PRABA INSIGHT- HONGKONG – Distrik Tai Po, Hong Kong bagian utara, mendadak berubah seperti adegan film bencana minus efek CGI, plus kepanikan sungguhan. Rabu (26/11/2025) sore, kompleks perumahan Wang Fuk Court yang biasanya cuma jadi tempat antre lift, seketika menjelma jadi neraka terbuka.
Tiga blok apartemen dilahap api sekaligus. Alarm bahaya tertinggi dibunyikan. Dan Hong Kong kembali mencatat sejarah kelam: kebakaran Level 5 pertama dalam 17 tahun. Sebuah pengingat bahwa skenario terburuk itu nyata, bukan sekadar latihan evakuasi.
Korban: Angka yang Membuat Dada Turut Panas
Hingga Rabu malam, data sementara benar-benar bikin lutut goyah:
- 44 orang meninggal, termasuk seorang petugas pemadam yang gugur saat berusaha menyelamatkan warga.
- 279 orang hilang, diduga masih tertinggal di balik puing-puing panas.
- 700 orang selamat, dievakuasi ke penampungan darurat.
Perlu dicatat, Wang Fuk Court bukan kompleks kecil-kecilan. Ada delapan gedung, hampir 2.000 unit, dengan total penghuni sekitar 4.800 jiwa. Dengan kepadatan seperti itu, satu percikan saja sudah bisa jadi masalah besar. Dan sayangnya, percikan yang muncul kali ini datang dengan “bensin” yang tak terduga.
Api Datang dari Luar, Bukan dari Kompor Penghuni
Kronologi awalnya: sekitar pukul 14.51 WIB, api bukan muncul dari unit yang lupa matikan kompor. Justru muncul dari struktur luar gedung yang sedang direnovasi.
- Api besar pertama kali membakar perancah bambu, si legenda konstruksi Hong Kong yang setia menemani setiap renovasi gedung.
- Setelah itu, api menjulur ke jaring konstruksi, lalu seperti pelari maraton, ia melahap gedung-gedung di sekitarnya dalam tempo cepat.
Masalahnya belum selesai. Justru setelah investigasi awal, muncul fakta yang bikin merinding.
Polistirena: Sang “Akselerator” yang Tidak Seharusnya Ada
Direktur Dinas Pemadam Kebakaran, Andy Yeung, mengonfirmasi temuan mencengangkan. Timnya mendapati lembaran papan polistirena yang dipasang untuk menutup jendela selama renovasi.
Bahan yang biasanya dipakai untuk kemasan alat elektronik itu ternyata bekerja bak bensin premium.
“Keberadaan papan tersebut tidak biasa, sehingga kami telah menyerahkan temuan kepada polisi untuk penyelidikan lebih lanjut,” tegas Andy Yeung.
Papan polistirena yang mudah terbakar itu bertindak sebagai akselerator api, membuat kobaran merambat ke unit-unit apartemen dengan kecepatan yang nyaris mustahil dikejar petugas.
Tiga Orang Ditangkap: Proyek Renovasi Berujung Dakwaan Manslaughter
Melihat adanya dugaan kelalaian fatal dalam penggunaan material konstruksi seperti bambu dan polistirena, polisi Hong Kong bergerak cepat.
Tiga orang ditangkap dengan dugaan berat:
- Dua direktur perusahaan konstruksi
- Satu konsultan teknik
Ketiganya terancam dakwaan pembunuhan tidak disengaja (manslaughter). Mereka dinilai bertanggung jawab atas keputusan penggunaan material berisiko tinggi yang mengubah proyek renovasi menjadi tragedi massal.
Pencarian Belum Usai
Hingga saat ini, ratusan petugas masih bekerja siang-malam, menyisir puing bangunan mencari ratusan warga yang belum ditemukan. Tai Po kini bukan sekadar titik di peta Hong Kong tapi simbol betapa tipisnya batas antara hunian nyaman dan bencana berskala besar.
Penulis : Ristanto | Editor : Ivan







