Menu

Mode Gelap
Telepon dari Gerbong Wanita Bekasi Timur Dari Gedung KPK ke Kementerian Koperasi, Mahasiswa Memburu Jawaban atas Anggaran Rp59 Triliun Ramai Program MBG, Pelajar Sumsel Justru Soroti Hal yang Jarang Dibahas Waduh! Pasien Puskesmas Rawa Tembaga Diduga Terima Obat Kedaluwarsa, Dinkes Kota Bekasi Turun Tangan! Kapolri Angkat Tangan soal Penangguhan Penahanan Roy Suryo dan dr Tifa: “Sudah Bukan Kewenangan Polri” Garuda di Dadaku Ramaikan Jakarta Fair 2026, Keanu Azka dan Quinn Salman Diserbu Penggemar Cilik

Ekonomi

“Sebulan Harus Bisa!”: Purbaya Siap Bawa Pasukan IT Eksternal Demi Benahi Coretax

badge-check


					Purbaya Yudhi Sadewa, Coretax, perbaikan Coretax, Menteri Keuangan, Direktorat Jenderal Pajak, pajak online, sistem perpajakan Indonesia, Kring Pajak, (Foto: Istimewa) Perbesar

Purbaya Yudhi Sadewa, Coretax, perbaikan Coretax, Menteri Keuangan, Direktorat Jenderal Pajak, pajak online, sistem perpajakan Indonesia, Kring Pajak, (Foto: Istimewa)

PRABA INSIGHT – JAKARTA – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa kelihatannya sudah gerah juga dengan masalah Sistem Inti Administrasi Perpajakan alias Coretax. Sistem yang seharusnya bikin urusan pajak lebih gampang ini ternyata masih sering bikin orang mengelus dada. Purbaya pun janji: satu bulan, beres.

Dalam konferensi pers APBN KiTA di Jakarta, Senin (22/9/2025), Purbaya blak-blakan. “Saya akan lihat Coretax seperti apa. Keterlambatan akan kita perbaiki secepatnya. Dalam satu bulan harusnya bisa. Saya bawa jago-jago IT dari luar biar cepat,” ujarnya.

Di sisi lain, Direktur Jenderal Pajak Bimo Wijayanto tak menampik memang ada downtime dalam sistem. Tapi, katanya, itu downtime yang “direncanakan”. Semacam liburan kecil buat server. “Sekarang tahap stabilisasi dan perbaikan bertahap. Harapannya akhir 2025 sudah smooth,” kata Bimo.

Yang menarik, Purbaya ternyata nggak cuma duduk manis terima laporan. Ia sempat melakukan inspeksi dadakan dengan menelepon Kring Pajak 1500200, layaknya rakyat biasa. Dari situ, ia bisa merasakan sendiri bagaimana pelayanan DJP berjalan.

“Kalau kata orang pajak, sistemnya bagus. Tapi kalau kata wajib pajak, masih ada keluhan. Ya saya cek sendiri. Jangan sampai ada budaya ABS (Asal Bapak Senang),” kata Purbaya.

Malah di akun TikTok resmi @ditjenpajakri, ada videonya ketika ia benar-benar nelpon Kring Pajak. Alih-alih langsung paham, ia justru minta dijelasin dulu apa itu Coretax. Menteri yang baru belajar sistem perpajakan digital ini tampaknya serius ingin ngerasain pengalaman langsung seperti masyarakat.

Sekarang publik tinggal nunggu, apakah janji “sebulan rampung” ini bakal benar-benar terwujud, atau sekadar jadi jargon motivasi ala iklan startup. Yang jelas, pajak butuh sistem yang nggak bikin orang makin pusing pas lagi taat aturan. (Van)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Benny Wullur vs Hotman Paris, Akademisi Pertanyakan Pencabutan Inkracht

18 Juni 2026 - 21:25

Potensi Wakaf RI Rp400 Triliun per Tahun, Berry Kurniawan: Mulai Rp1.000 Sehari Bisa Ubah Nasib Umat

17 Juni 2026 - 11:29

Rupiah Nyaris Rp18.000 per Dolar AS, Sandri Rumanama Minta Pemerintah Berani Naikkan BBM

1 Juni 2026 - 16:03

Beli Saham GoTo Saja Nggak Cukup, Negara Harus Ikut Kelola Bisnis Ojol

30 Mei 2026 - 14:19

Whoosh Ngebut di Rel, Utangnya ke Telkomsel Malah Mandek Rp298 Miliar

22 Mei 2026 - 19:14

Trending di Ekonomi