Menu

Mode Gelap
3 Surpres Meluncur dari Istana ke DPR, Kursi Strategis Mulai Jadi Rebutan? GOR Terpadu Kota Bekasi Rp121 M Diduga Bermasalah, NCW Lapor KPK Ngopi Nggak Harus Serius: MILKLAB Ajak Coffee Lovers Keliling Kafe sambil Joget dan Berburu Hadiah Gusi Berdarah Bisa Berkaitan dengan Penyakit Kronis, dari Diabetes hingga Jantung Rumah Kontrakan Bakal Dipajaki 2027, Pengamat Minta Pemerintah Tak Samakan dengan Properti Komersial Temuan Senjata di YHI-PP Bermula dari Ruangan Terkunci, Kuasa Hukum: Kunci Masih Dipegang IWD

Regional

Di Tengah Lumpur dan Gelap, Gubernur Mualem Salurkan 30 Ton Sembako untuk Korban Banjir

badge-check

Gubernur Aceh Muzakir Manaf meninjau banjir Aceh Tamiang hingga dini hari dan menyalurkan 30 ton bantuan makanan serta obat-obatan untuk warga terdampak.(Istimewa) Perbesar

Gubernur Aceh Muzakir Manaf meninjau banjir Aceh Tamiang hingga dini hari dan menyalurkan 30 ton bantuan makanan serta obat-obatan untuk warga terdampak.(Istimewa)

PRABA INSIGHT- ACEH – Bahu jalan Aceh Tamiang pascabanjir kelihatannya kayak lokasi syuting film kiamat bedanya, ini nggak ada sutradara yang bisa teriak “cut!”. Puluhan kendaraan tergeletak di pinggir jalan, diselimuti lumpur tebal yang kalau diinjak bunyinya plok-plok kayak sandal jepit murahan kena hujan. Lampu jalan? Ah, mereka memilih tidur lebih awal. Kawasan perbatasan Aceh–Sumut gelap total, cuma disinari senter warga dan lampu kendaraan yang masih bertahan hidup.

Di tengah suasana yang membuat HP auto “mode malam”, Gubernur Aceh, Muzakir Manaf alias Mualem, datang nongol hampir tengah malam, Rabu (3/12/2025). Beliau tiba sekitar pukul 23.00 WIB dan bukannya langsung balik karena ngantuk, malah keliling sampai pukul 03.15 WIB. Lembur empat jam lebih, padahal pejabat lain jam segitu biasanya sudah mimpi manis.

Mualem meninjau berbagai titik banjir, termasuk Kampung Dalam di Kecamatan Karang Baru wilayah yang rumah-rumahnya sudah tidak bisa disebut rumah kecuali kalau definisi rumah adalah tembok setengah dan kenangan pahit.

Tapi kunjungannya bukan cuma “cek lokasi, foto, selesai”. Mualem membawa 30 ton bantuan dari warga Medan. Isinya bukan gimmick, tapi kebutuhan nyata: air minum, beras, mi instan, biskuit, telur, dan obat-obatan. Kombo yang bisa bikin para pengungsi merasa, “Ya sudahlah, setidaknya lapar tidak ikut menyerang.”

Bantuan ini juga dibagikan ke warga yang mengungsi di pinggir jalan Banda Aceh–Medan tempat yang tadinya cuma jalur transportasi, kini berubah jadi tenda darurat panjang tak berujung.

Di hadapan warga yang lagi dalam mode bertahan hidup, Mualem menyampaikan duka dan empati. Beliau berharap masyarakat Aceh tetap tabah menghadapi bencana yang datang tanpa pas-pasan, tanpa ba-bi-bu, dan terutama tanpa izin.

Malam itu, Aceh Tamiang memang gelap. Tapi dengan 30 ton bantuan yang berdatangan, setidaknya masih ada alasan buat bilang: “Syukurlah, nggak semuanya hanyut.”


Penulis : Ristanto | Editor : Ivan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

GOR Terpadu Kota Bekasi Rp121 M Diduga Bermasalah, NCW Lapor KPK

10 Agustus 2026 - 14:40

Diduga Provokasi Pedagang Pasar Baru Bekasi, Oknum W Dilaporkan ke Polisi

7 Agustus 2026 - 16:54

Dituduh Pakai Rekening Pribadi, Pengacara MSB Buka Suara Perihal Kasus Perumda Tirta Bhagasasi

5 Agustus 2026 - 17:05

Deni Muhammad Ali Ditunjuk Jadi Ketua Panitia Muaythai Porprov Jabar 2026

3 Agustus 2026 - 21:40

Perumda Tirta Bhagasasi Kena ‘Stroke Berat’, Utang Naik Laba Anjlok

3 Agustus 2026 - 14:52

Trending di News