilometeran, Satu Rumah Rusak Parah Rudal Balistik Iran Hantam Kantor Perdana Menteri Israel, ini kata PM Netanyahu Blok M Mendadak Mistis: Luna Maya Perkenalkan Film “Santet Dosa di Atas Dosa” In Memoriam Try Sutrisno, Mantan Panglima ABRI dan Wapres RI ke-6

Crime

Kampung Bahari Digerebek Lagi: 18 Orang Diciduk, Petasan dan Bong Berserakan di Lapak-Lapak Narkoba

badge-check


					BNN dan Brimob gerebek Kampung Bahari, tangkap 18 pelaku narkoba. Petasan, bong, dan sabu ditemukan di lapak-lapak dekat rel.(Foto:Istimewa) Perbesar

BNN dan Brimob gerebek Kampung Bahari, tangkap 18 pelaku narkoba. Petasan, bong, dan sabu ditemukan di lapak-lapak dekat rel.(Foto:Istimewa)

PRABA INSIGHT – JAKARTA – Kampung Bahari, Jakarta Utara, sepertinya belum mau pensiun dari urusan narkoba. Entah sudah berapa kali digerebek, tapi kawasan ini seperti punya semangat hidup yang luar biasa khususnya untuk bisnis gelap. Kali ini, giliran Badan Narkotika Nasional (BNN) yang datang bareng Brimob Polda Metro Jaya, mengobrak-abrik sarang narkoba dengan semangat “bersih-bersih” di bawah panas terik Jakarta.

Penggerebekan ini tidak berjalan mulus. Para pelaku, yang tampaknya lebih siap dari pemain paintball, melawan pakai batu, busur panah, sampai kembang api. “Sempat terjadi perlawanan, tapi bisa dikendalikan tim di lapangan,” ujar Brigjen Roy Hadi Siahaan, Direktur Penindakan dan Pengejaran BNN, Rabu (5/11/2025).

Dari operasi yang penuh drama ini, 18 orang berhasil ditangkap. Ada yang diciduk saat lagi di motor, ada juga yang sedang nongkrong di kos berwarna oranye yang entah kenapa jadi warna favorit pelaku. Barang buktinya? Jangan ditanya. Mulai dari sabu, ekstasi, ganja, bong, timbangan, sampai sedotan warna-warni. Bahkan, ada juga kipas angin di tenda lapak, mungkin biar pelanggan tetap nyaman meski sedang “transaksi”.

BNN menyebut, setidaknya ada lima lokasi penggerebekan, sebagian besar dekat rel kereta api ya, tempat yang jelas tidak butuh banyak papan nama. Dari satu lapak saja, petugas menemukan sabu seberat 51,80 gram, ekstasi bergambar Transformer dan LV masing-masing 25 butir, serta puluhan alat isap yang seolah jadi perabot standar di sana.

“Seluruh tersangka dan barang bukti sudah diamankan di kantor BNNK Jakarta Utara,” kata Roy.

Di lokasi, petugas juga menemukan catatan rekening dan tenda biru besar yang diduga jadi markas transaksi. Mungkin tenda itu dulunya niat buat jualan kopi, tapi akhirnya jadi “warung” versi lain.

Kepala BNN Komjen Suyudi Ario Seto menjelaskan bahwa perang melawan narkoba bukan cuma urusan hukum, tapi kemanusiaan. “Narkoba adalah isu kemanusiaan, bukan sekadar kriminalitas. Pengguna narkoba harus disembuhkan melalui rehabilitasi, bukan penjara,” ujarnya.

Menurutnya, langkah BNN ini juga bagian dari Asta Cita Presiden Prabowo Subianto tepatnya poin ketujuh yang menekankan reformasi hukum dan ketahanan bangsa. Singkatnya, memberantas narkoba bukan cuma soal menangkap, tapi soal menyelamatkan.

Kampung Bahari mungkin belum bersih sepenuhnya, tapi hari itu, setidaknya, satu tenda biru lapak narkoba sudah tumbang. Satu langkah kecil untuk Jakarta, satu harapan besar untuk bebas dari candu.(van)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Cekcok Biaya Motor yang Berujung Kematian: Tragisnya Nasib Siswi Nganjuk di Sungai Jilu

27 Februari 2026 - 12:10 WIB

Dari Layar Kaca ke Meja Sidang: Ironi Nasib Kompol Yuni, Bintang “86” yang Tersandung Kasus Narkoba

26 Februari 2026 - 11:19 WIB

Terungkap Skema Setoran Bandar Narkoba ke Eks Kapolres Bima Kota, Diduga Capai Rp 2,8 Miliar

23 Februari 2026 - 10:22 WIB

Mantan Kasat Narkoba Bima Bongkar Dugaan Permintaan Alphard dan Rp 1 M ke Bandar

15 Februari 2026 - 16:42 WIB

Belajar Ngaji atau Jadi Korban? Dugaan Pelecehan di Ponpes Muna Barat yang Bikin Orang Tua Merinding

10 Februari 2026 - 09:29 WIB

Trending di Crime