Menu

Mode Gelap
Haji Kilat Tanpa Antre? Ujung-ujungnya Malah Kena Polri, Modus Visa Kerja Terbongkar 17 Korban Kecelakaan KRL Bekasi Timur Masih Dirawat, 3 Jalani Operasi dan 2 Dirujuk karena Kondisi Kritis Fakta Mengejutkan Tom Ogle: Tolak Tawaran Miliaran, Temukan Mobil Irit, Lalu Tewas Misterius Susi Pudjiastuti Resmi Jadi Komisaris Utama Bank BJB, Target Utama: Sikat Pinjol Ilegal di Jabar “Teror Sungai Musi 1987: Yang Tenggelam Tidak Pernah Pergi” Pilu, Tabrakan KA Bekasi Timur Renggut 15 Nyawa, Termasuk Seorang Jurnalis Perempuan

Internasional

Anak Cantumkan Jabatan Ayah di CV, Karier Pejabat Istana Korea Selatan Ini Berakhir

badge-check


					Kim Jin-kook, pejabat senior di kantor Presiden Korea Selatan, mengundurkan diri setelah putranya mencantumkan jabatan ayahnya dalam CV lamaran kerja dan memicu kritik publik. Perbesar

Kim Jin-kook, pejabat senior di kantor Presiden Korea Selatan, mengundurkan diri setelah putranya mencantumkan jabatan ayahnya dalam CV lamaran kerja dan memicu kritik publik.

PRABAINSIGHT.COM – Kadang masalah besar dalam politik tidak selalu dimulai dari keputusan negara atau kebijakan besar. Kadang justru bermula dari sesuatu yang kelihatannya sepele seperti sebuah CV lamaran kerja.

Hal itulah yang menimpa Kim Jin-kook, sekretaris senior di kantor Presiden Korea Selatan. Kariernya di lingkar dalam pemerintahan berakhir setelah tindakan putranya memicu kontroversi yang cukup ramai diperbincangkan publik.

Masalahnya bermula ketika putra Kim mengirimkan lamaran kerja ke sejumlah perusahaan. Dalam dokumen lamaran tersebut, ia tidak hanya mencantumkan pengalaman atau kemampuan pribadinya, tetapi juga menuliskan identitas ayahnya yang merupakan pejabat tinggi di kantor kepresidenan pada masa Presiden Moon Jae-in.

Nama sang ayah rupanya tidak sekadar disebut sebagai latar belakang keluarga. Dalam lamaran tersebut, anak Kim juga menyinggung bahwa posisi ayahnya di lingkungan pemerintahan bisa memberikan keuntungan bagi perusahaan apabila dirinya diterima bekerja.

Singkatnya, jabatan ayah diposisikan seperti nilai tambah dalam lamaran kerja.

Informasi ini pertama kali terungkap lewat laporan media lokal Korea Selatan. Tak butuh waktu lama, kabar itu langsung menyebar luas dan memancing kritik dari publik. Banyak yang menilai tindakan tersebut sebagai bentuk upaya memanfaatkan koneksi kekuasaan untuk kepentingan pribadi.

Di negara dengan standar etika pejabat publik yang cukup ketat seperti Korea Selatan, isu semacam ini cepat berubah menjadi tekanan politik.

Tak lama setelah kontroversi itu mencuat, Kim Jin-kook akhirnya memilih mundur dari posisinya sebagai sekretaris senior di kantor kepresidenan. Keputusan itu ia sampaikan bersamaan dengan permintaan maaf kepada publik.

Kim juga menyatakan bahwa dirinya bertanggung jawab atas tindakan putranya yang memicu polemik tersebut.

Peristiwa ini sekali lagi menunjukkan bahwa dalam dunia politik, reputasi bisa runtuh bukan hanya karena keputusan besar, tetapi juga karena hal-hal yang tampaknya sederhana seperti satu paragraf dalam CV.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Patung Yesus Dirusak di Lebanon Selatan, Militer Israel Akui dan Janji Investigasi

22 April 2026 - 20:30

Dana Rp263 Triliun untuk Gaza Diduga Dialihkan ke Israel, Nama Donald Trump Disorot

20 April 2026 - 16:41

Pendeta di Irlandia “Salah Doa” untuk Donald Trump, Jemaat Tertawa, Netizen: Ini Bukan Sekadar Kepleset

20 April 2026 - 14:47

Ketegangan Ibadah di Yerusalem: Israel Perketat Akses Minggu Palma, Pemimpin Gereja Protes

16 April 2026 - 20:30

Melania Trump Bantah Keterkaitan dengan Epstein Files, DOJ Buka Dokumen Lama yang Seret Nama Elite Dunia

12 April 2026 - 13:05

Trending di Internasional