Menu

Mode Gelap
Ceramah di Kolong Tol, Ustadz Endang: Harta dari Judol dan Pinjol Bisa Jadi Petaka iPhone Rp2 Juta Berujung Parang: Drama Emosi Pembeli di Toko HP Medan yang Viral Ketua Golkar Malra Nus Kei Tewas Ditusuk di Bandara, Salah Satu Pelaku Diduga Atlet MMA Menggugat Sistem Global, Haidar Alwi Dorong Emas Rakyat Jadi Pilar Kedaulatan Ekonomi RI Sekawan Limo 2 Tayang Mei 2026: Dari Reuni Santai Berujung Teror Pesugihan PHI Group Borong 2 Penghargaan di Grand Honors 2026, Ekspansi 27 Hotel dan Bidik Pasar ASEAN

Sport

FIFA Bikin Malaysia Kena Skak : Pemain Warisan Kena Skors, Denda Miliaran Mengintai

badge-check


					FIFA jatuhkan sanksi ke FAM dan skors tujuh pemain warisan Malaysia selama 12 bulan, disertai denda miliaran rupiah dan kasus dibawa ke pengadilan.(Foto: Istimewa) Perbesar

FIFA jatuhkan sanksi ke FAM dan skors tujuh pemain warisan Malaysia selama 12 bulan, disertai denda miliaran rupiah dan kasus dibawa ke pengadilan.(Foto: Istimewa)

PRABA INSIGHT- Kalau Malaysia berharap naturalisasi bisa jadi jalan pintas menuju kejayaan sepak bola, FIFA baru saja kasih reality check paling keras. Komite Disiplin FIFA resmi menjatuhkan hukuman berat pada Asosiasi Sepak Bola Malaysia (FAM) dan tujuh pemain warisan yang diduga pakai dokumen palsu.

Pasal yang dilanggar? Pasal 22 Kode Disiplin FIFA. Akibatnya, tujuh pemain itu diskors 12 bulan penuh dari semua aktivitas sepak bola. Iya, semua. Dari latihan resmi sampai main futsal pun bisa dibilang haram hukumnya.

Daftar nama pemainnya lumayan bikin geleng kepala:

  • Joao Figueiredo (Johor Darul Ta’zim)
  • Hector Hevel (Johor Darul Ta’zim)
  • Gabriel Palmero (Tenerife B, Spanyol)
  • Facundo Garces (Deportivo Alavés, Spanyol)
  • Imanol Machuca (Vélez Sarsfield, Argentina)
  • Rodrigo Holgado (América de Cali, Kolombia)
  • Jon Irazabal (Johor Darul Ta’zim)

Hukumannya bukan cuma larangan main. FAM harus bayar denda CHF 350.000 alias sekitar Rp7,3 miliar. Sedangkan para pemain ikut kena “biaya administrasi dosa” masing-masing CHF 2.000 atau sekitar Rp42 juta.

Yang bikin makin pedas, kasus status pemain Malaysia ini sekarang dibawa ke Pengadilan Sepak Bola FIFA. Artinya, drama belum selesai—bisa jadi malah baru dimulai.

Buat FAM, ini tamparan keras: naturalisasi bukan sekadar ganti bendera di jersey, tapi soal kejujuran di dokumen. FIFA jelas tidak main-main. Kalau sudah sampai meja pengadilan, artinya ada yang betul-betul salah urus.

Malaysia boleh berharap punya “bintang Eropa dan Amerika Latin” di skuad, tapi FIFA baru saja menunjukkan bahwa jalan instan itu bisa berakhir di sanksi panjang.

Penulis : Ristanto 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Seleknas KKI 2026 Digelar, OSO: Menang Kalah Biasa, Kejujuran yang Utama

18 April 2026 - 14:02

Jordy Tutuarima Bongkar Kekacauan Persis Solo: 9 Pemain Asing Didepak Mendadak, Gaji Berbulan-bulan Tak Dibayar

13 April 2026 - 09:47

Drama Dean James di Go Ahead Eagles: Tak Disanksi KNVB, Tapi Status Kewarganegaraan Jadi Sorotan

9 April 2026 - 04:34

Dilema Pemain Naturalisasi Indonesia di Liga Belanda: Antara Bertahan di Eredivisie atau Setia ke Timnas

5 April 2026 - 11:21

Radja Nainggolan, Belgia, dan Penyesalan yang Datang Terlambat: “Harusnya Saya Pilih Indonesia Lebih Cepat”

5 April 2026 - 11:12

Trending di Sport