Menu

Mode Gelap
Beli Saham GoTo Saja Nggak Cukup, Negara Harus Ikut Kelola Bisnis Ojol Rayakan Idul Adha, DKM Grand Center Point Bekasi Rajut Toleransi Antar Umat Pesugihan Kandang Bubrah: Rumah Tak Pernah Jadi, Teror Tak Pernah Berhenti Zimperium Bongkar 250 Aplikasi Android Palsu yang Diam-Diam Daftarkan Korban ke Layanan Premium Hotman Paris Balas Natalius Pigai: “Gajimu Enggak Sebanding dengan Pendapatanku” Kemenkeu Mengaku Tak Tahu Soal APBN untuk Kurban Prabowo: “Tanya Mensesneg”

Regional

Banjir Bandang di Sumatera Tewaskan 441 Orang, Pemerintah Fokus Buka Akses Wilayah Terisolir

badge-check


					Banjir bandang dan longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat menewaskan 441 orang dan menyebabkan lebih dari satu juta warga terdampak. (Ist) Perbesar

Banjir bandang dan longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat menewaskan 441 orang dan menyebabkan lebih dari satu juta warga terdampak. (Ist)

PRABA INSIGHT – SUMATERA – Banjir bandang dan tanah longsor yang melanda tiga provinsi di Sumatera sejak akhir pekan lalu mencatatkan jumlah korban yang terus meningkat. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melalui Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan, Abdul Muhari, merilis data terbaru hingga Minggu  sore, 30 November 2025, yang menunjukkan skala bencana ini telah mencapai tingkat mematikan.

Menurut BNPB, sebanyak 441 orang meninggal dunia di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Bencana hidrometeorologi ini juga berdampak pada 46 kabupaten dan kota, menjadikannya salah satu kejadian dengan fatalitas tertinggi sepanjang tahun.

Sumatera Utara Jadi Episentrum Korban

Sumatera Utara mencatat jumlah kematian tertinggi dengan 216 korban jiwa. Sumatera Barat menyusul dengan 129 korban, sementara Aceh melaporkan 96 korban jiwa. BNPB menyatakan bahwa angka tersebut dimungkinkan masih bergerak mengingat proses pencarian masih berlangsung.

Tim SAR Gabungan yang terdiri dari TNI, Polri, Basarnas, dan relawan kini berfokus pada pencarian 406 orang yang masih hilang. Upaya ini terkendala akses yang terputus akibat kerusakan infrastruktur di sejumlah wilayah terdampak.

Lebih dari Satu Juta Warga Terdampak

Dampak sosial bencana ini meluas. BNPB melaporkan 1,1 juta jiwa terdampak langsung, sementara 209.700 warga terpaksa mengungsi ke berbagai titik penampungan. Selain itu, 646 orang mengalami luka-luka dan sedang menjalani perawatan medis.

Abdul Muhari menjelaskan bahwa kondisi pengungsian membutuhkan perhatian khusus mengingat jumlah penyintas yang besar serta terbatasnya akses distribusi bantuan.

Infrastruktur Rusak Parah

Kerusakan infrastruktur yang terjadi digambarkan “luas dan kritis”. BNPB mencatat:

  • 133 jembatan rusak atau putus, menghambat mobilitas bantuan dan evakuasi
  • 43 fasilitas pendidikan mengalami kerusakan
  • Rumah warga terdampak:
    • 827 unit rusak berat
    • 694 unit rusak sedang
    • 1.300 unit rusak ringan

Kerusakan tersebut mengisolasi beberapa wilayah, sehingga distribusi logistik berpotensi bergantung pada jalur udara.

Fokus Pemerintah: Akses dan Logistik

Pemerintah pusat kini memprioritaskan pembukaan akses jalan menuju daerah yang terisolasi. Jalur udara menjadi salah satu opsi yang tengah dimaksimalkan. Selain itu, percepatan distribusi logistik dasar bagi ratusan ribu pengungsi menjadi prioritas utama.

Aparat dan relawan yang berada di lapangan juga diminta memperkuat koordinasi mengingat kondisi cuaca yang masih fluktuatif dan potensi bencana susulan.


Penulis : Ristanto | Editor : Ivan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Rayakan Idul Adha, DKM Grand Center Point Bekasi Rajut Toleransi Antar Umat

29 Mei 2026 - 12:30

Duit Pusat Rp200 M Nyangkut, DPR RI Sentil Pembebasan Lahan di Bekasi Timur

28 Mei 2026 - 16:29

Viral Kepala Sekolah Meninggal di Hotel Trenggalek Bersama Guru Perempuan, Polisi Dalami Kronologi

26 Mei 2026 - 20:42

Warga Antre Tes Kesehatan di Bekasi, Heritage Medical Bawa Kabar Melegakan!

24 Mei 2026 - 17:39

Eks Polwan Viral Lagi: Tetangga di Sigi Diduga Dipukul Pakai Balok Kayu, CCTV Bikin Warga Geger

22 Mei 2026 - 20:16

Trending di Crime