Menu

Mode Gelap
CICERA Universitas Pancasila Jadi Tuan Rumah Latgab Caving dan Bukber MAPALA Se-Jabodetabeka BHR Ojol Naik 100%, Aplikator Rogoh Rp220 Miliar: Lebaran Tahun Ini Lebih “Nendang” buat Mitra? Di Balik Framing Negatif Polri, Sandri Rumanama Buka Suara Heboh! Ledakan di Kauman Ponorogo Terdengar hingga Kilometeran, Satu Rumah Rusak Parah Rudal Balistik Iran Hantam Kantor Perdana Menteri Israel, ini kata PM Netanyahu Blok M Mendadak Mistis: Luna Maya Perkenalkan Film “Santet Dosa di Atas Dosa”

Crime

Tragedi di Majatengah: Ayah Tewas, Anak Kandung Jadi Tersangka

badge-check


					Desa Majatengah geger. Seorang ayah tewas diduga dibunuh anaknya yang alami gangguan jiwa. Polisi turun tangan, warga cuma bisa geleng-geleng.(Foto : Ilustrasi/ Istimewa) Perbesar

Desa Majatengah geger. Seorang ayah tewas diduga dibunuh anaknya yang alami gangguan jiwa. Polisi turun tangan, warga cuma bisa geleng-geleng.(Foto : Ilustrasi/ Istimewa)

PRABA INSIGHT- JAWA TENGAH – Suasana Desa Majatengah, Kecamatan Kemangkon, Purbalingga, mendadak muram pada Minggu sore (21/9/2025). Bukan karena listrik padam atau jalan becek habis hujan, tapi karena kabar mengejutkan: seorang ayah, Nana Aji (52), ditemukan tewas. Yang bikin warga tambah kaget, pelaku diduga anak kandungnya sendiri, Wawan (26), yang sudah lama dikenal warga punya masalah kejiwaan.

Peristiwa ini terjadi sekitar pukul 17.05 WIB di RT 11 RW 04. Warga yang biasanya hanya ribut soal harga pupuk, sore itu dipaksa menghadapi kenyataan pahit: tragedi keluarga di tengah kampung.

“Wawan itu memang beda, sering menyendiri. Tapi kami tidak pernah sangka bisa sampai seperti ini,” kata Sardi (48), salah satu warga yang suaranya masih bergetar.

Polisi Turun Tangan

Polisi nggak butuh waktu lama. Kapolres Purbalingga AKBP [Nama Kapolres] lewat Kasat Reskrim memastikan pihaknya langsung meluncur ke lokasi begitu laporan masuk.

“Pelaku sudah kami amankan di Polres. Saat ini masih pemeriksaan intensif. Kami juga koordinasi dengan pihak medis untuk memastikan kondisi kejiwaannya. Motif dan kronologi masih kami dalami,” jelas Kasat Reskrim.

Jenazah korban dibawa ke RSUD Goeteng Taroenadibrata untuk visum. Sejumlah saksi mata sudah dipanggil, demi merangkai cerita lengkap di balik peristiwa kelam ini.

Warga Cemas, Harapan untuk Pemerintah

Bagi warga Majatengah, kabar ini seperti petir di sore mendung. Duka bercampur cemas. Mereka tak hanya bersedih untuk keluarga korban, tapi juga takut tragedi semacam ini bisa terulang.

“Kasihan sekali keluarganya. Pemerintah harus lebih serius memperhatikan orang dengan gangguan kejiwaan, supaya kejadian seperti ini tidak terjadi lagi,” ujar Sulastri (39), warga lain yang ikut berkumpul di lokasi.

Sementara itu, Polres Purbalingga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang. Tapi tetap saja, cerita soal ayah dan anak ini sudah kadung menjadi obrolan panas di warung kopi sampai grup WhatsApp desa.

Suasana Desa Majatengah, Kecamatan Kemangkon, Purbalingga, mendadak muram pada Minggu sore (21/9/2025). Bukan karena listrik padam atau jalan becek habis hujan, tapi karena kabar mengejutkan: seorang ayah, Nana Aji (52), ditemukan tewas. Yang bikin warga tambah kaget, pelaku diduga anak kandungnya sendiri, Wawan (26), yang sudah lama dikenal warga punya masalah kejiwaan.

Peristiwa ini terjadi sekitar pukul 17.05 WIB di RT 11 RW 04. Warga yang biasanya hanya ribut soal harga pupuk, sore itu dipaksa menghadapi kenyataan pahit: tragedi keluarga di tengah kampung.

“Wawan itu memang beda, sering menyendiri. Tapi kami tidak pernah sangka bisa sampai seperti ini,” kata Sardi (48), salah satu warga yang suaranya masih bergetar.

Polisi Turun Tangan

Polisi nggak butuh waktu lama. Kapolres Purbalingga AKBP [Nama Kapolres] lewat Kasat Reskrim memastikan pihaknya langsung meluncur ke lokasi begitu laporan masuk.

“Pelaku sudah kami amankan di Polres. Saat ini masih pemeriksaan intensif. Kami juga koordinasi dengan pihak medis untuk memastikan kondisi kejiwaannya. Motif dan kronologi masih kami dalami,” jelas Kasat Reskrim.

Jenazah korban dibawa ke RSUD Goeteng Taroenadibrata untuk visum. Sejumlah saksi mata sudah dipanggil, demi merangkai cerita lengkap di balik peristiwa kelam ini.

Warga Cemas, Harapan untuk Pemerintah

Bagi warga Majatengah, kabar ini seperti petir di sore mendung. Duka bercampur cemas. Mereka tak hanya bersedih untuk keluarga korban, tapi juga takut tragedi semacam ini bisa terulang.

“Kasihan sekali keluarganya. Pemerintah harus lebih serius memperhatikan orang dengan gangguan kejiwaan, supaya kejadian seperti ini tidak terjadi lagi,” ujar Sulastri (39), warga lain yang ikut berkumpul di lokasi.

Sementara itu, Polres Purbalingga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang. Tapi tetap saja, cerita soal ayah dan anak ini sudah kadung menjadi obrolan panas di warung kopi sampai grup WhatsApp desa.

Penulis : Iwan | Editor: Ivan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Cekcok Biaya Motor yang Berujung Kematian: Tragisnya Nasib Siswi Nganjuk di Sungai Jilu

27 Februari 2026 - 12:10 WIB

Dari Layar Kaca ke Meja Sidang: Ironi Nasib Kompol Yuni, Bintang “86” yang Tersandung Kasus Narkoba

26 Februari 2026 - 11:19 WIB

Terungkap Skema Setoran Bandar Narkoba ke Eks Kapolres Bima Kota, Diduga Capai Rp 2,8 Miliar

23 Februari 2026 - 10:22 WIB

Mantan Kasat Narkoba Bima Bongkar Dugaan Permintaan Alphard dan Rp 1 M ke Bandar

15 Februari 2026 - 16:42 WIB

Belajar Ngaji atau Jadi Korban? Dugaan Pelecehan di Ponpes Muna Barat yang Bikin Orang Tua Merinding

10 Februari 2026 - 09:29 WIB

Trending di Crime