Menu

Mode Gelap
Aliansi Aktivis 98 Bahas Laporan Jampidsus dalam Diskusi Reformasi 98 Bantah Tuduhan Penipuan, Nancy Fidelia Fatima Tegaskan Korban Transaksi Aset Bermasalah Launching Media Kontra Narasi, Survei HAI Catat Kepercayaan Publik terhadap Polri 78,3 Persen Rizki Juniansyah Naik Pangkat Jadi Kapten dan Pindah dari TNI AL ke AD Sidang Brigadir Nurhadi, Jaksa Ungkap Petunjuk Motif dari Kesaksian MALAM JUMAT KLIWON: YANG BANGKIT DARI KUBUR TIDAK SELALU MAYIT

Regional

Banjir Telan Lapas Aceh Tamiang, Imipas Lepas Napi demi Selamatkan Nyawa

badge-check


					Foto: Istimewa Perbesar

Foto: Istimewa

PRABA INSIGHT- ACEH – Musibah banjir dan longsor yang melanda tiga provinsi di Sumatera rupanya tak hanya bikin rumah warga kalang-kabut. Lapas pun ikut kena getahnya. Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas), Agus Andrianto, mengungkapkan bahwa beberapa lembaga pemasyarakatan mengalami kerusakan cukup parah. Yang paling mengenaskan terjadi di Lapas Aceh Tamiang air sudah naik sampai atap, persis seperti adegan film bencana, tapi versi anggaran negara.

Agus bercerita bahwa pihaknya sebenarnya sudah lari ke sana-sini meminta bantuan. Mereka mencoba koordinasi dengan Polri, TNI, hingga pemerintah daerah untuk mencari lokasi penampungan sementara bagi para warga binaan. Namun, karena bantuan tak kunjung tiba secepat air bah, opsi yang tersisa hanya satu: melepaskan para napi agar mereka tidak ikut “tamat” di balik jeruji.

Menurut Agus, keputusan itu semata-mata demi kemanusiaan. Dalam situasi di mana bangunan lapas siap berubah jadi akuarium raksasa, keselamatan jiwa tetap nomor satu. “Kalau tidak dilepas dan air sudah sampai ke atap, justru kami yang disalahkan,” katanya, lugas.

Ia mengakui bahwa sebagian warga binaan mungkin memilih menyelamatkan diri sekaligus mencari keluarga mereka. Jadi, untuk sementara keberadaan mereka belum sepenuhnya terpantau. Namun, setelah kondisi membaik, pencarian bakal dilakukan untuk mengembalikan para napi ke rutan masing-masing.

Singkatnya, bencana kali ini bukan hanya menguji kualitas infrastruktur, tapi juga menampar kesadaran bahwa bahkan tembok setebal lapas pun tak bisa menahan derasnya air apalagi kalau respons penanganan bencana kalah cepat dibanding arus.


Penulis : Ristanto | Editor : Ivan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Usai Bantuan Pemprov Dihentikan, Operasional Masjid Agung Bandung Bergantung pada Donasi

13 Januari 2026 - 06:56 WIB

Polisi Tipu Polisi: Polwan Gadungan Tipu Kapolres Pontianak

8 Januari 2026 - 08:56 WIB

Kepala Sekolah Gasak Dana BOS, Mobil Mewah dan Bus Jadi Bukti di Ponorogo

8 Januari 2026 - 08:44 WIB

Kisah Nenek Berlindung di Tanah Sendiri, Dianiaya Penambang Ilegal di Pasaman Timu

8 Januari 2026 - 05:41 WIB

Kematian Alfarisi di Rutan Medaeng: Sorotan KontraS atas Dugaan Kelalaian Negara

2 Januari 2026 - 10:13 WIB

Trending di Regional