Menu

Mode Gelap
Update Bantargebang: Longsor Gunungan Sampah Tewaskan 6 Orang, 1 Korban Masih Dicari Pria di Tanjungpinang Diduga Bunuh dan Mutilasi Istri, Baru Bebas 15 Tahun Penjara Kasus Pembunuhan Warga Bekasi Utara Geger Temukan Bayi Perempuan Hidup di Dalam Tong Sampah Ribut Usai Laga Malut United vs PSM, Wartawan Diintimidasi hingga Wasit Tertahan di Stadion Lewat ‘Na Willa’, Bioskop Lebaran Tahun Ini Punya Cerita Hangat tentang Dunia Anak Band Soul Surabaya Thee Marloes Lepas Single ‘Under The Silver Moon’, Album Kedua Rilis Mei

Crime

Dikira Sudah Meninggal, Ternyata Masih Dioperasi: Pelaku Ledakan SMAN 72 Diduga Korban Bullying

badge-check


					Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad memastikan terduga pelaku ledakan SMAN 72 Jakarta yang diduga korban bullying masih hidup dan tengah dioperasi. Polisi dalami motif di balik tragedi ini. (Foto:Ist) Perbesar

Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad memastikan terduga pelaku ledakan SMAN 72 Jakarta yang diduga korban bullying masih hidup dan tengah dioperasi. Polisi dalami motif di balik tragedi ini. (Foto:Ist)

PRABA INSIGHT – JAKARTA – Dunia maya sempat gaduh. Kabar simpang siur beredar cepat: pelaku ledakan di SMAN 72 Jakarta disebut-sebut sudah meninggal dunia. Tapi seperti banyak gosip lain yang lebih cepat dari logika, ternyata kabar itu belum tentu benar.

Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad akhirnya buka suara. Ia memastikan bahwa terduga pelaku masih hidup dan sedang menjalani operasi di Rumah Sakit Islam Jakarta Cempaka Putih.

“Saya mendapatkan informasi, (pelaku) masih di dalam menjalani operasi,” kata Dasco kepada wartawan, Jumat (7/11/2025).

Dasco juga mengingatkan publik agar tidak terburu-buru menelan informasi mentah. Pelaku, kata dia, masih berusia 17 tahun usia yang di sebagian besar kepala kita masih identik dengan ujian sekolah, bukan ujian hidup.

“Soal identitas, nanti biar pihak berwenang atau pihak kepolisian yang menyampaikan,” ujarnya menambahkan.

Ledakan di SMAN 72 Jakarta terjadi sekitar pukul 12.00 WIB, tepat di jam salat Jumat. Skenarionya nyaris seperti film thriller remaja: khutbah belum usai, tiba-tiba suara ledakan menggema dari tengah masjid sekolah.

Salah satu siswa kelas XI, sebut saja S, masih terlihat pucat saat bercerita.

“Tiba-tiba ada ledakan dari tengah masjid, lalu kami semua kabur dan mengevakuasi teman-teman,” tuturnya.

Tak berhenti di situ, ledakan kedua terdengar dari belakang sekolah. Kepanikan pun pecah, beberapa siswa mengalami luka-luka, dan sebagian langsung dilarikan ke rumah sakit.

S mengaku mendengar kabar bahwa pelaku adalah siswa kelas XII yang diduga korban perundungan (bullying).

“Saya dapat info katanya pelakunya korban bully, jadi ingin balas dendam,” katanya dengan nada pelan.

Ia bahkan sempat melihat percikan api sebelum ledakan terjadi. Dalam kekacauan itu, S ikut menolong korban dengan pengetahuan pertolongan pertama yang ia pelajari secara daring.

“Masjid penuh, suasananya panik. Saya sampai bantu obati teman-teman,” tambahnya.

Sementara itu, pihak kepolisian memilih berhati-hati. Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menegaskan bahwa penyelidikan masih berlangsung dan motif belum bisa disimpulkan.

“Polri berkomitmen mengungkap motif dan latar belakang kejadian ini secara transparan dan ilmiah,” kata Listyo.

Kasus ini seperti cermin buram tentang dua hal: betapa cepatnya kabar bohong berlari, dan betapa lambatnya empati diajarkan di ruang-ruang sekolah. Seorang anak muda 17 tahun, yang diduga dulu dibully, kini justru menjadi headline nasional  bukan karena prestasi, tapi karena ledakan. (Van)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Pria di Tanjungpinang Diduga Bunuh dan Mutilasi Istri, Baru Bebas 15 Tahun Penjara Kasus Pembunuhan

9 Maret 2026 - 14:40 WIB

Warga Bekasi Utara Geger Temukan Bayi Perempuan Hidup di Dalam Tong Sampah

9 Maret 2026 - 14:28 WIB

Eks Ketua SP JICT Ermanto Usman Ditemukan Tewas di Bekasi, Kasus Kontrak Rp4,08 Triliun Kembali Disorot

8 Maret 2026 - 14:45 WIB

133 Rekening Judi Online Disikat Bareskrim, Rp 58 Miliar Lebih Akhirnya Balik ke Negara

5 Maret 2026 - 15:30 WIB

Cekcok Biaya Motor yang Berujung Kematian: Tragisnya Nasib Siswi Nganjuk di Sungai Jilu

27 Februari 2026 - 12:10 WIB

Trending di Crime