Menu

Mode Gelap
Parliamentary Threshold 7 Persen, OSSO Sebut Demokrasi Bisa Dikuasai Partai Besar Saling Lapor di Jatiasih: Babak Baru Kasus Dugaan Pengeroyokan dan Lemparan Pot Resmi Dimutasi, Kombes Firman Kini Jabat Dirlantas Polda Metro Jaya Hari Purwanto Soroti Dugaan Kriminalisasi Dirjen Bea Cukai, Singgung Dampaknya ke Citra Presiden Prabowo Polda Papua Selatan dan Papua Pegunungan Dinilai Mendesak, Sandri Rumanama: Rakyat Butuh Kepastian Keamanan Ketika Pot Bunga Lebih Cepat Bicara daripada Mulut Tetangga di Jatirasa

Regional

Di Tengah Banjir Aceh Tamiang, Ada Pelaku Kejahatan yang Lebih Tenggelam dari Moralitasnya

badge-check


					Kasus dugaan kekerasan seksual saat evakuasi banjir Aceh Tamiang memicu kemarahan warga. Polisi bertindak cepat mengamankan pelaku dan memulihkan kondisi korban. Perbesar

Kasus dugaan kekerasan seksual saat evakuasi banjir Aceh Tamiang memicu kemarahan warga. Polisi bertindak cepat mengamankan pelaku dan memulihkan kondisi korban.

PRABA INSIGHT – ACEH – Ketika warga Aceh Tamiang sedang sibuk menahan napas menghadapi banjir yang makin menjadi-jadi, muncul satu sosok yang justru lebih “banjir” kebiadaban daripada air yang menggenangi rumah-rumah: seorang sopir truk berinisial S.

Bukannya ikut membantu warga yang sedang kesusahan, pria ini malah memanfaatkan situasi genting untuk melampiaskan nafsu jahatnya kepada seorang mahasiswi yang justru sedang mencari pertolongan. Di saat orang lain berjuang menyelamatkan diri, S malah sibuk menenggelamkan akal sehatnya sendiri.

Kejadian memilukan ini bermula ketika sang korban berusaha mengevakuasi diri dari kawasan yang terendam. Karena kendaraan biasa tak bisa menembus banjir, ia menumpang truk yang dikendarai S sebuah keputusan yang semestinya membawa keselamatan, bukan malapetaka.

Namun, harapan itu dijungkirbalikkan. Di tengah perjalanan evakuasi, S diduga melakukan kekerasan seksual terhadap korban. Situasi darurat yang seharusnya jadi ruang solidaritas malah dijadikan pelaku sebagai panggung kejahatan. Ironi level maksimal.

Kabar ini menyebar lebih cepat daripada arus banjir. Warga yang sudah lelah berjibaku dengan bencana tentu saja marah besar karena musibah alam ternyata masih kalah ganas dibandingkan ulah manusia.

Amarah massa pun meledak. S sempat jadi bulan-bulanan warga yang geram dan merasa kehormatannya diinjak-injak atas nama kemanusiaan.

Untung polisi bergerak cepat. Pelaku berhasil diamankan sebelum massa benar-benar kehilangan sabar. Tidak heroik, tapi setidaknya hukum masih punya kesempatan bekerja.

Kini S mendekam di tahanan. Polisi memastikan proses hukum berjalan tegas dan mengimbau warga untuk menyerahkan sepenuhnya kepada aparat.

Di sisi lain, perhatian utama diarahkan pada pemulihan trauma korban yang harus menanggung dua beban sekaligus: selamat dari bencana alam, tetapi harus menghadapi luka psikologis akibat kejahatan seksual.

Banjir bisa surut. Tapi luka seperti ini, proses pulihnya jauh lebih panjang.


Penulis : Ristanto | Editor : Ivan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Saling Lapor di Jatiasih: Babak Baru Kasus Dugaan Pengeroyokan dan Lemparan Pot

11 Mei 2026 - 18:57

Ketika Pot Bunga Lebih Cepat Bicara daripada Mulut Tetangga di Jatirasa

9 Mei 2026 - 19:56

Terjerat Kasus Penggelapan, Perpanjangan KITAS Bos WNA di Bekasi Dipertanyakan

8 Mei 2026 - 14:27

Bekasi Kota Beracun Nomor 2 Dunia, Bantargebang Hasilkan Gas Metana 6,3 Ton per Jam

6 Mei 2026 - 22:50

Tersangka Kasus Santriwati di Pati Diduga Kabur, Polisi Siapkan Jemput Paksa

6 Mei 2026 - 19:53

Trending di Crime