Menu

Mode Gelap
Pegadaian Kantor Wilayah IX Jakarta 2 Luncurkan MPL 2026, Bantu Warga dan Dorong UMKM Bocoran Rahasia Mossad: Hacker Pro-Palestina Handala Serang Sistem dan Data Laura Gelinsky Siskaeee Sindir Polisi Lamban Tangkap Pelaku Penyiraman Air Keras ke Aktivis Andrie Yunus: “Giliran Bokep Bisa Cepat” Jelang Lebaran, Tarif Tol Batang-Semarang Resmi Naik 29 Persen: Mudik Makin Mahal Prabowo Digugat ke PTUN Gara-Gara Teken Perjanjian Dagang RI-AS Tanpa DPR, Publik: Ini Negara atau Startup? Iran Kirim Sinyal Keras ke Ukraina: Jika Bantu Israel Pakai Drone, Bisa Dianggap “Target Sah”

Ekonomi

Pemerintah Coret PIK 2 dari PSN: Aguan Kaget, Saham Langsung Tersungkur

badge-check


					Pemerintah resmi mencoret proyek Pantai Indah Kapuk (PIK) 2 dari daftar Proyek Strategis Nasional (PSN) 2025 sesuai putusan Mahkamah Agung. Keputusan ini bikin saham milik Aguan seperti PANI dan CBDK anjlok tajam di bursa.(Foto:Istimewa) Perbesar

Pemerintah resmi mencoret proyek Pantai Indah Kapuk (PIK) 2 dari daftar Proyek Strategis Nasional (PSN) 2025 sesuai putusan Mahkamah Agung. Keputusan ini bikin saham milik Aguan seperti PANI dan CBDK anjlok tajam di bursa.(Foto:Istimewa)

PRABA INSIGHT – Kalau bicara soal Pantai Indah Kapuk (PIK) 2, yang terbayang biasanya deretan kafe estetik, mobil mewah, dan orang-orang jogging dengan outfit lebih mahal dari gaji UMR. Tapi minggu ini, suasana mendadak agak suram.

Pemerintah resmi mencoret proyek pengembangan PIK 2 dari daftar Proyek Strategis Nasional (PSN) tahun ini.

Keputusan ini bukan tanpa dasar. Pemerintah menyesuaikan daftar PSN sesuai dengan Peraturan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Nomor 16 Tahun 2025 yang isinya adalah perubahan kedelapan atas Permenko Nomor 7 Tahun 2021. Jadi, ini semacam update besar, kayak patch note game, tapi versi pembangunan nasional.

Yang menarik, langkah ini diambil untuk menjalankan putusan Mahkamah Agung Nomor 12 P/HUM/2025. Jadi, bukan sekadar keputusan sepihak pemerintah, tapi hasil dari proses hukum yang sahih.

Namun, kabar ini bikin dunia saham agak gemetar. Emiten-emiten milik taipan Aguan, yang terlibat di proyek PIK 2, langsung seperti habis kena tsunami kecil. Berdasarkan data RTI, saham PANI anjlok 7,97% ke angka 13.575, sementara CBDK turun lebih dalam lagi, 8,83% ke 6.450 per lembar pada pukul 14.00 WIB.

Bagi investor, ini tentu bikin jantung berdebar—tapi buat sebagian warga yang sudah skeptis dengan proyek reklamasi dan dampaknya ke lingkungan, keputusan ini bisa jadi seperti secangkir kopi pagi: pahit tapi menyegarkan.

Intinya, pemerintah sedang berusaha menata ulang prioritas pembangunan. Bukan cuma soal proyek megah di atas kertas, tapi juga soal keseimbangan antara investasi, hukum, dan kepentingan publik.

Mungkin PIK 2 memang indah, tapi kali ini bukan itu yang jadi prioritas.

Reporter : Ris Tanto | Editor : Ivan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Pegadaian Kantor Wilayah IX Jakarta 2 Luncurkan MPL 2026, Bantu Warga dan Dorong UMKM

17 Maret 2026 - 09:22 WIB

Jelang Lebaran, Tarif Tol Batang-Semarang Resmi Naik 29 Persen: Mudik Makin Mahal

17 Maret 2026 - 07:58 WIB

Mudik Gratis Pegadaian 2026, Kantor Wilayah Pegadaian IX Jakarta 2 Ikut Berangkatkan Peserta

16 Maret 2026 - 10:32 WIB

Dua Wajah THR Lebaran 2026: Swasta Dipotong Pajak, Aparatur Negara Utuh 100%

6 Maret 2026 - 10:19 WIB

BHR Ojol Naik 100%, Aplikator Rogoh Rp220 Miliar: Lebaran Tahun Ini Lebih “Nendang” buat Mitra?

3 Maret 2026 - 14:12 WIB

Trending di Ekonomi