Menu

Mode Gelap
Ramadhan Peduli di Depok: Mahasiswa BEM PTAI Bukan Cuma Buka Bersama, Tapi Juga Santuni Anak Yatim Ditegur Saat Apel Pagi, Karyawan di Tojo Una-Una Tewas Diduga Diserang Rekan Kerja Kronologi Tenggelamnya Fregat IRIS Dena: Dari Izin Sandar di India hingga Diduga Ditorpedo di Samudra Hindia Kabar Adik Benjamin Netanyahu Tewas dalam Serangan Rudal Iran Bikin Timur Tengah Makin Panas Update Bantargebang: Longsor Gunungan Sampah Tewaskan 6 Orang, 1 Korban Masih Dicari Pria di Tanjungpinang Diduga Bunuh dan Mutilasi Istri, Baru Bebas 15 Tahun Penjara Kasus Pembunuhan

Internasional

Kronologi Tenggelamnya Fregat IRIS Dena: Dari Izin Sandar di India hingga Diduga Ditorpedo di Samudra Hindia

badge-check


					Kronologi tenggelamnya fregat Iran IRIS Dena di Samudra Hindia terungkap. Kapal disebut terkena torpedo kapal selam AS setelah Iran meminta izin sandar ke India Perbesar

Kronologi tenggelamnya fregat Iran IRIS Dena di Samudra Hindia terungkap. Kapal disebut terkena torpedo kapal selam AS setelah Iran meminta izin sandar ke India

PRABAINSIGHT.COM – Kalau kamu mengira konflik global selalu dimulai dari pidato panjang para pejabat atau rapat diplomatik yang membosankan, cerita tenggelamnya kapal perang Iran satu ini bisa jadi pengecualian. Sebab rangkaian peristiwanya justru dimulai dari sesuatu yang terlihat biasa: izin kapal perang untuk mampir ke pelabuhan.

Pemerintah India baru-baru ini mengungkap kronologi yang cukup menarik soal tenggelamnya fregat Angkatan Laut Iran, IRIS Dena, di perairan Samudra Hindia.

Menurut Menteri Luar Negeri India, Subrahmanyam Jaishankar, semuanya bermula pada 28 Februari 2026. Saat itu Iran mengajukan permintaan agar tiga kapal militernya diizinkan bersandar di pelabuhan India.

Permintaan itu muncul di saat situasi kawasan sedang tidak baik-baik saja. Ketegangan antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel sedang meningkat, membuat pergerakan kapal perang di kawasan menjadi perhatian banyak pihak.

India kemudian memberikan lampu hijau pada 1 Maret 2026. Pemerintah menjelaskan bahwa izin tersebut diberikan sebagai kunjungan pelabuhan biasa atau port call, sesuatu yang sebenarnya lazim dalam hubungan maritim internasional.

Selain itu, ada juga pertimbangan kemanusiaan bagi kapal yang beroperasi di wilayah konflik.

Beberapa hari kemudian, tepatnya 4 Maret 2026, salah satu kapal Iran memanfaatkan izin tersebut. Kapal dukungan Angkatan Laut Iran bernama IRIS Lavan berlabuh di pangkalan Angkatan Laut India di Kochi untuk keperluan logistik.

Sampai di titik ini semuanya terlihat normal. Kapal datang, isi logistik, lalu pergi lagi. Rutinitas standar dunia maritim.

Namun pada hari yang sama, situasi berubah drastis.

Fregat Angkatan Laut Iran IRIS Dena dilaporkan tenggelam di kawasan Samudra Hindia dekat Sri Lanka.

Menurut sejumlah laporan internasional, kapal tersebut diduga terkena torpedo yang ditembakkan dari kapal selam milik Amerika Serikat.

Insiden ini langsung menarik perhatian dunia internasional. Pasalnya, IRIS Dena sebelumnya diketahui berada di kawasan itu setelah mengikuti kegiatan angkatan laut multinasional yang diselenggarakan oleh Angkatan Laut India.

Artinya, kapal tersebut berada di wilayah yang secara diplomatik cukup sensitif: jalur pelayaran strategis dengan banyak aktor militer besar mondar-mandir.

Pemerintah India sendiri buru-buru menegaskan satu hal penting. Menurut mereka, izin sandar kapal Iran di pelabuhan India murni keputusan diplomatik yang lazim dalam hubungan internasional.

Dengan kata lain: India tidak sedang ikut-ikutan dalam operasi militer apa pun.

Meski begitu, tenggelamnya IRIS Dena tetap menambah panjang daftar ketegangan geopolitik di kawasan Samudra Hindia.

Di tengah konflik yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel, satu kapal perang yang tenggelam bisa berarti lebih dari sekadar kecelakaan laut.

Ia bisa menjadi potongan kecil dari puzzle konflik yang jauh lebih besar.

Dan seperti biasanya dalam politik internasional: setiap potongan puzzle itu jarang benar-benar sederhana.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Kabar Adik Benjamin Netanyahu Tewas dalam Serangan Rudal Iran Bikin Timur Tengah Makin Panas

10 Maret 2026 - 14:42 WIB

AS Tenggelamkan Kapal Perang Iran di Sri Lanka, 87 Pelaut Tewas

6 Maret 2026 - 10:28 WIB

Rudal Iran Hantam Pelabuhan Haifa? Dentuman di Pesisir Israel Bikin Ketegangan Timur Tengah Makin Panas

5 Maret 2026 - 14:35 WIB

Serangan Iran Diklaim Tembus Sistem Pertahanan, Panglima Udara Israel Tomer Bar Dilaporkan Tewas

5 Maret 2026 - 14:16 WIB

Rudal Balistik Iran Hantam Kantor Perdana Menteri Israel, ini kata PM Netanyahu

2 Maret 2026 - 14:42 WIB

Trending di Internasional