Menu

Mode Gelap
Jokowi Turun Gunung demi PSI. Lampung Jadi Etape Pertama, Mesin Politik Sedang Dipanaskan Kepercayaan Publik ke Polri Naik, Sandri Rumanama Bilang Perubahan Itu Nyata 82,4 Persen Publik Masih Percaya Polri. Barangkali, Ini Memang Bukan Cuma Soal Angka Telepon dari Gerbong Wanita Bekasi Timur Dari Gedung KPK ke Kementerian Koperasi, Mahasiswa Memburu Jawaban atas Anggaran Rp59 Triliun Ramai Program MBG, Pelajar Sumsel Justru Soroti Hal yang Jarang Dibahas

Regional

Banjir Memuncak, Bupati Aceh Selatan Hilang dari Lokasi Ternyata Pergi Umrah

badge-check


					Bupati Aceh Selatan Mirwan MS dikabarkan berangkat umrah di tengah bencana banjir, memicu kritik publik dan kecaman dari aktivis yang menilai keputusannya tidak memprioritaskan keselamatan warga.(Istimewa) Perbesar

Bupati Aceh Selatan Mirwan MS dikabarkan berangkat umrah di tengah bencana banjir, memicu kritik publik dan kecaman dari aktivis yang menilai keputusannya tidak memprioritaskan keselamatan warga.(Istimewa)

PRABA INSIGHT – ACEH – Bencana banjir memang suka datang tanpa permisi. Tapi respons pejabat kadang datang dengan kejutan yang jauh lebih liar. Seperti yang terjadi di Aceh Selatan, ketika warganya sibuk menyelamatkan kasur, beras, dan sisa-sisa harapan dari air bah, Bupatinya Mirwan MS justru memilih menyelamatkan… tiket umrah.

Iya, betul. Umrah.

Informasi yang diperoleh AJNN menyebutkan bahwa Mirwan terbang ke Tanah Suci pada Selasa, 2 Desember 2025, lewat Bandara Sultan Iskandar Muda, Banda Aceh. Sumber itu bilang, “Sebelumnya dia ke Trumon. Senin malam, sekitar jam 12, dia berangkat ke Banda Aceh.”

Sementara rakyat terjepit banjir, Bupati sibuk mengejar jadwal pesawat.

Ketika kabar keberangkatan ini rame di publik, Wakil Bupati Aceh Selatan, Baital Mukadis, belum memberi jawaban. Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Aceh Selatan, Denny Saputra, juga memilih mode silent.

Yang tidak silent justru warga dan aktivis. Ketua Umum PC SEMMI Aceh Selatan, Heriadi, menyampaikan kritik yang levelnya sudah mendekati “sudah capek kecewa”. Ia bilang,

“Kami menghormati umrah sebagai ibadah. Tapi ini bukan soal ibadah, ini soal prioritas kepemimpinan. Rakyat mengungsi, jalan putus, logistik terbatas, tapi bupati malah pergi. Ini keputusan yang tidak bijak dan melukai rasa keadilan publik.”

Satirnya? Mirwan baru saja menandatangani surat yang menyatakan pemerintahannya tidak sanggup menangani banjir secara mandiri dan beberapa saat setelah itu, dia justru terbang umrah. Kalau ini film, penontonnya pasti lempar sandal ke layar.

Heriadi juga mengingatkan bahwa umrah itu ibadah sunnah, bisa ditunda kapan saja, terutama kalau seseorang sedang memegang jabatan krusial di tengah krisis. Dan Aceh Selatan memang benar-benar lagi krisis: rumah terendam, jalan putus, logistik minim semua kombo bencana ada.

Mirwan sendiri bukan tokoh sembarangan. Ia adalah Ketua DPC Partai Gerindra Aceh Selatan dan terpilih pada Pilkada 2024 lewat koalisi super gemuk: Demokrat, PKB, PAN, Golkar, PKS, PPP, Gerindra, PDIP, Gelora, Hanura, hingga PAS Aceh. Dukungan besar, ekspektasi besar—tapi entah kenapa, yang besar justru jeda waktunya meninggalkan daerah saat banjir.

Rakyat Aceh Selatan hanya berharap satu hal: setelah pulang umrah, semoga bukan hanya pahala yang dibawa, tetapi juga kesadaran bahwa bencana tidak bisa ditunda, sementara ibadah sunnah bisa.


Penulis : Ristanto | Editor : Ivan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Waduh! Pasien Puskesmas Rawa Tembaga Diduga Terima Obat Kedaluwarsa, Dinkes Kota Bekasi Turun Tangan!

23 Juni 2026 - 12:16

Kadisporapar Tanjungbalai Gandeng Aktivis KAMMI, Ini Tujuannya

23 Juni 2026 - 10:48

Hebat! 100 Difabel di Karawang Siap Dobrak Tembok Kaku Dunia Industri

20 Juni 2026 - 16:43

Keren! Kolaborasi LSPR, Kombas dan Lansia Jatiasih Cetak Batik di SAPA Lansia Vol. 2

20 Juni 2026 - 14:06

Dugaan Penipuan Lahan di Bekasi, Kades Sarimukti Dilaporkan ke Polisi

19 Juni 2026 - 15:26

Trending di News