PRABA INSIGHT – SUMATRA – Kalau Pulau Jawa punya jalan tol yang seperti benang rapi dari Merak sampai Banyuwangi, Sumatra sekarang juga punya cerita panjangnya sendiri. Namanya Jalan Tol Trans-Sumatra proyek raksasa yang konon akan menjahit ujung utara dan selatan pulau ini sepanjang kurang lebih 2.818 kilometer. Dari Banda Aceh di ujung kepala sampai Bakauheni di ujung kaki.
Kedengarannya seperti mimpi lama yang baru sempat dikerjakan dengan serius: membuat perjalanan lintas provinsi di Sumatra tidak lagi seperti ekspedisi lintas zaman.
Dari Banda Aceh Sampai Bakauheni: Satu Pulau, Satu Tarikan Napas
Proyek ini bukan cuma tentang jalan beraspal mulus yang panjangnya bikin peta Google Maps ngos-ngosan menggambar. Tapi juga tentang mimpi pemerataan ekonomi di luar Jawa—mimpi yang sudah terlalu lama terjebak di ruang rapat dan janji kampanye.
Jalan Tol Trans-Sumatra diharapkan bisa mempercepat mobilitas barang dan orang, dari pelabuhan sampai pasar, dari sawit sampai semen, dari nelayan sampai mahasiswa rantau. Dengan jalur ini, jarak antarkota besar seperti Medan, Pekanbaru, Padang, Jambi, Palembang, Bengkulu, hingga Bandar Lampung tidak lagi terasa sejauh jarak antara janji pembangunan dan kenyataan di lapangan.
Sebagian Sudah Bisa Dilewati, Sebagian Masih Jadi Warna Merah di Peta
Dalam peta digital yang ramai dibagikan warganet, ruas yang sudah beroperasi ditandai warna hijau, yang masih dikerjakan warna merah, dan yang masih sekadar rencana warna hitam seperti status hubungan yang belum pasti.
Beberapa ruas besar seperti Bakauheni- Terbanggi Besar, Pematang Panggang–Kayu Agung, dan Palembang–Indralaya sudah bisa dinikmati pengendara. Tapi di beberapa titik, proyek ini masih berpacu dengan waktu, cuaca, dan tentu saja birokrasi.
Namun jika seluruh jaringan rampung, Tol Trans-Sumatra akan menjadi salah satu jalan tol terpanjang di Asia Tenggara. Sebuah pencapaian besar bagi negeri kepulauan yang kadang lebih sering terhubung lewat sinyal daripada infrastruktur.
Jalan Panjang yang Menghubungkan Lebih dari Sekadar Kota
Tapi, seperti kata banyak orang bijak di jalan raya: tol bukan cuma tentang jarak, tapi tentang harapan. Karena di balik aspal yang membentang itu, ada cerita orang-orang yang ingin hidupnya sedikit lebih cepat, lebih mudah, dan lebih dekat dengan peluang.
Dan mungkin, kelak di masa depan, perjalanan dari Banda Aceh ke Bakauheni tak lagi dianggap perjalanan lintas pulau, tapi lintas mimpi yang akhirnya bisa diwujudkan. Dengan jalan yang (akhirnya) benar-benar menyambung.
Penulis : Ris Tanto | Editor : Ivan











