Menu

Mode Gelap
“Teror Sungai Musi 1987: Yang Tenggelam Tidak Pernah Pergi” Pilu, Tabrakan KA Bekasi Timur Renggut 15 Nyawa, Termasuk Seorang Jurnalis Perempuan Daftar Lengkap Korban Bekasi Timur: 84 Luka, 14 Meninggal, Usia 21–63 Tahun dan Tersebar di 11 RS Sopir Taksi Beberkan Detik-detik Setir Ngunci di Rel Bekasi Timur hingga Picu Tabrakan Kereta BP Danantara Pastikan Jasa Raharja Tanggung Biaya Perawatan, KAI Beri Kompensasi Korban Kecelakaan Bekasi Timur Kisah Skandal Sum Kuning: Dari Korban Jadi Tersangka, Saat Hukum Tunduk pada Kuasa

Internasional

Tai Po Jadi Lautan Api: Kebakaran Level 5 Pertama dalam 17 Tahun, 44 Tewas & 279 Hilang

badge-check


					Kebakaran Level 5 pertama dalam 17 tahun melanda Tai Po, Hong Kong: 44 tewas, 279 hilang, dan ratusan petugas masih mencari korban. Investigasi temukan polistirena sebagai pemicu cepatnya api. Perbesar

Kebakaran Level 5 pertama dalam 17 tahun melanda Tai Po, Hong Kong: 44 tewas, 279 hilang, dan ratusan petugas masih mencari korban. Investigasi temukan polistirena sebagai pemicu cepatnya api.

PRABA INSIGHT- HONGKONG – Distrik Tai Po, Hong Kong bagian utara, mendadak berubah seperti adegan film bencana minus efek CGI, plus kepanikan sungguhan. Rabu (26/11/2025) sore, kompleks perumahan Wang Fuk Court yang biasanya cuma jadi tempat antre lift, seketika menjelma jadi neraka terbuka.

Tiga blok apartemen dilahap api sekaligus. Alarm bahaya tertinggi dibunyikan. Dan Hong Kong kembali mencatat sejarah kelam: kebakaran Level 5 pertama dalam 17 tahun. Sebuah pengingat bahwa skenario terburuk itu nyata, bukan sekadar latihan evakuasi.

Korban: Angka yang Membuat Dada Turut Panas

Hingga Rabu malam, data sementara benar-benar bikin lutut goyah:

  • 44 orang meninggal, termasuk seorang petugas pemadam yang gugur saat berusaha menyelamatkan warga.
  • 279 orang hilang, diduga masih tertinggal di balik puing-puing panas.
  • 700 orang selamat, dievakuasi ke penampungan darurat.

Perlu dicatat, Wang Fuk Court bukan kompleks kecil-kecilan. Ada delapan gedung, hampir 2.000 unit, dengan total penghuni sekitar 4.800 jiwa. Dengan kepadatan seperti itu, satu percikan saja sudah bisa jadi masalah besar. Dan sayangnya, percikan yang muncul kali ini datang dengan “bensin” yang tak terduga.

Api Datang dari Luar, Bukan dari Kompor Penghuni

Kronologi awalnya: sekitar pukul 14.51 WIB, api bukan muncul dari unit yang lupa matikan kompor. Justru muncul dari struktur luar gedung yang sedang direnovasi.

  • Api besar pertama kali membakar perancah bambu, si legenda konstruksi Hong Kong yang setia menemani setiap renovasi gedung.
  • Setelah itu, api menjulur ke jaring konstruksi, lalu seperti pelari maraton, ia melahap gedung-gedung di sekitarnya dalam tempo cepat.

Masalahnya belum selesai. Justru setelah investigasi awal, muncul fakta yang bikin merinding.

Polistirena: Sang “Akselerator” yang Tidak Seharusnya Ada

Direktur Dinas Pemadam Kebakaran, Andy Yeung, mengonfirmasi temuan mencengangkan. Timnya mendapati lembaran papan polistirena yang dipasang untuk menutup jendela selama renovasi.

Bahan yang biasanya dipakai untuk kemasan alat elektronik itu ternyata bekerja bak bensin premium.

“Keberadaan papan tersebut tidak biasa, sehingga kami telah menyerahkan temuan kepada polisi untuk penyelidikan lebih lanjut,” tegas Andy Yeung.

Papan polistirena yang mudah terbakar itu bertindak sebagai akselerator api, membuat kobaran merambat ke unit-unit apartemen dengan kecepatan yang nyaris mustahil dikejar petugas.

Tiga Orang Ditangkap: Proyek Renovasi Berujung Dakwaan Manslaughter

Melihat adanya dugaan kelalaian fatal dalam penggunaan material konstruksi seperti bambu dan polistirena, polisi Hong Kong bergerak cepat.

Tiga orang ditangkap dengan dugaan berat:

  • Dua direktur perusahaan konstruksi
  • Satu konsultan teknik

Ketiganya terancam dakwaan pembunuhan tidak disengaja (manslaughter). Mereka dinilai bertanggung jawab atas keputusan penggunaan material berisiko tinggi yang mengubah proyek renovasi menjadi tragedi massal.

Pencarian Belum Usai

Hingga saat ini, ratusan petugas masih bekerja siang-malam, menyisir puing bangunan mencari ratusan warga yang belum ditemukan. Tai Po kini bukan sekadar titik di peta Hong Kong tapi simbol betapa tipisnya batas antara hunian nyaman dan bencana berskala besar.


Penulis : Ristanto | Editor : Ivan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Patung Yesus Dirusak di Lebanon Selatan, Militer Israel Akui dan Janji Investigasi

22 April 2026 - 20:30

Dana Rp263 Triliun untuk Gaza Diduga Dialihkan ke Israel, Nama Donald Trump Disorot

20 April 2026 - 16:41

Pendeta di Irlandia “Salah Doa” untuk Donald Trump, Jemaat Tertawa, Netizen: Ini Bukan Sekadar Kepleset

20 April 2026 - 14:47

Ketegangan Ibadah di Yerusalem: Israel Perketat Akses Minggu Palma, Pemimpin Gereja Protes

16 April 2026 - 20:30

Melania Trump Bantah Keterkaitan dengan Epstein Files, DOJ Buka Dokumen Lama yang Seret Nama Elite Dunia

12 April 2026 - 13:05

Trending di Internasional