Menu

Mode Gelap
Menikmati Wagyu hingga Daechang di Gahyo Cikarang, Restoran Korea Favorit Pebisnis KAUP Gelar PentaSeni 2026 di Kampus Pancasila, Jadi Momen Perpisahan Kepengurusan Dasco Rakernas Perdana Haidar Alwi Institute di Tengah Dinamika Politik Nasional Kantor Pegadaian Wilayah IX Jakarta 2 Tancap Gas Digitalisasi Transaksi Emas Lewat Aplikasi Tring Tragis! Rumah Dijaminkan demi Tolong Orang, YAM Justru Dipenjara Ketika Polri Mau Dipindah ke Kementerian, Alarm Reformasi Ikut Bunyi

Regional

Korban Banjir dan Longsor Sumatra Tembus 604 Jiwa: Angka yang Bikin Kepala BNPB pun Ikut “Suprised”

badge-check


					Kepala BNPB Suharyanto mengaku kaget melihat besarnya banjir di Tapanuli Selatan dan meminta maaf ke Bupati, sambil menjelaskan status bencana belum nasional.(Ist) Perbesar

Kepala BNPB Suharyanto mengaku kaget melihat besarnya banjir di Tapanuli Selatan dan meminta maaf ke Bupati, sambil menjelaskan status bencana belum nasional.(Ist)

PRABA INSIGHT – JAKARTA – Jumlah korban banjir dan longsor di Sumatra kembali naik dan naiknya bukan main-main. Per 18.24 WIB, total korban meninggal di tiga provinsi sudah menyentuh 604 jiwa. Sementara 464 orang masih hilang, seolah-olah ikut terseret arus tanpa pamit.

Mari kita lihat rinciannya, biar jelas betapa ngerinya situasi ini:

  1. Aceh:
    156 meninggal, 181 hilang, 1.800 luka.
  2. Sumatra Utara:
    283 meninggal, 169 hilang, 613 luka.
  3. Sumatra Barat:
    165 meninggal, 114 hilang, 112 luka.

Kalau kalian merasa kaget, tenang… kalian tidak sendirian. Bahkan Kepala BNPB pun sebelumnya mengaku “suprised” setelah melihat langsung skala bencana di lapangan. Artinya: apa yang viral di timeline ternyata masih kalah ngeri dari kenyataan.

Sementara angka korban terus bergerak, para relawan di lapangan berjibaku menembus wilayah-wilayah yang terisolir. Jalan putus, jembatan ambruk, sinyal hilang sebuah kombo lengkap yang membuat pengiriman logistik seperti misi level tersulit dalam game survival.

Bantuan dari Pemda provinsi, kabupaten, sampai pemerintah pusat sebenarnya sudah dikirim. Tapi apa daya, akses rusak membuat distribusinya tersendat. Beberapa posko pun terpaksa hidup hemat ala anak kos akhir bulan: “yang penting cukup sampai bantuan lanjutan datang.”

Pemerintah pusat dan daerah kini sedang mengeksekusi langkah darurat untuk mempercepat penyaluran logistik. Tim gabungan mulai mencatat kebutuhan paling mendesak, dari bahan makanan sampai pakaian yang layak, sambil memastikan semua pengungsian setidaknya punya pegangan.

Namun, komunikasi dengan wilayah pedalaman masih seperti signal HP di gunung: kadang ada, sering tidak. Informasi pun datang putus-putus. Meski begitu, relawan memastikan setiap laporan kebutuhan darurat akan direspons secepat mungkin, supaya tidak ada posko yang terlewat.

Di tengah situasi genting ini, warga hanya berharap satu hal: bantuan bisa segera masuk, dan angka korban tidak terus bertambah seperti grafik saham yang volatil.

Semoga situasinya lekas membaik.


Penulis : Ristanto | Editor : Ivan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Tragis! Rumah Dijaminkan demi Tolong Orang, YAM Justru Dipenjara

6 Februari 2026 - 15:50 WIB

Sebulan Jadi Brimob Palsu: Masuk Mako, Ikut Latihan, dan Pegang Senjata Ketahuan Gara-gara Minta Rokok

5 Februari 2026 - 14:41 WIB

Diduga Mabuk, Tabrak Lari, lalu Nyemplung: Mobil Oknum Polisi di Karawang Berakhir di Sungai

1 Februari 2026 - 07:56 WIB

Soto MBG SMA 2 Kudus Diduga Basi, 118 Siswa Keracunan Dilarikan ke Rumah Sakit

31 Januari 2026 - 11:12 WIB

Camat Medan Maimun Dicopot, Kartu Kredit Daerah Diduga Dipakai Main Judi Online

28 Januari 2026 - 13:48 WIB

Trending di Regional