Menu

Mode Gelap
Ngopi Nggak Harus Serius: MILKLAB Ajak Coffee Lovers Keliling Kafe sambil Joget dan Berburu Hadiah Gusi Berdarah Bisa Berkaitan dengan Penyakit Kronis, dari Diabetes hingga Jantung Rumah Kontrakan Bakal Dipajaki 2027, Pengamat Minta Pemerintah Tak Samakan dengan Properti Komersial Temuan Senjata di YHI-PP Bermula dari Ruangan Terkunci, Kuasa Hukum: Kunci Masih Dipegang IWD Iran Belum Buka Selat Hormuz, Ajukan 5 Syarat ke AS: Sanksi hingga Ganti Rugi Perang Jelang HUT RI ke- 81 Sekjen PATRA Ingatkan Ojol: Jangan Gampang Kepancing, Hormati Bulan Kemerdekaan

Regional

Lonjakan HIV/AIDS di Jatim: Grafisnya Menanjak, Warganya Mengelus Dada

badge-check

Lonjakan kasus HIV/AIDS di Jawa Timur mencapai rekor tertinggi nasional. Dalam tiga bulan tercatat 2.599 kasus baru. Simak daerah dengan jumlah kasus tertinggi dan tantangan penanganannya.(Istimewa) Perbesar

Lonjakan kasus HIV/AIDS di Jawa Timur mencapai rekor tertinggi nasional. Dalam tiga bulan tercatat 2.599 kasus baru. Simak daerah dengan jumlah kasus tertinggi dan tantangan penanganannya.(Istimewa)

PRABA INSIGHT – JAWA TIMUR – Jumlah kasus HIV/AIDS di Jawa Timur belakangan ini naiknya sudah mirip harga cabai pas musim hujan: pedas, panas, dan bikin banyak orang kaget sampai terbatuk-batuk. Bukannya memuncaki daftar prestasi, Jatim malah resmi jadi provinsi dengan lonjakan HIV/AIDS tertinggi se-Indonesia. Data Kementerian Kesehatan dan Dinas Kesehatan Jatim tahun 2025 mencatat, sudah ada 65.238 orang yang terinfeksi.

Yang bikin tambah nyesek, dalam waktu Januari sampai Maret aja, muncul 2.599 kasus baru. Iya, cuma tiga bulan bahkan belum cukup untuk merencanakan reuni keluarga angka ini sudah bikin banyak pihak melek dan mulai panik.

Masalahnya, kasus HIV/AIDS di Jatim ini nggak nempel di satu tempat. Ia menyebar manja ke berbagai kabupaten/kota, mirip gossip artis yang viral seketika. Berikut beberapa daerah yang angkanya bikin alis naik:

  1. Surabaya — 368 kasus
    Kota Pahlawan ini masih jadi juara bertahan. Walau sempat ada angin segar soal penurunan kasus, BPS tetep menempatkan Surabaya di posisi teratas. Champion, tapi versi yang nggak dibanggakan.
  2. Sidoarjo — 270 kasus
    Tetangganya Surabaya ini nggak mau kalah. Selain lumpur yang susah berhenti, PR soal HIV/AIDS juga ternyata masih numpuk.
  3. Jember — 229 kasus
    Kota tembakau ini ternyata menyumbang angka yang nggak kalah besar. Dalam data BPS, posisinya langsung naik ke tiga besar.
  4. Tulungagung — 209 kasus
    Angkanya pelan tapi pasti naik. Kalau nggak segera dipelototi dan ditangani, bisa jadi bonus masalah di masa depan.
  5. Pasuruan — 178 kasus
    Duduk manis di urutan lima, tapi jumlahnya sama sekali nggak bisa dibilang kecil. Pemerintah daerah punya PR besar agar edukasi soal HIV bisa nembus ke masyarakat sampai level warung kopi.

Dengan laju yang makin menanjak ini, pemerintah daerah diminta nggak cuma mengimbau, tapi juga ngoyo dalam edukasi, skrining, hingga perlindungan kelompok berisiko. Soalnya, kalau dibiarkan, grafik kasus HIV/AIDS di Jatim bisa makin menukik naik dan bikin kepala ikut pusing tujuh keliling.


Penulis : Ristanto | Editor : Ivan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Diduga Provokasi Pedagang Pasar Baru Bekasi, Oknum W Dilaporkan ke Polisi

7 Agustus 2026 - 16:54

Dituduh Pakai Rekening Pribadi, Pengacara MSB Buka Suara Perihal Kasus Perumda Tirta Bhagasasi

5 Agustus 2026 - 17:05

Deni Muhammad Ali Ditunjuk Jadi Ketua Panitia Muaythai Porprov Jabar 2026

3 Agustus 2026 - 21:40

Perumda Tirta Bhagasasi Kena ‘Stroke Berat’, Utang Naik Laba Anjlok

3 Agustus 2026 - 14:52

SOMASI Minta Kapolres Baru Kota Bekasi Buka Ruang Dialog dengan Warga

1 Agustus 2026 - 13:17

Trending di News