PRABAINSIGHT.COM – PONOROGO – ketika sore mestinya diisi suara adzan dan obrolan warung kopi, yang terdengar justru dentuman seperti dunia mau runtuh.
Minggu (1/3/2026) sekitar pukul 17.00 WIB, warga Dukuh Cuet RT 02/RW 02, Desa Plosojenar, Kecamatan Kauman, Kabupaten Ponorogo, dibuat kalang kabut. Sebuah rumah tiba-tiba hancur setelah ledakan keras mengguncang kawasan tersebut.
Suara ledakannya bukan kaleng-kaleng. Warga mengaku dentuman terdengar hingga radius puluhan kilometer. Saking kerasnya, sebagian orang mengira terjadi tabrakan besar, sebagian lagi sempat menduga gempa kecil. Yang jelas, sore yang semula tenang mendadak berubah jadi kepanikan massal.
Diduga Berasal dari Bahan Mercon di Dalam Rumah
Informasi yang dihimpun di lokasi menyebutkan ledakan diduga bersumber dari bahan petasan atau mercon yang berada di dalam rumah tersebut. Jika dugaan ini benar, maka sekali lagi kita diingatkan: mercon itu bukan sekadar bunyi-bunyian penghibur suasana.
Dampaknya terlihat jelas. Bangunan rumah mengalami kerusakan berat. Genteng beterbangan dan runtuh, dinding retak bahkan jebol di beberapa bagian, sementara serpihan material bangunan berserakan di sekitar lokasi. Warga sekitar yang sempat berhamburan keluar rumah memilih menjauh, khawatir ada ledakan susulan.
Hingga berita ini ditulis, proses pendataan dan penyelidikan masih dilakukan oleh pihak terkait untuk memastikan penyebab pasti ledakan di Kauman, Ponorogo tersebut.
Dentuman yang Selalu Datang dengan Cerita Lama
Peristiwa ledakan akibat bahan mercon sebenarnya bukan cerita baru di berbagai daerah, termasuk Ponorogo. Hampir setiap kali kejadian serupa muncul, polanya mirip: bahan disimpan dalam jumlah tertentu, keamanan seadanya, lalu satu percikan cukup untuk mengubah rumah menjadi puing.
Mercon yang awalnya dianggap hiburan musiman bisa berubah menjadi ancaman serius jika tidak dikelola dengan standar keselamatan yang ketat. Ledakan di Desa Plosojenar ini kembali jadi pengingat keras bahwa risiko bukan sekadar teori.
Kini, yang tersisa adalah trauma warga dan rumah yang porak-poranda. Sementara penyelidikan berjalan, satu hal pasti: dentuman sore itu akan lama diingat warga Kauman sebagai suara yang memecah ketenangan dan menggetarkan satu kampung sekaligus.
Editor : Irfan Ardhiyanto











