Menu

Mode Gelap
Paguyuban Itu Tak Ideal”, Sayuti Abubakar Siapkan Program Nyata untuk Lulusan Hukum FHUP PB SEMMI Apresiasi Sinyal Kuat Prabowo di May Day Monas, Soroti Langkah Negara Tekan Potongan Ojol Haji Kilat Tanpa Antre? Ujung-ujungnya Malah Kena Polri, Modus Visa Kerja Terbongkar 17 Korban Kecelakaan KRL Bekasi Timur Masih Dirawat, 3 Jalani Operasi dan 2 Dirujuk karena Kondisi Kritis Fakta Mengejutkan Tom Ogle: Tolak Tawaran Miliaran, Temukan Mobil Irit, Lalu Tewas Misterius Susi Pudjiastuti Resmi Jadi Komisaris Utama Bank BJB, Target Utama: Sikat Pinjol Ilegal di Jabar

Ekonomi

“Sebulan Harus Bisa!”: Purbaya Siap Bawa Pasukan IT Eksternal Demi Benahi Coretax

badge-check


					Purbaya Yudhi Sadewa, Coretax, perbaikan Coretax, Menteri Keuangan, Direktorat Jenderal Pajak, pajak online, sistem perpajakan Indonesia, Kring Pajak, (Foto: Istimewa) Perbesar

Purbaya Yudhi Sadewa, Coretax, perbaikan Coretax, Menteri Keuangan, Direktorat Jenderal Pajak, pajak online, sistem perpajakan Indonesia, Kring Pajak, (Foto: Istimewa)

PRABA INSIGHT – JAKARTA – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa kelihatannya sudah gerah juga dengan masalah Sistem Inti Administrasi Perpajakan alias Coretax. Sistem yang seharusnya bikin urusan pajak lebih gampang ini ternyata masih sering bikin orang mengelus dada. Purbaya pun janji: satu bulan, beres.

Dalam konferensi pers APBN KiTA di Jakarta, Senin (22/9/2025), Purbaya blak-blakan. “Saya akan lihat Coretax seperti apa. Keterlambatan akan kita perbaiki secepatnya. Dalam satu bulan harusnya bisa. Saya bawa jago-jago IT dari luar biar cepat,” ujarnya.

Di sisi lain, Direktur Jenderal Pajak Bimo Wijayanto tak menampik memang ada downtime dalam sistem. Tapi, katanya, itu downtime yang “direncanakan”. Semacam liburan kecil buat server. “Sekarang tahap stabilisasi dan perbaikan bertahap. Harapannya akhir 2025 sudah smooth,” kata Bimo.

Yang menarik, Purbaya ternyata nggak cuma duduk manis terima laporan. Ia sempat melakukan inspeksi dadakan dengan menelepon Kring Pajak 1500200, layaknya rakyat biasa. Dari situ, ia bisa merasakan sendiri bagaimana pelayanan DJP berjalan.

“Kalau kata orang pajak, sistemnya bagus. Tapi kalau kata wajib pajak, masih ada keluhan. Ya saya cek sendiri. Jangan sampai ada budaya ABS (Asal Bapak Senang),” kata Purbaya.

Malah di akun TikTok resmi @ditjenpajakri, ada videonya ketika ia benar-benar nelpon Kring Pajak. Alih-alih langsung paham, ia justru minta dijelasin dulu apa itu Coretax. Menteri yang baru belajar sistem perpajakan digital ini tampaknya serius ingin ngerasain pengalaman langsung seperti masyarakat.

Sekarang publik tinggal nunggu, apakah janji “sebulan rampung” ini bakal benar-benar terwujud, atau sekadar jadi jargon motivasi ala iklan startup. Yang jelas, pajak butuh sistem yang nggak bikin orang makin pusing pas lagi taat aturan. (Van)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

PPN Jalan Tol Kembali Muncul, DJP Siapkan Pajak Baru di Tengah Target Ribuan Kilometer Tol

22 April 2026 - 20:23

Purbaya Ungkap Momen Tolak Pinjaman Rp500 Triliun: “Mereka Sampai Cemberut”

22 April 2026 - 19:55

Menggugat Sistem Global, Haidar Alwi Dorong Emas Rakyat Jadi Pilar Kedaulatan Ekonomi RI

21 April 2026 - 12:07

Di Balik Konflik Kerajaan, Ini Permintaan Terakhir Ratu Elizabeth II yang Bikin Haru

8 April 2026 - 18:29

Istana Pastikan Harga BBM Tak Naik per 1 April 2026, Ini Penjelasannya

31 Maret 2026 - 17:34

Trending di Ekonomi