Menu

Mode Gelap
Parliamentary Threshold 7 Persen, OSSO Sebut Demokrasi Bisa Dikuasai Partai Besar Saling Lapor di Jatiasih: Babak Baru Kasus Dugaan Pengeroyokan dan Lemparan Pot Resmi Dimutasi, Kombes Firman Kini Jabat Dirlantas Polda Metro Jaya Hari Purwanto Soroti Dugaan Kriminalisasi Dirjen Bea Cukai, Singgung Dampaknya ke Citra Presiden Prabowo Polda Papua Selatan dan Papua Pegunungan Dinilai Mendesak, Sandri Rumanama: Rakyat Butuh Kepastian Keamanan Ketika Pot Bunga Lebih Cepat Bicara daripada Mulut Tetangga di Jatirasa

Health

Anggota DPR Sukur H. Nababan Ajak Warga Bekasi Perkuat GERMAS dan Konsumsi Jamu yang Aman

badge-check


					Anggota Komisi IX DPR RI Sukur H. Nababan mendorong masyarakat untuk memperkuat budaya hidup sehat melalui Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS), termasuk pemanfaatan jamu tradisional yang aman (Ist) Perbesar

Anggota Komisi IX DPR RI Sukur H. Nababan mendorong masyarakat untuk memperkuat budaya hidup sehat melalui Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS), termasuk pemanfaatan jamu tradisional yang aman (Ist)

PRABA INSIGHT- BEKASI – Anggota Komisi IX DPR RI Sukur H. Nababan mendorong masyarakat untuk memperkuat budaya hidup sehat melalui Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS), termasuk pemanfaatan jamu tradisional yang aman, bermutu, dan bermanfaat. Hal itu ia sampaikan dalam kegiatan sosialisasi GERMAS yang digelar di Graha Sativa, Kecamatan Pondok Melati, Kota Bekasi, Kamis (24/11).

Dalam sambutannya, Sukur menegaskan bahwa kesehatan adalah modal utama bangsa. Ia menyebut Indonesia tengah menghadapi “beban ganda penyakit”, di mana penyakit menular masih ditemukan, sementara penyakit tidak menular seperti hipertensi, diabetes, jantung, dan stroke terus meningkat signifikan.

“Jika ini tidak ditangani bersama, beban bagi sistem kesehatan dan ekonomi keluarga akan semakin besar di masa depan,” ujarnya.

GERMAS sebagai Strategi Nasional

Sukur menjelaskan bahwa GERMAS merupakan strategi pemerintah pusat untuk membangun budaya hidup sehat yang berkelanjutan dengan fokus pada upaya promotif dan preventif. Program ini, kata dia, bertujuan menurunkan beban penyakit, meningkatkan produktivitas, dan menekan biaya kesehatan secara nasional.

Sebagai anggota Komisi IX, ia menegaskan DPR memiliki tiga fungsi utama dalam mendukung agenda kesehatan: memastikan landasan hukum, memperjuangkan alokasi anggaran yang tepat sasaran, dan mengawasi pelaksanaan program hingga ke tingkat daerah.

“Program seperti GERMAS harus benar-benar menyentuh masyarakat, mulai dari Puskesmas, Posyandu, hingga kelompok-kelompok masyarakat di Kota Bekasi dan Depok,” katanya.

Dorong Pemanfaatan Jamu Tradisional yang Aman

Pada kegiatan tersebut, edukasi pembuatan jamu menjadi salah satu fokus utama. Sukur menyebut jamu adalah bagian dari warisan budaya bangsa yang terbukti bermanfaat secara turun-temurun untuk menjaga stamina, mencegah penyakit, hingga membantu proses penyembuhan.

Namun ia menegaskan bahwa jamu yang dikonsumsi masyarakat harus memenuhi prinsip keamanan dan mutu.

“Pengetahuan tentang pembuatan jamu sering kali diperoleh secara turun-temurun tanpa standar yang jelas. Karena itu, hari ini kita belajar memilih bahan baku, mengolah, hingga menyimpan jamu secara higienis dan benar,” ujarnya.

Ia berharap masyarakat dapat semakin mandiri dalam menjaga kesehatan keluarga, serta terhindar dari penggunaan bahan berbahaya.

Investasi Kesehatan Jangka Panjang

Sukur mengingatkan bahwa pembangunan kesehatan merupakan investasi jangka panjang yang hasilnya tidak muncul seketika, tetapi memberi dampak bagi generasi berikutnya.

“Mari kita bergerak bersama, hidup sehat mulai dari diri sendiri, keluarga, dan lingkungan,” serunya.

Ia juga mengapresiasi keterlibatan Kementerian Kesehatan, pemerintah daerah, tenaga kesehatan, tokoh masyarakat, hingga peserta dari seluruh kecamatan di Kota Bekasi dalam kegiatan tersebut.

“Harapan saya, setelah acara ini, kita semua dapat menjadi agen perubahan di tengah masyarakat untuk menyebarluaskan pentingnya hidup sehat dan manfaat jamu tradisional yang aman dan bermutu,” tutupnya.(van)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Harga Miring, Risiko Ngeri: Ini Perbedaan Siomai Tenggiri dan Sapu-Sapu Menurut DKPKP

25 April 2026 - 21:22

Kurangi Gadget, Perbanyak Gerak: Betadine Gaungkan Semangat PP Tunas

1 April 2026 - 10:21

Hati-hati Inilah 6 Makanan Berisiko saat Berbuka Puasa, Nomer 2 Bikin Garuk-garuk Kepala

19 Februari 2026 - 08:55

Luka Kecil Anak Tak Perlu Panik, Ini Cara Betadine Bening Antiseptik Bantu Perawatan Kulit Sensitif

18 Februari 2026 - 13:54

Povidone-Iodine 50 Tahun di Indonesia: Dari “Cairan Cokelat Sakti” sampai Jadi Kampanye Kesehatan Nasional

26 Agustus 2025 - 10:01

Trending di Health