Menu

Mode Gelap
Ngopi Nggak Harus Serius: MILKLAB Ajak Coffee Lovers Keliling Kafe sambil Joget dan Berburu Hadiah Gusi Berdarah Bisa Berkaitan dengan Penyakit Kronis, dari Diabetes hingga Jantung Rumah Kontrakan Bakal Dipajaki 2027, Pengamat Minta Pemerintah Tak Samakan dengan Properti Komersial Temuan Senjata di YHI-PP Bermula dari Ruangan Terkunci, Kuasa Hukum: Kunci Masih Dipegang IWD Iran Belum Buka Selat Hormuz, Ajukan 5 Syarat ke AS: Sanksi hingga Ganti Rugi Perang Jelang HUT RI ke- 81 Sekjen PATRA Ingatkan Ojol: Jangan Gampang Kepancing, Hormati Bulan Kemerdekaan

Internasional

Tai Po Jadi Lautan Api: Kebakaran Level 5 Pertama dalam 17 Tahun, 44 Tewas & 279 Hilang

badge-check

Kebakaran Level 5 pertama dalam 17 tahun melanda Tai Po, Hong Kong: 44 tewas, 279 hilang, dan ratusan petugas masih mencari korban. Investigasi temukan polistirena sebagai pemicu cepatnya api. Perbesar

Kebakaran Level 5 pertama dalam 17 tahun melanda Tai Po, Hong Kong: 44 tewas, 279 hilang, dan ratusan petugas masih mencari korban. Investigasi temukan polistirena sebagai pemicu cepatnya api.

PRABA INSIGHT- HONGKONG – Distrik Tai Po, Hong Kong bagian utara, mendadak berubah seperti adegan film bencana minus efek CGI, plus kepanikan sungguhan. Rabu (26/11/2025) sore, kompleks perumahan Wang Fuk Court yang biasanya cuma jadi tempat antre lift, seketika menjelma jadi neraka terbuka.

Tiga blok apartemen dilahap api sekaligus. Alarm bahaya tertinggi dibunyikan. Dan Hong Kong kembali mencatat sejarah kelam: kebakaran Level 5 pertama dalam 17 tahun. Sebuah pengingat bahwa skenario terburuk itu nyata, bukan sekadar latihan evakuasi.

Korban: Angka yang Membuat Dada Turut Panas

Hingga Rabu malam, data sementara benar-benar bikin lutut goyah:

  • 44 orang meninggal, termasuk seorang petugas pemadam yang gugur saat berusaha menyelamatkan warga.
  • 279 orang hilang, diduga masih tertinggal di balik puing-puing panas.
  • 700 orang selamat, dievakuasi ke penampungan darurat.

Perlu dicatat, Wang Fuk Court bukan kompleks kecil-kecilan. Ada delapan gedung, hampir 2.000 unit, dengan total penghuni sekitar 4.800 jiwa. Dengan kepadatan seperti itu, satu percikan saja sudah bisa jadi masalah besar. Dan sayangnya, percikan yang muncul kali ini datang dengan “bensin” yang tak terduga.

Api Datang dari Luar, Bukan dari Kompor Penghuni

Kronologi awalnya: sekitar pukul 14.51 WIB, api bukan muncul dari unit yang lupa matikan kompor. Justru muncul dari struktur luar gedung yang sedang direnovasi.

  • Api besar pertama kali membakar perancah bambu, si legenda konstruksi Hong Kong yang setia menemani setiap renovasi gedung.
  • Setelah itu, api menjulur ke jaring konstruksi, lalu seperti pelari maraton, ia melahap gedung-gedung di sekitarnya dalam tempo cepat.

Masalahnya belum selesai. Justru setelah investigasi awal, muncul fakta yang bikin merinding.

Polistirena: Sang “Akselerator” yang Tidak Seharusnya Ada

Direktur Dinas Pemadam Kebakaran, Andy Yeung, mengonfirmasi temuan mencengangkan. Timnya mendapati lembaran papan polistirena yang dipasang untuk menutup jendela selama renovasi.

Bahan yang biasanya dipakai untuk kemasan alat elektronik itu ternyata bekerja bak bensin premium.

“Keberadaan papan tersebut tidak biasa, sehingga kami telah menyerahkan temuan kepada polisi untuk penyelidikan lebih lanjut,” tegas Andy Yeung.

Papan polistirena yang mudah terbakar itu bertindak sebagai akselerator api, membuat kobaran merambat ke unit-unit apartemen dengan kecepatan yang nyaris mustahil dikejar petugas.

Tiga Orang Ditangkap: Proyek Renovasi Berujung Dakwaan Manslaughter

Melihat adanya dugaan kelalaian fatal dalam penggunaan material konstruksi seperti bambu dan polistirena, polisi Hong Kong bergerak cepat.

Tiga orang ditangkap dengan dugaan berat:

  • Dua direktur perusahaan konstruksi
  • Satu konsultan teknik

Ketiganya terancam dakwaan pembunuhan tidak disengaja (manslaughter). Mereka dinilai bertanggung jawab atas keputusan penggunaan material berisiko tinggi yang mengubah proyek renovasi menjadi tragedi massal.

Pencarian Belum Usai

Hingga saat ini, ratusan petugas masih bekerja siang-malam, menyisir puing bangunan mencari ratusan warga yang belum ditemukan. Tai Po kini bukan sekadar titik di peta Hong Kong tapi simbol betapa tipisnya batas antara hunian nyaman dan bencana berskala besar.


Penulis : Ristanto | Editor : Ivan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Iran Belum Buka Selat Hormuz, Ajukan 5 Syarat ke AS: Sanksi hingga Ganti Rugi Perang

10 Agustus 2026 - 09:59

Gianni Infantino Dilaporkan Hadapi Tudingan “Suap” Terkait Rencana Penjualan Saham Piala Dunia FIFA

30 Juli 2026 - 16:12

Spanyol Akui Palestina, Sikap Tegas Pedro Sánchez Picu Ketegangan dengan Israel

20 Juli 2026 - 20:13

Trump Sebut Israel Bisa Tamat dalam Hitungan Jam Jika Iran Punya Nuklir, Ancaman atau Jurus Negosiasi?

18 Juni 2026 - 18:44

Viral! Polisi Florida Tilang Perempuan Tanpa Tangan Kanan karena Diduga Main HP Saat Nyetir

2 Juni 2026 - 12:49

Trending di Internasional