Menu

Mode Gelap
Garuda Menggila di GBK! Indonesia Hajar Saint Kitts 4-0, Beckham Putra Jadi Bintang Gaduh Tahanan Yaqut, KPK Minta Maaf: Asep Sebut Kekecewaan Publik Adalah Dukungan RI Cari Sumber Minyak Baru di Tengah Krisis Hormuz, Bahlil: Jangan Tanya dari Mana Abdullah Kelrey Tantang KPK, Desak Pemeriksaan Puan Maharani dan Hapsoro Mobil Setan: Penumpang yang Tak Pernah Turun Bocoran Proposal Damai AS Ditolak Iran, Jurang Kepentingan Kian Terbuka

Regional

Banjir Bandang di Sumatera Tewaskan 441 Orang, Pemerintah Fokus Buka Akses Wilayah Terisolir

badge-check


					Banjir bandang dan longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat menewaskan 441 orang dan menyebabkan lebih dari satu juta warga terdampak. (Ist) Perbesar

Banjir bandang dan longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat menewaskan 441 orang dan menyebabkan lebih dari satu juta warga terdampak. (Ist)

PRABA INSIGHT – SUMATERA – Banjir bandang dan tanah longsor yang melanda tiga provinsi di Sumatera sejak akhir pekan lalu mencatatkan jumlah korban yang terus meningkat. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melalui Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan, Abdul Muhari, merilis data terbaru hingga Minggu  sore, 30 November 2025, yang menunjukkan skala bencana ini telah mencapai tingkat mematikan.

Menurut BNPB, sebanyak 441 orang meninggal dunia di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Bencana hidrometeorologi ini juga berdampak pada 46 kabupaten dan kota, menjadikannya salah satu kejadian dengan fatalitas tertinggi sepanjang tahun.

Sumatera Utara Jadi Episentrum Korban

Sumatera Utara mencatat jumlah kematian tertinggi dengan 216 korban jiwa. Sumatera Barat menyusul dengan 129 korban, sementara Aceh melaporkan 96 korban jiwa. BNPB menyatakan bahwa angka tersebut dimungkinkan masih bergerak mengingat proses pencarian masih berlangsung.

Tim SAR Gabungan yang terdiri dari TNI, Polri, Basarnas, dan relawan kini berfokus pada pencarian 406 orang yang masih hilang. Upaya ini terkendala akses yang terputus akibat kerusakan infrastruktur di sejumlah wilayah terdampak.

Lebih dari Satu Juta Warga Terdampak

Dampak sosial bencana ini meluas. BNPB melaporkan 1,1 juta jiwa terdampak langsung, sementara 209.700 warga terpaksa mengungsi ke berbagai titik penampungan. Selain itu, 646 orang mengalami luka-luka dan sedang menjalani perawatan medis.

Abdul Muhari menjelaskan bahwa kondisi pengungsian membutuhkan perhatian khusus mengingat jumlah penyintas yang besar serta terbatasnya akses distribusi bantuan.

Infrastruktur Rusak Parah

Kerusakan infrastruktur yang terjadi digambarkan “luas dan kritis”. BNPB mencatat:

  • 133 jembatan rusak atau putus, menghambat mobilitas bantuan dan evakuasi
  • 43 fasilitas pendidikan mengalami kerusakan
  • Rumah warga terdampak:
    • 827 unit rusak berat
    • 694 unit rusak sedang
    • 1.300 unit rusak ringan

Kerusakan tersebut mengisolasi beberapa wilayah, sehingga distribusi logistik berpotensi bergantung pada jalur udara.

Fokus Pemerintah: Akses dan Logistik

Pemerintah pusat kini memprioritaskan pembukaan akses jalan menuju daerah yang terisolasi. Jalur udara menjadi salah satu opsi yang tengah dimaksimalkan. Selain itu, percepatan distribusi logistik dasar bagi ratusan ribu pengungsi menjadi prioritas utama.

Aparat dan relawan yang berada di lapangan juga diminta memperkuat koordinasi mengingat kondisi cuaca yang masih fluktuatif dan potensi bencana susulan.


Penulis : Ristanto | Editor : Ivan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Ditegur Saat Apel Pagi, Karyawan di Tojo Una-Una Tewas Diduga Diserang Rekan Kerja

10 Maret 2026 - 15:02 WIB

Heboh! Ledakan di Kauman Ponorogo Terdengar hingga Kilometeran, Satu Rumah Rusak Parah

3 Maret 2026 - 11:48 WIB

Terungkap! Pemprov Kaltim Anggarkan Puluhan Juta untuk Naskah Pidato Gubernur

1 Maret 2026 - 18:18 WIB

Viral! Istri Prajurit di Cenderawasih Diduga Terlibat Selingkuh dengan 13 Anggota TNI AD

27 Februari 2026 - 12:23 WIB

Duar Maut di Situbondo! Ledakan Petasan Hancurkan Rumah, 2 Orang Tewas Termasuk Remaja 15 Tahun

26 Februari 2026 - 14:46 WIB

Trending di News